Tata Cara dan Bacaan Sholat Wajib Plus Artinya

7 min read

Bismillah, segala puji bagi Allah atas semua curahan nikmat-Nya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tata cara sholat, bacaan sholat dan artinya sesuai tuntunan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Semoga atas izin Allah Tabaraka Wata’ala bisa dimudahkan. Apabila artikel ini bermanfaat bagi kita semua dalam mendirikan dan melakukan sholat silahkan untuk dishare,  tetapi bila ada kekeliruan bisa sampaikan dan diluruskan kepada kami. Jazakallahu Khair Barakallahu Fiikum.

Shalat merupakan salah satu dari lima rukun islam, yang juga merupakan salah satu dari tiang agama sebagaimana disebutkan dalam hadist riwayat Imam Turmudzi dan Ibnu Majjah yang dihasankan oleh Al Hafizh Abu Tohir bahwasannya Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda yang artinya: 

Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat”. 

Sehingga apabila tiangnya rapuh, maka berantakanlah segala sesuatu yang ditopangnya. Oleh karenanya wajib bagi setiap muslim untuk mendirikan sholat kecuali muslim atau muslimah yang memiliki udzur syarí.

Mengenai kewajiban sholat itu sendiri, tentunya dalam hal ini mencakup kewajiban dalam mendirikan sholat wajib/ rawatib/ sholat 5 waktu, baik itu sholat subuh, sholat zuhur, sholat ashar, sholat magrib  juga sholat isya. Sholat wajib dikatakan juga sholat 5 waktu sebab dikerjakan waktu sholat sudah ditentukan sebelumnya, sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisa ayat 103 yang artinya:

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Sebelum kita masuk mengenai tata cara, bacaan sholat plus artinya, perlu kita ketahui dulu bahwa sholat wajib dikatakan wajib bagi setiap muslim apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

Syarat Wajib Sholat

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Tamyiz/ Hadist
  4. Suci dari hadats
  5. Menghilangkan najis
  6. Menutup aurat
  7. Masuknya waktu
  8. Menghadap kiblat
  9. Niat

Perlu kita ketahui syarat wajib tersebut harus dipenuhi agar bisa melakukan sholat. Barulah setelah itu kita harus ketahui bagaimana mengerjakan sholat plus bacaannya sesuai tuntunan Rasul Nabi Muhammad Shalallahu Alahi Wassalam.

Tata Cara Sholat dan Bacaan Plus Artinya

Niat Sholat

Banyak diantara kita yang melafazkan bacaan niat waktu sholat dilaksanakan, lafadz seperti: usholli fardu..(saya niat sholat — karena Allah)” Tapi tahukah kita bahwasannya akan ada berapa banyak perbuatan yang sudah kita lakukan tapi niat itu tidak di lafazhkan? Dan apabila itu merupakan perbuatan baik tapi hanya karena niatnya tidak dilafazhkan jadi suatu masalah? Dan ada berapa banyak perbutan buruk yang bila itu tidak dilafazhkan  bacaan niat maka itu tidak terhitung sebagai dosa?

Dalam ijma para ulama sebagaimana yang dinukil oleh Ahmad bin Abdul Harim Abul Abbas Al Haroni: Niat itu tempatnya di dalam hati dan bukanlah di lisan. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ibnu Qayim Rahimahullah: Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.”  Dan sebelumnya beliau mengatakan mengenai petunjuk Nabi dalam shalat,”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak mendirikan shalat maka beliau mengucapkan : ‘Allahu Akbar’. Dan beliau tidak mengatakan satu lafadz pun sebelum takbir dan tidak pula melafadzkan niat sama sekali

Sehingga membaca bacaan niat shalat cukup dalam hati, tidak perlu dilafadzhkan. Dan yang tidak kalah penting niat karena Allah Tabaraka Wata’ala bukan karena hal lainnya.

