Hati-hati Memarkir Mobil, Sekarang Lagi Marak Pencuri Ban dan Pelek, Hanya Butuh 5 Menit Untuk Melepasnya!

Tausiahislami.com – Berbagai macam metode akan dilakukan oleh orang-orang jahat yang ingin mendapatkan uang secara cepat. Maka tak jarang kita baca berita tentang aksiu pencurian, perampokan, dan yang serupa.

Jika pencurian mobil atau sepeda motor mungkin sudah sering kita melihat beritanya dan telah banyak korban dan banyak juga pelaku curanmor yang telah tertangkap.

Namun baru-baru ini kejadian pencurian semakin heboh, pasalnya pencuri hanya mengambil bagian ban beserta velg lengkap dengan baut-bautnya.

Seperti foto yang diunggah Taufik Gunawan ini memperlihatkan sebuah mobil toyota putih yang sedang diparkir di depan sebuah ruko. Sekilas terlihat tidak ada yang salah, karena mobilnya masih utuh.

Tetapi coba lihat ke bagian ban! Tak ada satupun ban yang tersisa. Keempat bannya hilang beserta velg dan baut-bautnya.

Pemilik mobil seorang ibu muda itupun dibuat bingung dengan ulah para pencuri ban mobilnya. Ia terlihat sedang memegang smartphone berusaha menghubungi anggota keluarganya.

Melihat postingan ini, seorang netizen bernama Lutfi membenarkan bahwa kejadian itu berada di Makassar tepatnya di jalan Rappocini.

Beberapa netizen lainnya merasa geram dengan aksi ini, Ada juga netizen yang berkomentar bahwa untuk melepas keempat ban mobil ini hanya membutuhkan waktu sebentar saja, tidak sampai 5 menit.

“Gak sampe 5 menit ini, sewaktu masih kerja di Brunei sering kejadian” tulis Karyo dalam komentarnya.

Ada baiknya memang kita harus lebih waspada terhadap kendaraan kita supaya terhindar dari aksi pencurian. Berikut ada beberapa tips dari kami:

1. Parkir di tempat yang aman

Jangan sekali kali memarkirkan mobil di lokasi yang rawan aksi pencurian dan luput dari pandangan mata anda. Sangat disarankan anda memarkirkan mobil di lokasi tempat parkir resmi atau jika disekitar anda tidak ditemukan lokasi parkir, setidaknya anda memarkirkan mobil yang bisa kalian pantau dari jauh.

2. Memasang alat pengunci velg dan baut

Bila anda tidak menemukan parkiran mobil yang sekiranya aman dan harus meninggalkan kendaraan di lokasi yang anda sendiri ragu untuk memarkirkan mobil, kalian bisa memanfaatkan alat pengunci roda yang dilengkapi dengan penutup baut roda sehingga hal ini akan membuat pencuri menjadi kesulitan jika akan mencuri velg kendaraan sehingga mereka lebih memilih kendaraan lain yang dijadikan sasaran selanjutnya.

3. Mengganti baut standar dengan baut khusus anti maling ( lock nut )

Di beberapa toko variasi mobil biasanya menjual baut mobil yang didesain secara khusus, dimana dalam paket penjualannya selalu dilengkapi dengan kunci shock pembuka yang khusus pula. Jadi dengan anda mengganti mur roda dengan mur aftermarket anti theft ini, akan membuat si pencuri menjadi kesulitan untuk membuka mur pengikat velg.

Sumber:
siarberita

Ini Jawaban Cerdas Alyssa Soebandono Saat Anaknya Diejek

Tausiah Islami.com – BEBERAPA waktu lalu, bintang sinetron Alyssa Soebandono mendapatkan komentar kurang menyenangkan di Instagramnya. Komentar itu terkait unggahan fotonya di akun sosial media tersebut.

“Masya Allah, dua jagoan Bunda. Doakan agar menjadi anak-anak saleh yah. Aamiin,” tulis wanita 25 tahun itu sebagai keterangan foto yang diunggahnya, Sabtu (11/11/2017).

Di foto tersebut terlihat Alyssa bersama Dude Herlino, suaminya dan Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino, anak pertamanya.
Sekilas memang tidak ada yang salah dengan foto tersebut. Si sulung Riendra terlihat lucu memamerkan kedua gigi depannya. Namun, dari sanalah komen yang tidak menyenangkan itu muncul.

“Ih giginya jelek sama kayak mamanya,” tulis akun @nurvianti.

Alyssa Soebandono puntidak tinggal diam. Namun, pesinetron yang berhasil menempuh pendidikan hingga magister itu, merespon dengan komentar yang cerdas.

Begini balasan Alyssa atas komen tersebut:

“@nurvinawati Mba, nanti suatu saat kalau mba sudah punya anak, hal pertama yang kita lakukan bersyukur karena anak terlahir dalam keadaan sehat, tidak kekurangan apapun. Mau bentuk rupanya seperti apa, giginya besar atau kecil, rambut tebal atau tipis, itu semua ciptaan Allah,” tulis wanita kelahiran 25 Desember 1991 itu.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya selalu bersyukur dengan apa yang sudah dimilikinya saat ini.
“Saya sangat bersyukur karena kehadiran buah hati saya sangat menjadikan hidup saya lebih berwarna dan terasa lebih lengkap. Tapi kalau kita berpikir lagi, sebenarnya kita harus selalu mensyukuri apapun yang ada di kehidupan ini,” papar wanita yang mantap berhijab sejak menikah dengan aktor Dude Herlino itu.

“Dan dari bersyukur saya belajar, bahwa Allah telah memberikan lebih dari apa yang saya bayangkan. Saya juga sangat bersyukur diberikan amanah dua jagoan yang harus saya jaga dan didik. Doakan agar saya berhasil ya mba.. Karena doa saya sebagai Bunda dari anak-anak adalah ingin mereka menjadi anak saleh yang insya Allah bisa jauh lebih baik dari orangtuanya,” lanjutnya artis yang kini sudah menjadi ibu dari dua anak tersebut.

“Walaupun saya menyadari bahwa tidak akan pernah ada manusia yang sempurna. Maka dari itu, saya sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan selama ini,” pungkasnya.[]

Sumber: islampos

Fenomena Pasang Lepas Jilbab

Tausiah Islami.com – UNTUK kesekian kalinya, tanah air kembali dibuat heboh dengan kabar seorang selebriti yang melepas jilbabnya, setelah kurang lebih setahun lalu memutuskan untuk mengenakan jilbab.

Berbagai reaksi terkait hal ini, muncul ke permukaan. Sebagian orang menghakimi dengan sadis. Sebagian lagi menunjukkan ekspresi kecewa seraya memanjatkan doa agar hidayah kembali terpeluk oleh sang figur masyarakat. Dan mirisnya lagi, ada juga yang mendukung keputusan tersebut.

Sejatinya, kasus pasang-lepas jilbab itu tak hanya sering terjadi di lingkungan artis. Kalau kita mau lebih peka, tentu di sekitar kita pun hal tersebut kerap terjadi.

Sebut saja, mereka yang hanya menutup auratnya saat pergi ke sekolah, kampus, kantor. Untuk kemudian di kehidupan sehari-hari seperti ke warung, ke mall, ke rumah tetangga atau teman, merasa wajar-wajar saja jika tidak berhijab. Seolah-olah kewajiban berhijab hanya berlaku di tempat-tempat resmi saja.

Lagi, kalau kita peka.

Esensi berhijab kembali dipertanyakan ketika dalam kehidupan sehari-hari seseorang telah berhijab, namun tetap memasang atau meng-upload foto tanpa hijabnya di media sosial.

Saya pernah mengingatkan seorang teman ketika memasang fotonya yang tidak berjilbab di salah satu aplikasi chat. Lantas dia menjawab, bahwa friendlist-nya perempuan semua, makanya dia berani pasang foto tanpa hijab. Tapi kepikiran nggak, kalo bisa saja satu dari beberapa teman perempuannya tadi, iseng menyimpan fotonya tersebut? Dan bukannya tidak mungkin atas alasan tertentu, suatu hari temannya tadi tidak amanah dan menyebarluaskan foto tanpa hijabnya?

Keputusan berhijab seyogyanya disertai dengan pertimbangan yang matang dan kesadaran yang paripurna bahwa hal tersebut adalah satu dari sekian banyak kewajiban seorang muslimah yang harus dipenuhi.

