‘AJAIBNYA TANGAN SEORANG IBU’ BACA 2 MENIT SAJA DAN BAGIKAN PADA YANG LAIN

‘Ajaibnya tangan seorang Ibu’ Baca 2 menit saja dan bagikan pada yang lain

Ketika makan enak di restoran, apakah ingat bila ibumu dulu pernah menahan perutnya yang sakit akibat lapar? Karena makanan yang dimilikinya selalu diberikan untukmu.

Ketika berjalan bersama teman-temanmu dan berbelanja menghabiskan uang gajimu. Pernahkah terlintas wajah ibumu ? Yang dulu pernah menyisihkan uang belanjanya untuk membelikanmu pakaian dan mainan baru ?
Ketika dirimu mendapatkan pasangan hidup.

Kau miliki rumah dan kendaraan yang mewah.
Mungkin kau terlalu bahagia dengan keluarga barumu.
Hingga lupa pada ibumu yang selalu mendoakan agar jodohmu dipermudah oleh-Nya.
Berkat doa-doanya, segala usaha yang kau lakukan selalu dimudahkan.
Namun karena bahagiamu kini… Kau lupa mengunjungi ibumu bahkan untuk sekedar meneleponnya saja tak ada waktu!

Betapa banyak pengorbanan yang ia telah berikan untukmu?
Pernahkah dirimu merasakan susahnya mengandung 9 bulan?
Membawamu kemana ia pergi, dengan beban yang berat diperutnya, ia tetap kuat bekerja dan ibadah.
Pernahkah dirimu merasakan sakitnya melahirkan? Yang bertarung antara hidup dan mati ? Bagaimana ia menahan sakit demi kamu agar hadir kedunia ini?

Dan pernahkah membayangkan saja lelahnya menjagamu sepanjang hari. Memberimu asupan makanan yang bergizi, memandikan tubuhmu hingga bersih, mengajakmu bermain, menjagamu dari orang asing, mendidikmu, bahkan membela dirimu ketika kau buat masalah dengan orang lain.

Lalu apa balasanmu untuknya?
Apakah cukup dengan uang setiap bulan?
Apakah cukup dengan memberangkatkannya berlibur dan membelikannya barang mewah?
Sungguh yang ia butuhkan hanya dirimu… waktumu yang sedikit saja. Perhatianmu, kasih sayangmu dan doa dari anak yang selalu menjaga Akhlaq dan Agamanya.

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi, ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman.. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata.
Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia..
Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran..
Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata : “Sabar nak, sabar ya sayang.”..

Namun ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi.
Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata..
Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit..?
Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad.. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali..?
“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangiku waktu aku masih kecil”.

Sumber : ciungwanara

PERHATIAN ! Meski Telah Meninggal, Orang Tua Kita Butuhkan Hal Ini

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak soleh yang mendoakan.” (HR. Muslim no. 1631).

Berdasarkan hadits tersebut, dapat kita pahami bahwa anak soleh yang mendoakan mampu menyelamatkan orang tua ketika sudah meninggal. Namun, tak hanya itu, anak soleh akan berusaha membahagiakan orang tuanya dengan berbagai cara.

Berikut hal yang harus dilakukan ketika orang tua telah meninggal yang dijelaskan Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqih Sunnah, di antaranya:

1. Membaca Al-Qur’an

Menurut Ahmad bin Hambal dan segolongan dari sahabat Syafi’i berpandangan pahala ini akan sampai kepada orang yang telah meninggal. Maka setelah selesai membaca Qur’an, yang membacanya mengucapkan, “Ya Allah, sampaikanlah pahala seperti pahala bacaanku itu kepada si fulan”.

2. Sedekah

Ibunya Saad bin Ubadah telah meninggal dunia, lalu ia bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah ibuku telah wafat, dapatkan aku bersedekah atas nama ibuku?” Beliau SAW menjawab, “Iya.” (HR Ahmad, an-Nasa’i dan lain-lain).

3. Puasa

Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW. Dia bertanya, “Ya Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia sedangkan ia mempunyai kewajiban berpuasa selama sebulan. Apakah aku wajib mengqodho’ atas namanya?”

Nabi SAW menjawab “Jika ibumu memiliki utang, apakah akan engkau bayarkan untuknya?”

Lelaki itu menjawab, “Memang.”

Lalu Nabi SAW berkata, “Nah, maka utang kepada Allah lebih layak untuk dibayar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan bosan-bosan ya sahabat melakukan kebaikan untuk orang tua yang telah meninggal, karena setelah meninggal hanya amal kebaikan yang dibutuhkan. Wallahu a’lam. []

Sumber: islampos

“2 Hari di Jepang dan Bikin Heboh di Indonesia Itu Rasanya Gak Fair”, Tulisan Warganet Indonesia yang Tinggal Lama di Jepang “Nonjok” Tulisan Tentang “Jepang Maju karena Tak ber-Tuhan”

Tausiah Islami.com – Akhir-akhir ini, tersiar berita yang viral di media sosial tentang tulisan yang memuji kemajuan negara Jepang.

Tak ada yang salah memang bila menulis tentang kekaguman kita terhadap suatu negara, seperti negara Jepang yang memang terkenal di dunia sebagai salah satu negara maju, baik dari segi teknologi, disiplin dan menjunjung tinggi nilai kebudayaan lokal.

Namun yang membuat “heboh” adalah karena tulisannya yang mengesankan bahwa negara Jepang bisa maju pesat sedemikian baik dikarenakan mereka tidak ber-Tuhan. Dan tulisan tersebut dibikin oleh seseorang yang hanya datang 2-3 hari ke Jepang.