Takbiratul Ihram

Baca niat sholat sholat

Mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan Allahu Akbar (artinya Allah Maha Besar). Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengangkat kedua tangannya sampai posisinya sejajar dengan kedua bahunya (Lebih jelasnya ada di Hadist Riwayat Al Bukhari 2/183 dan 184)

Cara & Doa Iftitah

Dilakukan setelah gerakan nomor 1. Syaikh Bin Baz Rahimahullah mengatakan diantara sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ialah meletakkan tangan kanan di atas telapak kiri sambil bersedekap yang mana kedua tangan tersebut diletakkan di atas dada serta posisi jari jemari dalam keadaan rapat. 

Adapun dalam bacaannya saat setelah takbir pertama disebut bacaan doa Ifthitah, ada beberapa bacaan doa ifthitah yang akan kami share,

Pilihan Bacaan Sholat/ Doa Iftitah Pertama
doa ifthitah pertama tausiahislami
sumber gambar: rumaysho.com

Atau bisa juga dengan membaca bacaan doa pilihan lainnya

Pilihan Bacaan Doa Iftitah Kedua
doa ifthitah kedua tausiahislami
sumber gambar: rumaysho.com

Perlu diketahui bahwa untuk doa iftitah yang pertama digunakan untuk sholat wajib, untuk doa pilihan ifthitah yang kedua untuk digunakan saat sholat sunnah. Setelah membaca doa ifthitah disunnahkan membaca Ta’awudz.

Membaca Surat Al Fatihah

Cara membaca Al Fatihah tentunya berbeda-beda, dijaharkan/ keraskan pada:

  1. 2 Rakaat Sholat Subuh
  2. 2 Rakaat Sholat Magrib dan Sholat Isya

dan dipelankan membaca Al Fatihah pada:

  1. Rakaat ketiga Sholat Magrib
  2. Rakaat Ketiga dan Keempat Sholat Isya
  3. Rakaat Satu sampai empat Sholat Dzuhur dan Ashar

Lihat juga: Keutamaan al fatihah dalam sholat)

surat al fatihah

Membaca Surat Pilihan

Setelah membaca Al Fatihah dengan tartil, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengucapkan Aamiin dan melanjutkannya dengan baca surat lainnya.  Terkadang Beliau memanjangkan suratnya ataupun memendekannya. Namun khusus untuk rakaat ketiga dan atau rakaat keempat tidak perlu baca surat lainnya setelah Al Fatihah.

Bagi anda yang baru belajar sholat, sebaiknya mulai perlahan menghafal 3 surat terakhir dalam Al Quran dalam waktu dekat ( Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas), kemudian sambil menyusul menghafal surat-surat lainnya setelahnya.

Rukuk & Doa Yang Perlu Dibaca

Setelah selesai membaca pilihan surat lainnya, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam berdiam diri sejenak kemudian melanjutkan ke gerakan sholat berikutnya yaitu Rukuk. Posisi rukuk sesuai tuntunan sebagai berikut:

  1. Posisi berdiri menyiku
  2. Posisi jari jemari kedua tangan dalam keadaan memegang lutut
  3. Tangan harus lurus sehingga terasa menekan lutut dan akhirnya punggung menjadi rata
  4. Posisi kepala nunduk sejajar dengan pundak

posisi rukuk saat sholat

Saat posisi rukuk seperti ini maka bacalah doa

doa rukuk dan artinya
sumber gambar: rumaysho.com

Jumlah bacaan doa dalam rukuk menurut Syaikh Albani boleh dibaca lebih dari 3 kali karena diriwayatkan oleh 7 orang sahabat, namun sebaiknya perbanyaklah bacaan doa rukuk sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang memperlama rukuknya sehingga sama dengan berdirinya.

hadist terkait rukuk
sumber gambar: rumaysho.com

I’tidal/ Bangkit Dari Rukuk

Caranya melakukan I’tidal ialah bangkit dari rukuk sambil mengangkat kedua tangan bersamaan dengan telapak tangannya menghadap ke arah depan sembari mengucapkan sami’allahu liman hamidah (ucapan ini diucapkan apabila menjadi imam atau sholat sendiri) adapun jika menjadi ma’mum maka ucapkanlah رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ (Rabbanaa Walakalhamdu) artinya Wahai Rabb Kami, bagi-Mu segala puji.