Tak hanya itu, keputusan berjilbab sejatinya menguji tingkat kelabilan/kedewasaan seseorang. Tentang seberapa dalam ia ‘sudah memahami’ bahwa hal tersebut memang suatu kewajiban dan harus jadi bagian dari prinsip hidup yang ia jaga. Sebab berjilbab, bukan cuma perkara menutup kepala dengan sehelai kain. Menghijabi tubuh adalah salah satu bentuk ekspresi ketaatan seorang hamba pada Rabb-nya.

Dan yang terakhir, perkara hidayah tentu tak bisa kita lepaskan terkait kasus satu ini. Tersebab berhijab adalah bagian dari ibadah yang ditampakkan secara fisik, sekaligus terpatri sebagai prinsip hidup.

Jangankan berhijab, bukankah sudah sering kita mendengar kisah seorang lelaki alim yang pada akhirnya terjerat 3 dosa besar yakni; meminum khamr, berzina dan membunuh?

Terkadang, seseorang dengan kadar keilmuan yang sudah tinggi pun bisa saja tergelincir pada lembah kemaksiatan. Bukan karena dia tak paham ilmunya, bukan. Tapi karena hidayah itu sedang atau sudah terlepas dari dalam dirinya.

Untuk itu pada akhirnya kita kembali pada, “Hidayah itu mutlak hak prerogatif Allah”. Kalau Allah sudah berkehendak menurunkan hidayah pada seseorang, maka tak ada satu pun makhluk bumi maupun langit yang mampu menyesatkannya. Pun sebaliknya, jika Allah sudah mencabut hidayah itu, takkan kita temukan satu makhluk pun di semesta ini yang mampu meyakinkan sebuah kebenaran padanya.

Wallahu A’lam Bisshowab. []

Sumber: Islampos.com

Mirip Halaman Skripsi Tapi Isi Iklan Go-Jek ini Parah ‘Ngena’ Banget Hingga Banjir Pujian

Hingga iklan GO-Jek ini menuai banjiran pujian dari banyak netizen, karena isinya yang dianggap ‘ngena’ banget, seperti seakan-akan Go-Jek itu sebagai mempermudah hidup, penasaran isinya seperti apa?

Iklan kreatif yang mirip halam skripsi ini kemudian menjadi viral dan memperoleh pujian dari warganet

Untuk mendapat perhatian dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasanya, sebuah perusahaan memang harus punya inovasi yang beda dengan yang lainnya.

Selain inovasi, iklan atau promosi produk juga sebisa mungkin dibuat beda, kalau kata anak zaman now sih yang antimainstream.

Hal ini sepertinya dipahami betul oleh salah satu perusahaan ojek online asli Indonesia yang namanya sudah mendunia.

Mereka dengan cerdas memasang iklan dalam bentuk halaman kertas di baliho raksasa.

Dalam narasinya, pihak perusahaan menggambarkan enaknya bisa kemana-mana tepat waktu di tengah macetnya ibu kota.

Dalam narasinya, pihak perusahaan menggambarkan enaknya bisa kemana-mana tepat waktu di tengah macetnya ibu kota.

Panjang sih, tapi menarik untuk dibaca apalagi kalau pas macet di wilayah Kuningan, Jakarta

Asli ini iklan terbagusnya @gojekindonesia sumber grup ahensi,” tulis akun @supersakid yang mengunggah foto baliho iklan tersebut.

Iklan kreatif yang mirip halam skripsi ini kemudian menjadi viral dan memperoleh pujian dari warganet.

Banyak yang bilang itu iklan kreatif banget dan keren. Copywriternya pun juga nggak lupa kebagian pujian.

“PLIS mau kenalan sama copywriter Go-jek aku makin ngefans setelah slider pengabdi ketan di app gojek,” puji @waitatiri seperti dilansir brilio.net, Jumat (27/10).

“Ah puchlinenya suka deh… walaupun iklannya kayak artikel tapi ngena parah,” imbuh @mumukhsin.

Kreatif sih, tapi apa nggak ganggu konsentrasi ya?

 

Sumber: muslimpedia.xyz