Seorang warganet, Mohamad Yusup, yang pernah tinggal bertahun-tahun di Jepang mengunggah tulisan di akun pribadi facebooknya. Dia menulis mengenai keadaan sebenarnya yang terjadi di Jepang. Hal ini membungkam pernyataan  yang viral tersebut.

Berikut tulisan lengkap Muhamad Yusup diambil dari akun facebook pribadinya:

Datang 2-3 hari ke Jepang, lalu bikin heboh di Indonesia itu rasa nya ngga fair.

Singgah lah beberapa tahun di Jepang, 5-10 th an gitu. Biar tahu luar dalam nya:) Saya pun jatuh hati dng negara ini, tetapi marilah kita memandang segala sesuatu dng dua sisi, dunia dan akhirat.

Jepang bukan hanya soal kebersihan, keamanan, ketertiban, bebas macet dan kenyamanan Tp ada juga banyak cerita tentang hati yang kosong dan angka bunuh diri yang tinggi (20.000-30.000/th). Tampak hebat secara sosial tetapi banyak yang gagal secara individu.

Banyak orang yg menimbun sampah di dalam kamar nya, setiap saat saya menyaksikan senior yg membully junior nya sehingga banyak yg putus kerja depresi padahal untuk sampai kerja sudah berjuang di sekolah bertahun-tahun, atau bahkan orangtua di rawat di rumah sakit dan di panti jompo yg kehilangan kasih sayang anak nya, jangan kan nungguin saat di rawat di rumah sakit, menjenguk pun jarang.

Kalau mau menjelaskan tentang kehidupan di Jepang yang tanpa agama, lihat lah dua sisi. Maka akan nampak unggul dengan urusan dunia, tetapi tidak dengan urusan akhirat.

Tulisan ini bukan untuk di tunjukkan ke seseorang itu aja, belum tentu orang nya juga baca tulisan ini. Dah saya mah siapa atuh:), tapi saya hanya ingin adik adik saya, sahabat dan kenalan lain nya tidak terpengaruh oleh pemikiran pemikiran liberal, sekuler dan semacam nya.

Poto di ini adalah poto shinkansen, transportasi hebat kebanggaan Jepang. Fasilitas shinkansen layak nya pesawat,ada first class dan ekonomi nya juga, ada ruang makan,ruang tidur dan bahkan sekarang ada kolam air panas nya.

Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Perbandingan dng transportasi lain nya, jika dng bus kota tanpa macet menghabiskan waktu sekitar 8 Jam, dengan shinkansen cukup sekitar 2,5 Jam.

Tetapi percayalah, kita tidak bisa menggunakan shinkansen saat nyebrang di jembatan Shiratal Mustaqim:)

Wallahu A’ lam Bishawab…

***

Semoga saja kita bukanlah yang termasuk meng-amin-kan tulisan yang mengatakan Jepang maju karena mereka tak ber-Tuhan…

Kejam Terhadap Kucing? Awas, Bisa Rasakan Ini!

APAKAH Anda salah satu penggemar kucing peliharaan? Kalaulah senang memelihara kucing, maka ikutilah hal-hal yang harus diperhatikan agar kita mendapat ridho Allah dan dijauhi dari murka-Nya kucing.

Kucing, sebagian memiliki karakter dan wajah yang lucu dan menggemaskan. Namun bagaimana dengan seorang yang senang memelihara namun malah menelantarkannya?

Seperti kisah berikut ini adalah yang bertentangan dengan sifat kasih sayang dari seorang wanita yang mengurung seekor kucing tanpa memberi makan dan minum Ia menganiaya kucing tersebut, tidak memberinya makan.

Anak Kucing

Alangkah kejamnya orang yang demikian, memelihara hewan berarti harus memenuhi pula segala kebutuhannya. Karena dengan hanya gemar saja khawatir kucing akan merasa tersiksa dan terlantar. Sehingga jikalau kita akan memelihara makhluk hidup maka diharuskan untuk dapat mengetahui resiko dan keperluan yang disyaratkan.

Karena hukuman bagi mereka yang menyakiti atau menganiaya hewan yang lemah dan lucu ini, adalah siksa neraka.

Begitupun kisah kucing, sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW, bahkan kucing merupakan kesayangannya. Beliau sangat menyayanginya hingga ia selalu menjaganya dengan baik.

Oleh karena itu, sebelum kita memelihara kucing alangkah baiknya kita harus meniru bagaimana Rasul memelihara kucing.

Beliau memberi nama Kucing kesayangannya itu Mueeza. Suatu hari,ketika Nabi hendak berpergian dan ingin mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur di atas jubah Rosul. Sudah tau kan yang namanya kucing kesayangan kalau sedang tidur imutnya seperti apa? Tanpa ingin mengganggu kucing kesayangan Nabi itu terlelap, Nabi memotong sebelah lengan jubahNya yang di tiduri oleh Mueeza. Subhanallah. Mulia sekali perbuatan Nabi. Nabi pun pergi keluar rumah meninggalkan Mueeza yang sedang terlelap.

Ketika Nabi pulang kembali ke rumah, Mueeza terbanguKetika Nabi pulang kembali ke rumah, Mueeza terbangun,dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menunjukkan kasih sayangnya kepada Mueeza dengan mengelus lembut ke badan mungil Mueeza.n,dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menunjukkan kasih sayangnya kepada Mueeza dengan mengelus lembut ke badan mungil Mueeza.

Dalam aktivitas lain, ketika Nabi menerima tamu, Beliau selalu menggendong Mueeza, dan ketika duduk, Nabi meletakkan Mueeza di pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi suka adalah Ia selalu Mengeong ketika mendengar Adzan, seolah-olah suara meongannya terdengan mengikuti lantunan suara adzan. Bahkan Nabi pernah berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaannya sepeti menyayangi keluarganya sendiri.