Keutamaan membaca robbana wa lakal hamdu disebutkan dalam hadits Abu Hurairah artinya:

“Jika imam mengucapkan sami’allahu liman hamidah, maka hendaklah kalian mengucapkan ‘robbana wa lakal hamdu’. Karena siapa saja yang ucapannya tadi berbarengan dengan ucapan malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan dihapus.” (HR. Bukhari no. 796 dan Muslim no. 409).

Lihat Juga: Sifat Sholat Nabi Saat I’tidal

Sujud

Setelah iktidal maka dilanjutkan dengan gerakan sujud. Dari Ibnu Abbas Radiallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam berkata yang artinya

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: (1) Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), (2,3) telapak tangan kanan dan kiri, (4,5) lutut kanan dan kiri, dan (6,7) ujung kaki kanan dan kiri. ” (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490)

Menurut Imam Nawawi Rahimahullah atas dasar hadits ini, maka apabila setiap yang sholat tidak menyentuhkan dahinya ke tanah/ lantai maka tidak sah sholatnya.

Dalam kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayim Rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tersungkur untuk bersujud setelah iktidal tanpa mengangkat kedua tangannya (beliau menukil hadist dari Ibnu Umar Radiallahu Anhu yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhari no 2/183 dan 184)

Adapun saat sujud dilakukan, maka bacaan doa sujud yang perlu dibaca ialah:

Pilihan 1

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhana robbiyal a’laa wa bi hamdih (artinya: Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi dan pujian untuk-Nya)”. Ini dibaca tiga kali. (HR. Abu Daud no. 870, shahih)

Begitu juga ketika sujud bisa memperbanyak membaca (pilihan 2),

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Subhanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii (artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku)“. (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484).

Bacaan sujud lainnya yang bisa dibaca (pilihan 3),

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

“Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh (artinya: Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487)

Selain itu juga disunnahkan memperbanyak doa saat sujud, sebagaimana perintah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa saat sujud (tidak hanya sujud terakhir saja).

Apabila anda berada pada sujud kedua lalu akan bangkit untuk melanjutkan rakaat kedua atau keempat maka pastikan tangan anda terlebih dulu baru kedua lutut anda yang bangkit. Inilah yang shahih yang telah diriwaytkan oleh Syarik, dari Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari Wa’il Bin Hujr dia berkata:

Aku telah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam apabila sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya, dan apabila bangkit mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya (HR. Abu Dawud)

Duduk Iftirasy atau Diantara Dua Sujud

Setelah sujud, maka gerakan sholat berikutnya ialah duduk ifitirasy atau duduk diantara dua sujud, dikatakan demikian sebab setelah dilaksanakan duduk ini maka akan kembali bersujud dan melanjutkan ke gerakan sholat berikutnya (bisa bangkit berdiri ke rakaat kedua dan keempat atau duduk tasyhadud awal untuk ke rakaat ketiga atau duduk tashadud akhir untuk mengakhiri sholat dengan salam)

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Saat sujud telah selesai dan lanjut ke duduk iftirasy, maka tidak perlu mengangkat kedua tangan. Posisi duduk dengan membentangkan kaki kiri dan duduk diatasnya kemudian menegakkan  kaki kanannya serta diantara sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ialah menghadapkan jari jemarinya ke kiblat (lebih lengkap lihat Hadits Riwayat An Nasai, 3.36 Kitab Ash-Shalah)

Duduk Tasyhadud Awal

Apabila anda mengerjakan sholat magrib, ashar dan isya, maka duduk tasyhadud awal ini dikerjakan setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat yang kedua. Namun apabila untuk solat sunnah dua rakaat dan sholat wajib dua rakaat (subuh) tidak ada tasyhadud awal. Berikut gerakan serta bacaan sholat saat melaksanakan tasyhadud awal

Gerakan/ Cara Duduk Tasyhadud Awal

Sesuai Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam terkait posisi duduk tasyhadud awal

“Jika duduk di rakaat kedua, beliau duduk di kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya (baca: duduk iftirasy). Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanannya, duduk di lantai saat itu (baca: duduk tawarruk).” (HR. Bukhari, no. 828).