Beberapa diantara orang terdekat nabi juga memelihara kucing. Aisya binti Abubakar Shiddiq,Istri nabi sangat menyayangi Kucing, dan merasa sangat kehiliangan dikala ditinggal pergi oleh Kucingnya.Kemudian orang terdekat Nabi yang juga suka dengan Kucing, adalah Abdurrahman Bin Sahkr al Azdi ,beliau diberi julukanAbu Huruyrah atau Bapak para kucing jantan,karena kegemarannya memlihara dan merawat berbagai kucing jantang di rumahnya.

Jadi dari kisah di atas, jika kita memiliki hewan peliharaan khususnya kucing, maka rawatlah dia dan sayangilah dia , karena itu merupakan tanggung jawab kita dan kewajiban kita sebagai majikannya. Dan Allah SWT menyukai orang yang mempunyai rasa kasihan dan penyayang, maka balasan yang diberikan Allah adalah syurga dan ganjaran yang baik. Semoga kita dilindungi Allah dari siksa dan kemurkaan-Nya. []

Dalam aktivitas lain, ketika Nabi menerima tamu, Beliau selalu menggendong Mueeza, dan ketika duduk, Nabi meletakkan Mueeza di pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi suka adalah Ia selalu Mengeong ketika mendengar Adzan, seolah-olah suara meongannya terdengan mengikuti lantunan suara adzan. Bahkan Nabi pernah berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaannya sepeti menyayangi keluarganya sendiri.

Beberapa diantara orang terdekat nabi juga memelihara kucing. Aisya binti Abubakar Shiddiq,Istri nabi sangat menyayangi Kucing, dan merasa sangat kehiliangan dikala ditinggal pergi oleh Kucingnya.Kemudian orang terdekat Nabi yang juga suka dengan Kucing, adalah Abdurrahman Bin Sahkr al Azdi ,beliau diberi julukanAbu Huruyrah atau Bapak para kucing jantan,karena kegemarannya memlihara dan merawat berbagai kucing jantang di rumahnya.

Jadi dari kisah di atas, jika kita memiliki hewan peliharaan khususnya kucing, maka rawatlah dia dan sayangilah dia , karena itu merupakan tanggung jawab kita dan kewajiban kita sebagai majikannya. Dan Allah SWT menyukai orang yang mempunyai rasa kasihan dan penyayang, maka balasan yang diberikan Allah adalah syurga dan ganjaran yang baik. Semoga kita dilindungi Allah dari siksa dan kemurkaan-Nya. []

Sumber: islampos

Larangan Mengusir Anak-Anak Dari Masjid Dengan Alasan Ribut?

SEBAGIAN pengurus masjid ada yang mengusir anak-Anak dengan alasan menggangu orang solat, apa hukumnya?

Cara nabi berinteraksi dengan anak-anak di masjid saat solat sangat berbeda jauh dengan kenyataan yang dilakukan oleh sebagian  oknum muslim terhadap anak-anak yang suka bermain di masjid.

Berikut kami sampaikan beberapa kasus penanganan yang dilakukan oleh Rasulullah pada anak-anak di masjid, agar kita dapat meneladani baginda Nabi saw.:

1. Sahabat Nabi yang bernama Syaddad ra. meriwayatkan, bahwa Rasulullah datang – ke masjid- mau solat Isya atau Zuhur atau Asar sambil membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lalu Nabi maju kedepan untuk mengimami solat dan meletakkan cucunya di sampingnya, kemudian nabi mengangkat takbiratul ihram memukai solat. Pada saat sujud, Nabi sujudnya sangat lama dan tidak biasanya, maka saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk melihat apa gerangan yang terjadi, dan benar saja, saya melihat cucu nabi sedang menunggangi belakang nabi yang sedang bersujud, setelah melihat kejadian itu saya kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai solat, orang-orang sibuk bertanya,

Wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami sempat mengira telah terjadi apa-apa atau baginda sedang menerima wahyu.” Rasulullah menjawab, “Tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan saya tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya”. (H.R. Nasa’i dan Hakim)

عن شداد رضي الله عنه قال: خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم في إحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسناً أو حسيناً، فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فوضعه عند قدمه ثم كبر للصلاة، فصلى، فسجد سجدة أطالها!! قال: فرفعت رأسي من بين الناس، فإذا الصبي على ظهر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ساجد! فرجعت إلى سجودي، فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة، قال الناس: يا رسول الله إنك سجدت سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو أنه يوحى إليك؟ قال: “كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني، فكرهت أن أعجله حتى يقضي حاجته” (رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي

2. Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya: Rasulullah sedang berkhutbah -di mimbar masjid- lalu -kedua cucunya- Hasan dan Husein datang -bermain-main ke masjid- dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan sempoyongan jatuh bangun- karena memang masih bayi-, lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (H.R Abu Daud)

وعن عبد الله بن بريدة عن أبيه رضي الله عنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأقبل الحسن والحسين رضي الله عنهما عليهما قميصان أحمران يعثران ويقومان، فنزل فأخذهما فصعد بهما المنبر، ثم قال: “صدق الله، إنما أموالكم وأولادكم فتنة، رأيت هذين فلم أصبر”، ثم أخذ في الخطبة (رواه أبو داود).

3. Dalam Hadis lain diceritakan, bahwa Rasulullah solat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai solat rasulullah memangku kedua cucunya itu. (H.R. Ibnu Khuzaimah)

وفي حديث آخر: كان الرسول صلى الله عليه وسلم يصلي، فإذا سجد وثب الحسن والحسين على ظهره، فإذا منعوهما أشار إليهم أن دعوهما، فلما قضى الصلاة وضعهما في حجره (رواه ابن خزيمة في صحيحه).

4. Abu Qatadah ra. mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau solat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (H.R. Bukhari Dan Muslim)

وقال أبو قتادة رضي الله عنه: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلمعلى عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها (رواه البخاري ومسلم).

5. Pada Riwayat Lain Dari Abu Qatadah, Mengatakan “……… pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah. Dan Rasulullah terus melakukan hal itu pada setiap rakaatnya sampai beliu selesai solat.” (H.R.Nasa’i)

وفي رواية أخرى عن أبي قتادة رضي الله عنه قال: بينما نحن جلوس في المسجد إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم يحمل أمامة بنت أبي العاص بن الربيع وأمها زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلموهي صبية يحملها، فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي على عاتقه يضعها إذا ركع ويعيدها إذا قام، حتى قضى صلاته يفعل ذلك بها (رواه النسائي).

6. Dalam hadis yang lain Rasulullah berkata, “Kalau sedang solat, terkadang saya ingin solatnya agak panjangan, tapi kalau sudah mendengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- maka sayapun menyingkat solat saya, karena saya tau betapa ibunya tidak enak hati dengan tangisan anaknya itu.” (H.R. Bukhari Dan Muslim)

وفي حديث آخر: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إني لأدخل في الصلاة وأنا أريد إطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوّز في صلاتي مما أعلم من شدة وجد أمه من بكائه” (رواه البخاري ومسلم).

7. Anas meriwayatkan, “Pernah Rasulullah solat, lalu beliau mendengar tangis bayi yang dibawa serta ibunya solat ke masjid, maka Rasulullah pun mempersingkat solatnya dengan hanya membaca surat ringan atau surat pendek.” (H.R. Muslim)

وفي رواية أخرى: قال أنس رضي الله عنه: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يسمع بكاء الصبي مع أمه وهو في الصلاة فيقرأ بالسورة الخفيفة أو بالسورة القصيرة (رواه مسلم).

8. Pada hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi memendekkan bacaannya pada saat solat subuh (dimana biasanya selalu panjang), lalu sahabat bertanya: Ya Raslullah mengapa solat kali ini singkat, tidak seperti biasanya? Rasulullah menjawab, “Saya mendengar suara tangis bayi, saya kira ibunya ikutan solat bersama kita, saya kasihan dengan ibunya.” (H.R. Ahmad)

وفي حديث آخر أن النبي صلى الله عليه وسلم: جوّز ذات يوم في الفجر أي خفففقيل: يا رسول الله، لم جوزت؟! قال: “سمعت بكاء صبي فظننت أن أمه معنا تصلي فأردت أن أفرغ له أمه” (رواه أحمد بإسناد صحيح).

9. Sahabat Nabi Yang Bernama Rabi’ menceritakan bahwa pada suatu pagi hari Asyura Rasululah mengirim pesan ke kampung-kampung sekitar kota Madinah, yang bunyinya “barang siapa yang sudah memulai puasa dari pagi tadi maka silahkan untuk menyelesaikan puasanya, dan bagi yang tidak puasa juga silahkan terus berbuka”. Sejak saat itu kami senantiasa terus berpuasa pada hari Asyura, begitu juga anak-anak kecil kami banyak yang ikutan berpuasa dengan kehendak Allah, dan kami pun ke masjid bersama anak-anak. Di masjid kami menyiapkan mainan khusus buat anak-anak yang terbuat dari wool. Kalau ada dari anak-anak itu yang tidak kuat berpuasa dan menangis minta makan maka kamipun memberi makanan bukaan untuknya.”

وعن الربيع بنت معوذ رضي الله عنها قالت: أرسل رسول الله صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: “من كان أصبح صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح مفطراً فليتم بقية يومه” فكنا بعد ذلك نصومه ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء الله، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها إياه عند الإفطار (رواه مسلم)،

Demikianlah betapa Rasulullah dan para sahabat memanjakan anak-anak di masjid meski lumayan seru karena yang namanya anak-anak pasti akan menimbulkan berbagai gangguan keributan dan tangisan yang menyebabkan solat atau ibadah jadi terganggu.

Namun, ada saja oknum pengurus masjid yang tetap ngotot ingin mengusir anak-anak dan menjauhkan mereka dari masjid dengan berdalil kepada hadis lemah yang berbunyi:

Jauhkan masjid anda dari anak-anak dan orang gila”

جنبوا مساجدكم صبيانكم ومجانينكم”

Hadis diatas lemah dan tidak jelas asalnya dari mana, sehingga tidak bisa dijadikan dalil”. Begitu kata para ulama Hadis, seperti Al-Bazzar dan Abdul Haq Al-Asybili. Sebagaimana Ahli Hadis Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Ibnu Al-Jauzi dan Al-Munziri dan Haitsami dan ulama-ulama lain juga melemahkan hadis tersebut. Banyak kalangan awam yang mengira bahwa hadis tersebut benar diriwayatkan dari Rasulullah sehingga membuat mereka senang benar mengusir anak-anak dari masjid dan sangat tidak suka kalau melihat anak-anak bermain di masjid. Ini adalah sikap dan tindakan yang sangat salah dan tidak benar.

Yang benar adalah Islam sangat peduli dengan anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua kerabat yang bertanggungjawab pada anak-anak untuk menyuruh anak-anaknya solat sejak umur 7 tahun. Dan tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak solat dan membaca Al-Quran dan hukum-hukum tajwid dan materi-materi keislaman lainnya, adalah Masjid.

Seperti itu petunjuk dan pedoman yang diajarkan Rasulullah pada ummatnya terkait interaksi kita kepada anak-anak di masjid. Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak dari masjid, sebab mereka adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.

Allah memerintahkan kita agar meneladani Rasulullah pada segala hal, baik terkait urusan dunia maupun akhirat, sehingga sudah selayaknyalah kita mengikuti dan meladani Rasulullah dalam membiasakan anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain di masjid, serta tidak membiarkan mereka ngumpul-ngumpul tidak jelas di ujung gang atau jalan yang hanya akan menyebabkan akhlak mereka menjadi buruk karena pengaruh lingkungan dan teman-teman mereka yang tidak sehat.

Dan andainya pun sebahagian anak-anak yang datang ke masjid sering menjadi gangguan bagi orang-orang yang sedang solat, baik karena suara tangisan mereka, jeritan dan lengkingan suara, namun jamaah masjid tidak boleh meresponnya dengan kasar atau memarah-marahi anak-anak tersebut atau orang tua anak-anak, yang hanya akan menambah-menambah keributan baru saja. Serahkan hal itu kepada para pengurus masjid atau remaja masjid untuk menyelesaikan masalah anak-anak tersebut dengan bijak dan baik seperti metode yang dilakukan oleh Rasulullah.

Dan yang perlu diingat dan dicatat dan diamalkan adalah sikap lemah lembut dalam menyelesaikan masalah anak-anak di masjid.

Rasulullah pernah bersabda, “Segalanya sesuatu yang dibarengi dengan kelembutan niscaya akan membuatnya menjadi lebih cantik dan indah. Jika kelembutan terenggut, segalannya akan menjadi rusak dan jelek.” (H.R. Muslim)

إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه” (رواه مسلم).

Rasulullah adalah teladan terbaik bagi kita. Pernah terjadi seorang arab badui masuk ke dapam masjid nabawi, lalu si badui buang air kecil di dalam masjid itu. Melihat si badui pipis di masjid maka para sahabat nabi ngamuk. Menanggapi hal ini Nabi pun menyelesaikannya dengan bijak dan lembut dan berkata, “Biarkanlah badui itu, nanti jika pipisnya sudah selesai mohon cuci dan siram kencingnya itu dengan air. Kalian -umat islam- ini diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (H.R. Bukhari Dan Muslim)

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قام أعرابي فبال في المسجد!! فتناوله الناس، فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم: “دعوه، وهريقوا على بوله سجلاً من ماء أو ذنوباً من ماء فإنما بعثتم ميسرين ولم تبعثوا معسرين” (رواه البخاري ومسلم).

Kesimpulannya, Islam melarang mengusir anak-anak keluar masjid, melainkan Islam mewajibkan umatnya membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar solat, belajar membaca Al-Quran, belajar tajwid dan belajar hukum syariat lainnya. [Translate: Kivlein Muhammad]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Judul Asli
طرد الأطفال من المسجد بحجة التشويش على المصلين
Penulis:
حسام الدين عفانه
نقلاً عن موقع فضيلة الشيخ حفظه الله.
التصنيف: فقه الصلاة
تاريخ النشر: 16 شوال 1429 (16/10/2008)
http://ar.islamway.net/fatwa/27890/

Masya Allah, Inilah Keajaiban Burung Gagak

KENAPA Allah memilih burung Gagak sebagai GURU pertama umat manusia dan tidak memilih makhluk-Nya yang lain?

Sebagai mana kita ketahui, bahwa peristiwa pembunuhan manusia pertama kali adalah antara dua anak Adam as, Qabil dan Habil Ketika Qabil membunuh Habil, karena tipu muslihat Iblis la’natullah yang menyusupkan rasa iri, dengki dan hasud kepada Adam dan seluruh keturunannya.

Kemudian Allah swt. mengirimkan burung Gagak untuk mengajarkan anak cucu Adam bagaimana menguburkan mayit sesama mereka.

Mengapa demikian?

Ilustrasi

Karena burung Gagak adalah burung paling pintar dan cerdik di dibandingkan dengan burung-burung lainnya. Dan Allah swt telah memberikan insting tentang keahliannya ini.

Setelah dilakukan penelitian, ternyata burung gagak memiliki ukuran otak yang lebih besar dibandingkan otak burung-burung yang lainnya. Dan burung gagak senantiasa hidup bersama kelompoknya sebagaimana manusia yang senantiasa bersosial dengan masyarakat.

Mereka memiliki pemimpin atau hakim yang akan menghukum yang melakukan kesalahan di antara mereka, inilah fitrah yang senantiasa diberikan Allah kepada burung Gagak.

Setiap kesalahan di antara burung Gagak memiliki hukuman masing-masing, berikut adalah contoh-contohnya:

1. Ketika salah satu di antara mereka mengambil jatah makanan untuk anak-anak Gagak, maka hukumannya adalah sekelompok Gagak akan mematukinya sampai bulu-bulu si Gagak habis sehingga Gagak tersebut gundul dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi seperti anak-anak Gagak sebelum dewasa.

2. Ketika seekor Gagak menyakiti perempuan Gagak yang lain, maka sekelompok Gagak akan menyerangnya dengan paruh-paruhnya hingga mati.

Adapun eksekusi hukuman dilakukan di tanah perkebunan atau di daerah yang luas, sehingga proses pengadilan disaksikan oleh kelompok mereka, dan Gagak terdakwa dibawa dengan penjagaan ketat oleh sekelompok Gagak lainnya yang mengelilinginya. Kemudian Gagak tersebut ditundukan kepalanya, diturunkan sayapnya dan ditahan untuk berkoak sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya.

Ketika Gagak terdakwa dijatuhi hukuman mati, maka Gagak-gagak lainnya akan menyerangnya dengan paruh-paruh mereka hingga mati.

Dan setelah Gagak itu mati, maka salah satu di antara mereka akan membawanya dan menggali lubang untuk menguburkannya dengan tanah sebagai penghormatan atas mayat.

Hingga saat ini, para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang seluk-beluk hewan mengatakan bahwa hanya Gagaklah yang mengubur mayat kawannya ketika mati.

Demikianlah bagaimana burung Gagak menegakan keadilah dari fitrah Ilahiyah, lebih baik daripada keadilan yang dimiliki oleh umat manusia.

Sumber: islampos

Inilah 21 Tanda Kiamat Yang Sudah Terjadi?

Tausiah Islami.com – KIAMAT adalah saat dunia ini berhenti berputar. Saat bumi dan alam semesta ini hancur berbenturan, hingga semuanya tidak ada yang tersisa kecuali Sang Maha Pencipta yakni Allah SWT.

Berkaiatan dengan datangnya hari kiamat, Ibn Mas’ud pernah bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasululullah, apakah datangnya hari kiamat disertai tanda-tanda kedatangannya?”tanya Ibn Mas’ud. Rasullullah menjawab, “Ya, wahai Ibn Mas’ud.”

Jadi kita sebagai Muslim harus mengetahui tanda-tandanya. Ada banyak tanda-tandanya. Di antaranya adalah:

Ilustrasi

1. Anak-anak menjadi penuh kemarahan
Dengan kata lain, mereka berani melawan orangtua mereka. Mereka tidak segan-segan berkata kasar dan menghardik orangtua mereka.

2. Hujan dapat membakar
Jika kita menganalisisnya, hal ini telah terjadi. Sekarang hujan asam semakin sering terjadi.

3. Orang-orang jahat bertebaran di muka bumi
Saat ini bukankah ada banyak orang jahat? Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya pelaku tindak kriminalitas dan pembunuhan sesama manusia.

4. Orang-orang akan mempercayai orang-orang yang berkhianat, sedangkan orang-orang yang dapat dipercaya dianggap sebagai pengkhianat

Saat ini banyak orang yang benar  dianggap sebagai pendusta dan seseorang yang menceritakan kebohongan dianggap sebagai orang yang benar.

5. Orang-orang akan memutuskan tali silaturahmi

Hal ini telah terjadi sekarang dimana orang-orang lebih senang tinggal di rumah dan menonton televisi, dan mereka enggan mengunjungi tetangga.

6. Orang-orang munafik akan berkuasa
Hal ini sudah terbukti saat ini. Banyak penguasa saat ini yang bermulut manis saat berkampanye, tapi dusta dan munafik saat ia sudah terpilih menduduki jabatan mereka.

7. Orang-orang yang berperangai buruk mengendalikan perdagangan
Hal ini sudah terbukti, dengan semakin menjamurnya pelaku bisnis yang tidak amanah dan tidak jujur dalam perdagangan.

8. Masjid-masjid dihias tapi hati manusia telah menjadi kotor
Jadi orang-orang yang beribadah di masjid tidak melakukan tazkiyah, meskipun masjidnya indah.

9. Orang-orang mukmin menjadi lebih terhina daripada kambing yang jelek
Saat ini banyak orang di dunia yang menistakan umat islam, bahkan mereka tak segan-segan untuk menghina kaum muslimin di depan umum.

10. Homoseksualitas dan lesbianisme tersebar luas
Perilaku menyimpang Homoseksualitas dan lesbianisme sudah semakin menyebar luas, bahkan golongan ini sudah ada komunitasnya.

11. Orang-orang muda mempunyai kekayaan besar-besaran
Orang-orang muda mempunyai kekayaan besar-besaran, misalnya Zuckerberg yang merupakan multi-bilyuner sebelum dia mencapai umur 30.

12. Adanya perkumpulan-perkumpulan untuk merusak wanita
Sekarang banyak organisasi wanita yang mengatakan ingin membebaskan wanita, namun mereka malah mempromosikan wanita untuk membuka auratnya. Misalnya kontes seperti Miss World dimana para wanita disuruh mempertontonkan auratnya dan memperlihatkan keindahan tubuhnya. Hal seperti ini justru menghancurkan kemuliaan wanita. Dalam Islam, wanita disuruh menutup auratnya agar kemuliaan dan kehormatannya terjaga. Namun yang dilakukan budaya zaman sekarang justru sebaliknya. Wanita malah disuruh untuk membuka auratnya. Dan auratnya tersebut menjadi tontonan orang banyak. Benar-benar dunia telah menjadi begitu sakit.

13. Terjadinya penghancuran peradaban dan penghancuran dunia
Saat ini banyak budaya barat yang di luar dari islam sudah menghancurkan dunia dan peradaban.

14. Instrumen musik akan tersebar luas dan Rasulullah bersabda bahwa instrumen musik akan ada di kepala manusia
Ini menakjubkan sekali. Bagaimana Rasulullah tahu tentang hal ini? Itulah yang dikatakan hadistnya, saya tidak mengarang-ngarangnya. Dikatakan bahwa “Di kepala mereka akan ada instrumen musik.” Siapa yang sangka? Tidak ada yang tahu apa itu artinya di zaman Rasulullah. Tapi sekarang kita melihatnya, semua orang dimana-mana mengenakan 
headphone dan earphone untuk mendengarkan musik.

15. Akan ada banyak penegak hukum
Saat ini maraknya penegak hukum, namun kuantitas penegak hukum saat ini tak lantas bisa memberikan keadilam bagi manusia. Bahkan saat ini muncul istilah hukum itu runcing ke bawah tapi tumpul ke atas. Artinya hukum berlaku hanya bagi rakyat miskin tapi tidak orang kaya dan mempunyai kekuasaan.

16. Maraknya penghinaan untuk membuat orang lain tertawa
Sekarang lihatlah semua acara TV dimana para pelawak hanya mencela orang-orang untuk membuat pemirsa di rumah tertawa.

17. Banyak anak-anak yang lahir karena perzinaan
Bahkan di negara ini sekarang lebih dari 50% anak SMA telah melakukan perzinaan. Luar biasa.

18. Rasulullah bersabda bahwa cobaan akan ditunjukkan kepada hati manusia seperti sajadah
Dia mempunyai dua garis, yang horizontal dan vertikal. Ini maksudnya adalah TV. Dan beginilah caranya setan menghancurkan hati manusia, dengan menunjukkan fitnah pada manusia dan gambar-gambar jelek pada TV. Setan melakukannya terus-menerus sampai manusia menjadi terbiasa dengan kekerasan yang ada dalam tayangan TV. Kita tidak lagi merasakan apapun ketika melihat kekerasan.

19. Rasulullah s.a.w bersabda, “Kamu akan melihat orang-orang dengan cambuk seperti ekor sapi. Mereka akan memukul manusia dengannya.”
Saat ini banyak kekejaman dan kedholiman penguasa dan orang tinggi terhadap manusia lemah yang memiliki kedudukan di bawah mereka.

20. Wanita yang berpakaian dan telanjang pada saat bersamaan

Mereka akan berjalan berlenggak-lenggok dan membuat menarik orang lain kepada mereka. Dia berkata bahwa rambut mereka akan seperti unta Bactrian. Unta itu tidak ada di Arab, melainkan berasal dari Persia. Wanita-wanita seperti itu tidak akan masuk surga.

21. Dia bersabda “Sebagian umatku akan meminum khamr dan memanggilnya dengan nama lain.”
Mereka mempunyai banyak nama panggilan untuk khamr. Dan ini sudah terjadi. Kita memanggil khamr dengan berbagai sebutan, misalnya vodka, tuak, martini, wine, anggur, bir, dan sebagainya.

Jadi inilah tanda-tanda dari hari kiamat yang sekarang telah terjadi. Ya Allah, Rasulullah telah berbicara benar dan nubuatnya menjadi kenyataan. Waallahu’alam []

Sumber: islampos

Wahai Istri, Semarah Apapun, Hindarkan Katakan 3 Kalimat Ini ke Suamimu! Nomor 2 Sering Terucap!

Tausiah Islami.com – Yang namanya perempuan, umumnya teramat sensitif dan gampang ngambek bila terjadi perihal tak disenanginya.

Namun demikian hai para perempuan sholehah, se-ngambek apapun dirimu, hindari ucapkan kalimat ini ke suami, dikarenakan dapat membuat diri kita tergolong dalam isteri yangg kuffur kepada suami, na’udzubillah…

1. “Kamu Tak Pernah Berlaku baik pada ku sama sekali!”

Pantaskah pernyataann ini dilontarkan ke suami? Coba renungkan kembali! Suami yang sudah banting tulang bekerja cari nafkah untuk keluarga, gara-gara sebuah kesalahan “kecil” yang tak kita senangi, lantas terucap kata tersebut?

2. “Apa sih bagusnya dirimu? Gak Ada!”

Sejelek-jeleknya seorang manusia, dapat dipastikan ada kebaikan dalam dirinya, dan dapat dipastikan ada perihal baik dalam dirinya, oleh sebab itu jangan sampai kita terucap kalimat ini.

Ilustrasi: Istri Marah Pada Suami

3. “Diriku Gak Pernah bahagia saat bersama mu!”

Realitanya, bahagia atau gak diri sendiri tidaklah bergantung dan menjadi tanggung jawab orang lain, melainkan diri pribadi. Maka sangat tak pantas bila kita terucap hal ini ke suami, karena jelas hal ini sangat menyakitkan perasaan suami.

Tahukah bahwa Rasulullah menyebutkan tidak sedikit perempuan masuk neraka dikarenakan perkataan-perkataan semacam itu?

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita”

Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?”

Baginda s.a.w menjawab : “Karena kekufuran mereka.”

Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?”

Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Oleh karena itu, mudah-mudahan bacaan singkat ini, dapat jadi pengingat kaum isteri supaya tak gegabah dalam mengucap kata-kata kepada suaminya meskipun saat ngambek.

Wallaahualam…

Bersalam-Salaman Sehabis Shalat, Apa Hukumnya?

Tausiah Islami.com – KITA sering melihat muslim dengan muslim lainnya saling bersalaman ketika selesai shalat. Sebagian mungkin melihatnya baik, karena dirinyan pun memang melakukan hal serupa. Namun terkadang sebagian berpandangan lain.

Lantas sebetulnya apa hukum bersalam-salaman sehabis shalat itu?

Perkara Ibadah Butuh Dalil
Sebelum membahas lebih lanjut, perlu dipahami bahwa dalam menetapkan suatu ibadah atau suatu tata cara dalam beribadah, butuh landasan hukum yang valid berupa dalil yang shahih. Baik ibadah yang berupa perkataan maupun perbuatan, harus dilandasi oleh nash dari Allah ataupun dari Rasulullah yang termaktub dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Adapun sekedar perkataan seseorang “ini adalah ibadah” atau “ini baik dan bagus” ini bukan landasan.

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak,” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak,” (HR. Muslim no. 1718).

Salam salaman Selesai Sholat

Selain itu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya ketika khutbah Jum’at atau khutbah yang lain beliau bersabda, “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan,” (HR. Muslim no. 867).

Sehingga para ulama memahami dari dalil-dalil ini bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali ada dalil yang mengesahkannya.

Fatwa Para Ulama Tentang Salam-Salaman Setelah Shalat
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab, “Salam-salaman yang demikian (rutin setelah shalat) tidak kami ketahui asalnya dari As Sunnah atau pun dari praktek para sahabat Nabi radhiallahu’anhum. Namun seseorang jika bersalaman setelah shalat bukan dalam rangka menganggap hal itu disyariatkan (setelah shalat), yaitu dalam rangka mempererat persaudaraan atau menumbuhkan rasa cinta, maka saya harap itu tidak mengapa. Karena memang orang-orang sudah biasa bersalaman untuk tujuan itu.

Adapun melakukannya karena anggapan bahwa hal itu dianjurkan (setelah shalat) maka hendaknya tidak dilakukan, dan tidak boleh dilakukan sampai terdapat dalil yang mengesahkan bahwa hal itu sunnah. Dan saya tidak mengetahui bahwa hal itu disunnahkan,” (Majmu’ Fatawa War Rasa-il, jilid 3, dinukil dari http://ar.islamway.net/fatwa/18117).

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz menyatakan, “Pada asalnya bersalam-salaman itu disyariatkan ketika bertemu antar sesama muslim. Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasa menyalami para sahabat nya jika bertemu dan para sahabat juga jika saling bertemu mereka bersalaman. Anas bin Malik radhiallahu’anhu dan Asy Sya’bi mengatakan, ‘Para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika saling bertemu mereka bersalaman, dan jika mereka datang dari safar mereka saling berpelukan’.”

Dan terdapat hadits shahih dalam Shahihain, bahwa Thalhah bin ‘Ubaidillah (salah satu dari 10 sahabat yang dijamin surga) datang dari pengajian bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menuju Ka’ab bin Malik radhiallahu’anhu yaitu ketika Ka’ab bertaubat kepada Allah (atas kesalahannya tidak ikut jihad, pent.). Thalhah pun bersalaman dengannya dan memberinya selamat atas taubatnya tersebut. Ini (budaya salaman) adalah perkara yang masyhur diantara kaum Muslimin di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ataupun sepeninggal beliau.

Dan terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon.”

Maka dianjurkan bersalam-salaman ketika bertemu di masjid atau di shaf. Jika belum sempat bersalaman sebelum shalat, maka hendaknya setelahnya sebagai bentuk keseriusan mengamalkan sunnah yang agung ini. Diantara hikmahnya juga ia dapat menguatkan ikatan cinta dan melunturkan kebencian. Namun, jika belum sempat bersalaman sebelum shalat, disyariatkan untuk bersalaman setelah shalat yaitu setelah membaca dzikir-dzikir setelah shalat (yang disyariatkan). []

Astaghfirullah, Hijab Punuk Unta, Tanda Akhir Zaman (SEMPATKAN BACA)

Tausiah Islami.com – ZAMAN sekarang ini, aneka jenis hijab telah merajalela. Hanya saja, kebanyakan dari gaya berhijab ini, bertentangan dengan apa yang ada dalam aturan Islam. Salah satunya ialah berjilboob dengan mengadakan punuk unta pada hijabnya.

Hijab punuk unta yaitu menggunakan hijab tetapi ada tonjolan dibelakangnya seperti punuk unta. Tonjolan itu dapat berupa rambut yang digelung maupun sesuatu sebagai pengganti rambut agar terdapat tonjolan itu. Misalnya saja berupa bantal kecil yang sengaja dimasukkan agar memperindah bentuk.

Melalui sabdanya, Rasulullah SAW telah memberitahukan kepada kita mengenai hal ini. Rasulullah SAW bersabda:
مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
۞رواه أحمد ومسلم في الصحيح ۞

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim), dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali),” (HR. Muslim dan yang lain).

Dalam hadits tersebut jelas bahwa wanita-wanita yang menggunakan punuk unta pada hijabnya termasuk golongan orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Mereka tidak akan mencium bau surga yang sebenarnya dalam jarak yang jauh sekali pun dapat tercium. Tapi, itu memang sudah ketetapan dari Allah SWT akibat kelakuan mereka sendiri. Mereka bangga dengan apa yang mereka pertontonkan. Padahal, dari perbuatan yang seperti itulah mereka telah berbuat kesalahan yang berakibat fatal bagi dirinya.

Hal tersebut telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW jauh sebelum hal itu terjadi. Tapi, Rasulullah memberitahukan kepada kita, bahwa salah satu tanda akhir zaman itu ialah adanya hijab punuk unta tersebut. Subhanallah, itulah kelebihan yang dimiliki oleh Nabi kita. Allah SWT telah memberi kabar akan adanya tanda akhir zaman itu melalui Nabi kita. Dan kini, apa yang disampaikan Nabi SAW itu benar adanya. Apakah mungkin akhir zaman itu telah mulai dekat? Wallahu ‘alam.

Untuk itu, kewajiban kita kepada sesama muslim ialah saling mengingatkan. Jadi, apabila kita melihat seseorang yang berhijab seperti itu, tidak ada salahnya apabila kita menegurnya. Karena, boleh jadi mereka tidak mengetahui ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya yang sebenarnya. Bila seseorang yang ditegur itu tidak mau mendengarkan nasihat kita, maka tidak menjadikan dosa kepada kita. Pada hakikatnya, kewajiban kita hanya mengingatkan saja, dan apabila hal itu telah dilakukan maka gugurlah kewajiban kita itu. Yang salah adalah apabila kita mendiamkan mereka tetap berada dalam kesalahannya.

Sumber: kurma.co