Hukum Membaca Shalawat pada Tasyahud Awal | Konsultasi Agama dan ...
Posisi duduk ifhirasy sama seperti duduk tasyhadud awal

Kemudian untuk posisi jari, dari Ibnu Umar Radiallahu Anhu bahwa:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika duduk tasyahud, tangan kiri diletakkan di lutut kiri, sedangkan tangan kanan diletakkan di lutut kanan. Lalu ia berisyarat dengan menggenggam simbol lima puluh tiga dan berisyarat dengan jari telunjuk (maksudnya: jari kelingking, jari manis dan jari tengah digenggam, lalu jari telunjuk memberi isyarat, sedangkan jari jempol berada di samping jari telunjuk). (HR. Muslim, no. 580).

Saat posisi jari menunjuk ke arah depan, maka posisi mata tidak melebihi jari yang menunjuk tersebut, sebagaimana hadits dari Abdullah Bin Zubair Radiallahu Anhu

“Janganlah pandangannya melebihi isyarat jarinya.” (HR. Abu Daud, no. 990. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Bacaan Saat Duduk Tasyhadud Awal

doa tasyhadud awal tausiahislami.com
sumber gambar: rumaysho.com

Duduk Tasyhadud Akhir/ Tawarruk

Untuk bacaan tasyhadud akhir/ tawaruk sama dengan tashyadud awal, hanya saja ditambahkan lagi bacaan doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

Plus ditambah dengan doa

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim no. 588)

Dianjurkan juga setelah doa ini, kita menambah doa apapun yang diinginkan seperti memohon perlindungan dari perbuatan dosa dan semisalnya, dan salah satu ulama dari Madzhab Syafi’i juga berpendapat sebaiknya membaca doanya dengan menggunakan bahasa arab.

Setelah semuanya selesai, maka anda bisa menutup sholat anda dengan mengucapkan salam pertama lalu menoleh ke kanan dan salam ke dua sambil menoleh ke kiri (assalamu ‘alaikum wa rahmatullah
) tapa wabarakatuh. Namun apabila anda ragu dan terlupa dengan rakaat shalat bisa melakukan sujud sahwi sebelum salam.

Baca juga artikel terkait:

  1. Tata Cara Dalam Sholat Dhuha
  2. Tata Cara Pada Sholat Tahajud
  3. Cara Sholat Jenazah
  4. Tata Cara Sholat Bagi Wanita
  5. Kumpulan Artikel Tentang Sholat

Semoga niat dan iktiar baik kita diterima Allah dan semoga Allah memberikan rahmat kepada kita serta kita termasuk golongan orang orang yang sholeh dan sholehah, Aamiin.

Salam Wa Barakallah Fiikum

 

Sholat Sunnah Sebelum Ashar. Dalil & Tata Caranya

Bismillah, segala puji bagi Allah atas semua curahan nikmat-Nya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Sholat Sunnah Sebelum Ashar atau biasa sebagian orang...
admin
1 min read

Keutamaan Sholat Shubuh Berjamaah

Bismillah, segala puji bagi Allah atas semua curahan nikmat-Nya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah berdasarkan petunjuk yang ada...
admin
1 min read

Sholat Sunnah Sebelum Subuh: Tata Cara & Keutamannya

Bismillah, segala puji bagi Allah atas semua curahan nikmat-Nya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Keutamaan Sholat Sunnah Qabliah...
admin
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *