(VIDEO) Kakek Meninggal di Masjid Saat Sujud, Ini Amalan Rahasia yang Dilakukan Semasa Hidup

Pada hari Selasa 4 Rabi’uts Tsani 1438 / 3 Januari 2017 tepatnya malam Rabu ada sebuah kejadian yang kemudian menjadi berita heboh, yaitu seorang laki tua meninggal dunia dalam keadaan sujud.

Bapak Miftah Arifin (usia sekitar 63 tahun) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan bersujud ketika shalat ba’diyah Isya’ di sebuah masjid wilayah Lawang Malang Jawa Timur.

Masya Allah, sungguh kematian yang sangat indah dan akhir umur yang baik atau husnul khatimah.

Alm. bapak Miftah (kanan) bersama ustadz Abdullah Hadrami

Kunci Amalan Rahasia

Salah seorang sepupu Beliau bernama Bapak Syarif Hidayat dan istrinya adalah termasuk jama’ah majelis taklim kami yang cukup aktif.

Dan alhamdulillah tadi pada saat kajian di sebuah masjid kami sempat ngobrol dengan Bapak Syarif Hidayat tentang kematian sepupu Beliau yang amat sangat indah itu.

Kami bertanya, apa amalan Bapak Miftah Arifin rahimahullah sehingga Beliau meninggal dunia dalam keadaan sedang bersujud, tentu Beliau mempunyai amalan-amalan yang baik.

Bapak Syarif Hidayat menjelaskan bahwa almarhum adalah seorang ahli masjid yang sabar dan suka membantu perawatan jenazah ketika ada orang meninggal dunia. Subhanallah..!

Sunggu amalan yang luar biasa dan patut kita contoh. Tiga amalan yang membawa menuju husnul khatimah, yaitu;

1. Rajin ke masjid dan selalu shalat berjama’ah di masjid.

2. Sabar dalam menjalani kehidupan ini.

3. Suka membantu orang lain termasuk perawatan jenazah.

Inilah tiga amalan yang perlu kita tekuni dan ketiganya adalah amalan yang harus kita seriusi dalam mengamalkannya.

Boleh jadi, Bapak Miftah Arifin rahimahullah masih mempunyai amalan-amalan lain tersembunyi yang tidak diketahui orang banyak yang amalan tersebut dikabulkan oleh Allah.

Simak Videonya Berikut Ini

 

Posted by Abdullah Sholeh Hadrami on Thursday, 5 January 2017

Oh ya, almarhum pekerjaannya sehari-hari adalah pedagang kambing di daerah Lawang.

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat dan mampu memberikan informasi, motivasi dan inspirasi, aamiin.

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

Tak Pernah Berangkat Haji, Orang Ini Kaget Melihat Foto-foto Dirinya Di Tanah Suci

Duit lebihan belanja yang dihimpun sepanjang kira – kira 5 tahun, tampaknya sudah terkumpul sampai menggapai 2 puluh juta lebih.

tekad bundar buat penuhi panggilan – nya ke tanah suci, jadi impian yang tidak terbedung, berharap dikasih kesehatan dan juga kekokohan iman buat dapat hingga ke ka’bah.

mendung yang mengepul pagi itu, memulai hari memburamkan atmosfer, orang – orang jadi malas buat sekadar keluar rumah, tetapi tidak untuk pak iman (bukan nama sesungguhnya). berbarengan istri dan juga kedua anaknya, dia terencana keluar rumah bakal ke bank syariah buat menaruh duit guna berangkat haji.

kala bakal berjalan mengarah jalur raya menunggu angkutan universal, ia memandang becak melintas dengan bawa tetangganya yang terkulai lemas tidak sadarkan diri.

si istri yang tengah menemaninya, bermuka berkecil hati bercampur panik, belumlah sangat jauh, pak iman mendatangi dan juga bertanya,

“pak parmin mengapa, bu? ”

“sakit, pak. sudah 3 hari dadanya merasa sakit”

***

sore hari kala tengah bersantai di teras, istri pak parmin, tiba mendatangi dengan kondisi berkecil hati. ia menceritakan kalau dikala ini keadaan suaminya dalam kondisi kritis, terdapat penyempitan dibagian paru – parunya, dan juga wajib dioperasi.

tidak tanggung tanggung, pengeluaran yang dibutuhkan buat pembedahan tersebut sebesar 2 puluh juta rupiah.

sehabis semalaman bermusyawaroh dengan istrinya, kesimpulannya pak iman memutuskan mengambil berulang duit simpanan dan juga meminjamkannya ke keluarga pa parmin buat pengeluaran pembedahan.

***

2 tahun setelah itu, sehabis masa haji lalu, orang – orang yang tengah berangkat haji telah kebali kembali ke tanah air.

di suatu masjid, pak iman yang tengah dalam ekspedisi kembali menyempatkan diri buat melakukan sholat asyar.

kala bakal melanjutkan perjalan kembali ke rumah, pak iman disapa oleh seseorang pria.

“masya allah…, pak haji. alhamdulillah kita ketemu lagi di mari. sebentar rumah ayah di zona mari? ” tanya lelaki itu seakan sudah akrab dengan pak iman.

sapaan pak haji yang diucapkan dan dekapan dan juga kalimat – kalimat keakraban yang seolah – olah telah tahu lama, membikin pak iman terus menjadi bimbang.

“maaf, pak! ayah ini siapa ya? kayaknya ayah salah orang” ucap pak iman limbung.

“ah… masa pak haji kurang ingat, ini aku pak haji rohman, yang dahulu waktu di ka’bah kita bareng, sholat di masjid waktu ibadah haji kita bareng” ucapnya gamblang.

“masya allah… maaf, pak! ayah beneran salah orang, aku belum sempat berangkat haji! ”

“ah… tidak bisa jadi aku salah orang, pak! ayah ini, pak haji iman kan! ”

“iyah benar, ayah ketahui nama aku dari mana? ”

“lah… tadi kan aku bilang, kita haji bareng, pak! ketemu di sana”

“oh iya, pak aku ingat sempat janji ke ayah buat mengirim potret – potret kita waktu disitu, inginnya ingin aku kirim, hanya kebetulan alamat pak iman yang dahulu sempat dikasih ke aku, lenyap pak”lanjutnya

pak iman seorang diri masih kebimbangan.

“gini aja, pak! saya ajak bapa ke rumah aku dahulu sebentar, nanti pulangnya aku antar! ”

karna penasaran, pak iman juga menjajaki perkataan pak rohman, tadi.

sesampainya di rumah pak rohman, pak iman kaget memandang potret – potret pribadinya yang tengah menunaikan ibadah haji.

pak iman juga kembali dengan bawa potret – potret pribadinya, sehabis memperlihatkan ke istri dan juga anaknya, seisi rumah terasa haru dan juga bercampur bimbang.

kesimpulannya, pak iman menghadiri seseorang alim ulama. bagi dia, dapat jadi itu malaikat yang diserupakan oleh allah subhanahuwata’ala buat menunaikan haji mengubah keberangkatan pak iman karna membantu tetangganya yang lagi sakit.

cerita ini penulis dengar kala menjajaki pengajian subuh di mushola baitul ma’arif pada pertengahan bulan desember 2008.

indramayu, 16 desember 2017

( sumber: http:// cerpenhati. com/kongsi/tak-pernah-berangkat-haji-orang-ini-kaget-melihat-foto-foto-dirinya-di-tanah-suci/ )

Pria Ini Hadiri Ulang Tahun Sahabatnya Saat Anaknya Rewel Di Cekoki Miras, Lihat Videonya

Media sosial berulang dihebohkan dengan beredarnya suatu video seseorang laki – laki dengan anak kecil yang masih bayi lagi minum miras.
nampak seseorang laki – laki mengenakan pakaian gelap menggendong anak pria yang masih bayi.

dilansir dari news. rakyatku. com, dia menggambarkan menimpa kronologi kejadian itu di account instagramnya @stevensofyanlfc_.

dia mencertiakan kalau dia lagi mendatangi kegiatan ulang tahun teman – temannya dengan bawa anak – anaknya.

” aku mendatangi hari ulang tahun teman aku, tetapi itu anak aku rewel memohon botol bir itu. aku kasih botol yang lain tidak ingin, ” kata si bapak menggambarkan.

” tamu ramai, anak aku merengek – rengek. benar aku kasih botolnya, tetapi aku ketahui batasnya hingga di mana, kesimpulannya tidak hingga keminum. gak terdapat orang tua yang ingin menyesatkan anaknya, ” tambahnya lagi.

dia pula mengaku kaget, mengapa dapat seketika video itu tiba – tiba viral. dia pula tidak menyangka, rekaman video itu hendak disebarkan oleh sahabtanya seorang diri yang merekam aksinya itu.

” asal mula peristiwa itu, aku tidak ketahui hingga dapat viral serupa ini. aku bagaikan orang tua, ini atas nama keluarga aku memohon maaf yang sebesar – besarnya. dan juga anak aku tidak minum bir itu dan juga tidak mabuk, ” ucapnya.
di account instagram itu pula, diupload video yang memperlihatkan anaknya itu tidak dalam kondisi mabuk.

” ini merupakan video sehabis anak itu sehabis pindah ketempat dari tempat sebelumnya. ia baik baik saja, ga mabuk, ya karna emg air beer itu ga masuk ke mulut balita itu, ” tulis account instagram itu.

sayangnya video sudah di hapus dari instagram.

 

sumber: wajibbaca. com

Kisah Perjuangan Balita ini yang Hidup Dengan “Jantung Diluar” Bikin Terharu Lihatnya

Semoga cepat sembuh…Agar bisa menjalani hidup dengan normal

Cobaan memilukan yang tengah dialami oleh balita ini yang harus hidup dengan “jantung diluar” sampai harus melakukan operasi 3 kali. Jadi terharu lihatnya dan beginilah kondisinya saat ini.

Mengutip detik.com, bayi perempuan asal Inggris, Vanellope membuat banyak orang terharu dengan kisahnya. Ia lahir dengan kondisi jantung berada di luar dada. Vanellope pun harus berjuang dengan alat khusus untuk tetap hidup.

Kamis (14/12/2017), Vanellope lahir dalam kondisi medis yang langka. Orang tuanya telah menemukan hal itu saat melakukan USG di usia 16 minggu.

“Ini adalah keadaan yang luar biasa. Saat kami mendengar suaranya, kami mencoba untuk menangis sedikit mungkin,” ujar orang tua Vanellope.

Tim dokter yang merawat Vanellope menyebut kondisi itu dalam istilah medis adalah “ECTOPIA CORDIS”

“Dia berjuang dengan caranya sendiri. Saat mereka (dokter) bilang tidak bisa diselesaikan, dia melakukannya,” kata orang tua Vanellope.

Saat ini Vanellope menjalani prosedur operasi selama tiga kali untuk memasukan jantungnya kembali ke dalam tubuh. Ke depannya, ia juga menghadapi banyak operasi.

Semoga cepat sembuh ya. Dan pihak keluarga diberi kesabaran agar tetap tegar dalam mengahdapi cobaan yang dialami oleh anaknya.

Sumber: wajibbaca.com

Kepala Pria Ini Penyok Setelah Terkena Sinar Matahari, Ini Alasannya

Seorang pria bernama Dane Huckabay mengalami hal yang mengejutkan. Setelah mencukur habis rambut dan kemudian berjemur, kepala pria yang lahir di Texas itu mengalami hal yang aneh.

Dilansir dari IDN Times, pria ini kaget karena kepalanya menjadi penyok setelah berjemur lama.

Semua berawal ketika Dane penasaran apa yang terjadi pada manusia jika berjemur dalam waktu lama tanpa menggunakan sunblock atau penahan sinar matahari.

Untuk itu, ia mencukur habis rambutnya dan memulai eksperimen tersebut dari pagi hingga sore hari, atau menghabiskan waktu kurang lebih 14 jam. Aksi berbahaya itu dilakukan demi menuntaskan rasa penasaran.

Menurutnya, kepalanya menjadi terasa lebih elastis dan juga sedikit merah membengkak. Kemudian, ia mengambil beberapa foto kolase dan mengirimkan melalui media sosial pribadinya di Twitter CadeHuckabay dalam bentuk kolase.

Di gambar terakhir, terlihat jika kepalanya ditekan dan membentuk seperti sebuah lubang yang cukup mengerikan. Ternyata berbahaya berjemur tanpa menggunakan sunblock.

 Dane merasa sedikit sakit ketika penyok tersebut muncul tepat di jidatnya. Kemudian, ia mengatakan jika lubang tersebut bertahan hingga lebih dari 30 menit. Namun, hal itu belum seberapa. Karena pria asal Amerika Serikat tersebut juga merasakan perih hingga seminggu setelah percobaan itu.

Tetapi dengan menggunakan es batu, sakit tersebut terasa sedikit ringan. Fotonya menjadi viral di dunia maya hingga disukai ratusan ribu orang di dunia maya. Meskipun belum tahu kebenaran info ini dari segi medis, namun berjemur menggunakan sunblock itu penting banget lho. []

Sumber: inspiradata.com

“Jangan Berhutang dan Jangan Terkena Sinar Matahari” Pesan Sang Ayah untuk Anaknya (KISAH INSPIRATIF)

Kali ini kami sampaikan sebuah kisah tentang pesan seorang ayah untuk kedua anak laki-lakinya.

Akhir-akhir ini keadaan sang ayah semakin memburuk dan tak kunjung sembuh, tentu saja hal ini membuat kedua anak laki-lakinya serta istrinya merasa sangat sedih dan tak rela jika harus kehilangan sang ayah..

Karena ia merasa umurnya sudah tidak lama lagi, ia kemudian memanggil kedua putra nya tersebut untuk menyampaikan pesan dan wasiat kepada mereka berdua.

“Duhai anak-anaku yang gagah perkasa. Saya hanya bisa menitip pesan buat kalian agar bisa sukses kelak. Pertama; jangan pernah berhutang. Kedua, jangan pernah terkena sinar matahari.”

Pesan yang di sampaikan sang ayah ini, menjadi penyemangat hidupnya mereka berdua selalu mengingat pesan ini kemanapun mereka melangkahkan kaki.

Selain memberikan pesan kepada kedua putra nya tersebut, sang ayah juga memberikan pesan kepada isrinya “tidak usah mengajarinya, cukup awasi saja mereka dengan baik pesanku tadi sudah lebih dari cukup”. Setelah itu tangis dari kedua putra nya dan sang istri meledak tidak tertolong, sang ayah yang bijak ini pun meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Selang waktu kurang lebih 10 tahun kemudian, sang ibu mendatangi anak laki-laki nya yang pertama, Namun anak nya tersebut nampak sedih dan dirundung pilu. kemudian bertanyalah sang ibu pada anaknya tersebut, ““Ada apa denganmu nak? Kenapa keadaan kamu seperti ini?”

Sang anak pun menjawab dengan nada lirih dan tidak bersemangat, “Saya senantiasa patuh dan menjalankan pesan ayah dengan baik. Saya tidak pernah meminjam dan berutang kepada orang lain, akhirnya usaha saya tidak bisa berjalan dengan baik karena saya butuh modal, tapi sayang pesan ayah melarang berutang ke orang lain. Ibu, saya juga tidak pernah terkena sinar matahari. Saat ke kantor, saya naik taksi, kalau lebih jauh saya menyewa kendaraan. Kalau menyeberangi lautan kadang saya menyewa helikopter. Inilah juga yang menghabiskan harta saya.”

Setelah itu, sang ibu mendatangi anak laki-lakinya yang kedua, berbeda dengan anak laki-lakinya yang pertama anak nya yang kedua ini lebih kelihatan segar dan bersemangat nampak tak ada beban dalam dirinya, Kehidupannya sukses, usahanya berjalan lancar, bahkan anak-anaknya sudah memiliki masing-masing satu perusahaan sendiri. Ibu lalu bertanya, kenapa kamu berbeda dengan kakakmu?

Lalu dengan senyum nya yang lebar anak ini menjawab, “saya mematuhi segala yang di pesankan oleh ayah bu… saya tidak pernah berhutang dan saya tidak pernah terkena sinar matahari”.
Saya pergi bekerja setelah solat subuh dan pulang kerja setelah solat magrib. istri dan anak saya pun saya ajak bekerja sama. Saya tidak pernah berhutang dan meminjam uang kepada orang lain, karena dengan berhutang akan menjadi kebiasaan untuk kita selalu berhutang nantinya dan hal itu tentu akan menyusahkan kita sendiri. Saya berusaha dari nol, meski dengan modal sedikit, berusaha bangkit, menabung dan menabung.”

Itulah, terkadang 2 orang atau lebih yang mendengar kalimat yang sama namun memahaminya secara berbeda. Dua anak laki-laki tadi sama-sama mendengar nasehat sang ayah namun keduanya punya pemahaman berbeda satu sama lain. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita kedepannya, Semoga Bermanfaat…

Sumber : muslimah-id.com

Kisah Nyata: Calon Mertua Menolak Jadikan Menantu Karena Dianggap Mandul, Namun Setelah Menikah Malah Lahirkan 3 Bayi Kembar

Sebuah kisah nyata yang dulu sempat viral di media sosial. Seorang perempuan yang mendambakan berkeluarga sampai ditolak oleh calon mertua sebab usianya yang telah diatas 30 tahun. Namun yang terjadi sungguh diluar kuasa kita, Masya Allah.

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun. Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab, Benar.

Lalu ia berkata, Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?

Aku menjawab, usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.

Ibunya berkata lagi, Iya, sama saja. Usiamu sudah lewat 30 tahun. Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis. Sementara aku ingin sekali menimang cucu!

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya. Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah. Aku duduk menangis, berlutut di depan Kabah. Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik. Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.

Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat: “Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”, (QS. An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu. Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.

Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”, (QS. Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang. Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.

Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda. Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?

Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang. Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi. Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku.

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asyik-asyik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara meneleponku.

Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku. Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini. Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.

Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya, aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu. Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.

Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri. Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.

Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaanku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan. Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman. Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas. Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya. Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab: Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.

Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.

Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah. Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya: “Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?”

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan. Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkanku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”, (QS. Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (QS. Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah di atas.

Sumber:
siarberita

4 Fakta Di Balik Pasutri Pakai Uang Koin Beli Ninja 250

Tausiah Islami.com – Publik dihebohkan dengan berita pasangan suami-istri asal Magetan, Jawa Timur yang membeli sepeda motor Kawasaki Ninja menggunakan uang koin hasil tabungannya.

Pasangan suami istri bernama Eko Margono dan Ernawati ini membeli sepeda motor Ninja 250 dengan uang koin yang totalnya mencapai Rp 42 juta. Kisah pasutri membeli motor ini mendadak viral di media sosial.

Lantas apa alasan keduanya memilih membayar pakai uang koin? Simak lima faktanya berikut ini:

1. Ditabung Selama Dua Tahun
Uang-uang koin yang didapatkan Eko dikumpulkan dan ditabung oleh sang istri dengan memisahkan uang pecahan seribu dan limaratus rupiah ke dalam kantong plastik.

Hal tersebut dilakukan keduanya selama dua tahun.

“Saya masukan setiap hari. Jumlahnya nggak pasti kadang Rp 60 ribu, kadang Rp 100 ribu,” ujar Eko.

2. Uang Hasil Usaha Penggilingan Daging
Melansir dari Surya.co.id, Eko sehari-hari bekerja sebagai penjual daging giling.

Kurang lebih ada 100 pedagang bakso pentol di Magetan yang jadi pelanggannya.

Setiap hari para pedagang tersebut membayar daging giling menggunakan uang koin. Dari sanalah Eko mendapatkan banyak sekali uang koin.

“Saya mempunyai usaha penggilingan bakso. Uang recehan itu dari para pedagang pentol. Mereka kan punya receh banyak dari anak-anak, yang beli pentol,” ujar Eko.

3. Pemilik Dealer Kaget
Kembali melansir laman Surya.co.id, pemilik Dealer motor Kawasaki Madiun yang memiliki cabang di Magetan dan Ngawi, Heru Erlangga, mengaku kaget saat mengetahui ada yang mau membeli motor menggunakan uang koin.

“Ya kaget, saya membayangkan menghitungnya sedemikian sulitnya,” ujar Heru.

4. Permintaan Anak
Sedangkan alasan Eko dan Ernawati membeli motor sport Ninja 250 karena keinginan anak sulungnya.

Dilansir kompas, permintaan sang anak muncul sekitar dua tahun lalu saat anaknya masuk SMP.

Menurut Erna, anaknya tersebut ingin Ninja 250 agar nantinya bisa dipakai saat sudah masuk SMA.

“Anakku yang kepengen. Anakku yang punya inisiatif. (Kata dia) ini uang seribuan ditabung aja. Nanti kalau aku sudah besar dibelikan Ninja ya, bu,” ujar Erna seraya menirukan ucapan sang anak.

Kini anak sulung Erna masih duduk di kelas 2 SMP.

Meski si sulung baru masuk SMA sekitar 1,5 tahun lagi, Erna memang sengaja membelikan motor lebih awal.

“Saya belikan anak saya karena saya sudah pernah janji ke dia. Janji adalah utang,” ucap Erna. []

Sumber: inspiradata.com

Masih Ingat Dengan Pria yang Jual Organ Tubuhnya Demi Pengobatan Istri? Akhirnya Sungguh Memilukan


Masih Ingat Dengan Pria Yang Rela Jual Organ Tubuhnya Demi Pengobatan Sang Istri? Akhirnya Sungguh Memilukan

Pada bulan Januari lalu, media sosial Facebook dihebohkan dengan seorang netizen yang mengunggah status mengejutkan. Akun bernama Novan Dhuro (35 tahun) tersebut menuliskan bahwa dirinya ingin menjual organ tubuhnya demi pengobatan istrinya yang sedang sakit.

Diketahui bahwa sang istri yang bernama Nia mengalami penyakit kanker lidah stadium 4 sehingga terjadi pembengkakan yang luar biasa di bagian tersebut.

Tentu saja untuk mengobatinya dibutuhkan uang yang tidak sedikit. Bahkan sekelas artis pun akan menjual rumahnya demi pengobatan kanker.

Berikut tulisan Novan Dhuro di Facebook.

“Yang butuh anggota tubuh saya siap menjual. Apa saja yang dibutuhkan, hasilnya buat pengobatan istri saya yang sekarang terkena penyakit kanker lidah stadium 4 yang penting istri saya sembuh, jika minat langsung hubungi nomer saya 081934938959,”

Dalam unggahannya terdapat foto sang istri yang masih sehat dan saat sakit sebagai bukti perubahan pada istrinya yang begitu drastis.

Namun sayang belum sempat melakukan pengobatan, istri Novan telah meninggal dunia pada tanggal 13 Januari 2017. Hal ini pun membuat kesedihan yang mendalam bagi Novan beserta anak-anaknya yang masih kecil.

“Selamat jalan istri q semoga kamu di tempat kan yg paling indah yg allah janjikan di surga..aku akan menjaga dan merawat anak2 kita..selamat jalan sayang…selamat tinggal selama lamanya.semoga kamu tenang disisi Allah…..vania-(novan nia) forever,” tulis Novan pada 14 Januari 2017 di akun Facebook-nya.

 

Sumber : islamidia.com

Kisah Nyata: Dahsyatnya Surat Al-Fatihah, Dari Rumah Kontrakan Menuju Rumah Villa

Surat al-Fatihah adalah surat pembuka dari 114 surat yang terdapat di dalam al-Qur’an. Surat ini termasuk surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah, saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam belum hijrah ke Madinah.

Surat al-Fatihah memiliki banyak nama lain, seperti Ummul Qur’an, Suratus Syifa’, Suratus Syafiyah, Suratud Du’a, Suratut Thalab, Suratus Su’al, Suratut Ta’limil Ma’salah, Suratul Mujziyah, dan lain sebagainya.

Surat al-Fatihah sangat populer di kalangan umat Islam. Nyaris seluruh umat Islam hafal surat ini di luar kepala, karena sebagai surat pembuka, juga karena hanya terdiri dari tujuh ayat. Meskipun begitu, surat ini mencakup instisari ajaran-ajaran al-Qur’an. Abu Said Rafi Ibnul Mualla Ra. pernah bercerita,

“Abu Said Al Khudri berkata, ‘Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku, ‘Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam al-Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti? ‘Beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar, aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, engkau tadi telah berkata,’Aku akan mengajarimu sebuah surat yang paling agung dalam al-Qur’an. ‘Maka beliau bersabda, ‘(Surat itu adalah) Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin (surat al-Fatihah), itulah Sab’ul Matsaani (Tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam salat) serta al-Qur’an al-Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari).

Para ulama berpendapat bahwa keagungan surat al-Fatihah terletak pada ajaran-ajaran pokok, seperti masalah tauhid, keimanan, janji, dan kabar gembira bagi bagi orang beriman kepada Allah, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir, tentang ibadah, dan juga kisah orang-orang yang beruntung (karena taat kepada-Nya) dan sengsara (karena mengingkari-Nya).

Tema-tema besar seperti itu tercermin dalam surat al-Fatihah yang jika dikaji secara mendalam lewat tafsir-tafsir yang sudah ditulis oleh para ulama, maka tak akan pernah selesai dijabarkan dan dijelaskan.

Tentu saja kita tidak bisa memungkiri keluasan tema yang dikandung serta keistimewaan di balik ayat-ayat yang terangkum di dalam surat al-Fatihah.

Surat ini juga menjadi penentu sah atau tidaknya salat seseorang, baik dalam kapasitasnya sebagai imam, mamkmum, atau pun salat sendiri (munfarid). Jika tidak membaca surat al-Fatihah, maka salatnya tidak sah.

Di situlah letak keunikan surat al-Fatihah. Dalam koneks ini, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa melakukan salat, sedang ia tidak membaca Ummul Qur’an (al-Fatihah) di dalamnya, maka salatnya kurang (3x), tidak sempurna.”

Abu Hurairah ditanya, “Bagaimana kalau kami di belakang imam ?” Ia berkata, “Bacalah (secara sirry/pelan), karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Allah Swt. berfirman,’Aku telah membagi salat (yakni al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba-Ku akan mendapatkan sesuatu yang ia minta.” (HR. Muslim).

Manfaat Membaca Surat al-Fatihah
Dalam kitab Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi), disebutkan bahwa diantara keutamaan-keutamaan surat al-Fatihah, adalah sebagai berikut:

Jika kita punya hajat tertentu, maka al-Fatihah bisa dijadikan sebagai wasilah atau perantara.
Jika al-Fatihah dibaca 14 kali sebelum tidur, maka suami, isrtri, dan anak-anak akan selalu mengingat kita.
Jika al-Fatihah dibaca 41 kali, kemudian ditiupkan ke dalam air dan diminum serta dibuat mandi, maka hal itu bisa melepaskan rasa sakit dalam diri kita. Artinya, al-Fatihah bisa mengobati penyakit dalam.
Jika ada orang yang mengidap penyakit keterbelakangan mental, lalu dibacakan al-Fatihah sebanyak 7 kali dan diusapkan di kepalanya setiap pagi dan sekali sebelum tidur, maka penyakit itu bisa sembuh dengan seizin Allah.
Apabila al-Fatihah dibaca sebanyak 3 kali, kemudian kita meniupkannya ke dalam segelas air minum dan baca sambil mengusap ke anggota tubuh yang terasa sakit, insha Allah akan mengurangi, bahkan bisa menyembuhkan rasa sakit itu.
Bayi yang sering menangis juga bisa diterapi dengan al-Fatihah. Caranya, bacakan al-Fatihah sebanyak 7 kali dan usapakan ke atas kepala bayi itu pada malam hari atau pada setiap saat. Insha Allah akan sembuh.
Memperoleh Ampunan dari Allah.
Sebagai hamba Allah yang ebriman kepada-Nya, tentu kita mengharapkan kasih sayang-Nya, belaian Rahman dan Rahim-Nya, sehingga dosa-dosa yang pernah kita lakukan diampuni atau dimaafkan. Oleh karena itu, salah satu media yang bisa dijadikan pintu mengetuk Rahman dan Rahim-Nya ialah al-Fatihah.

Kisah Nyata: Dahsyatnya Surat Al Fatihah, Dari Rumah Kontrakan Menuju Rumah Villa
Kisah nyata ini dialami oleh Pak Ghonim yang di-PHK dari pekerjannya. Pak Ghonim bersama keluarganya disuruh segara angkat kaki dari rumah kontrakan.

Tentu saja ini merupakan kenyataan yang sangat pahit yang pernah ia alami. Tak ada lagi proses diplomasi, negoisasi, atau musyawarah. Semua buntu.

Dan, jalan satu-satunya adalah segera angkat koper dari kontrakan. Sebab, Pak Siregar (pemilik kontrakan) harus segera menyerahkan rumah yang ditempati Pak Ghonim itu kepada pihak bank sebagai konsekuensi dari ketidakmampuannya membayar utang. Kabarnya, proses penyitaan rumah akan dilakukan esok harinya sekitar pukul 09.00 pagi.

Pak Ghonim tak bisa berbuat apa-apa dengan kenyataan yang tengah dihadapinya. Apalagi, Pak Siregar juga tengah dililit kesusahan.

Dengan penuh kesedihan, Pak Ghonim dan istrinya, juga tiga buah hatinya yang masih kecil (anak pertama duduk di kelas 3 SD, anak kedua masih kelas 1 SD, dan ketiga masih balita), segera membereskan rumah dan mengepak barang-barang yang bisa dibawa.

Jika keesokan harinya belum ditemukan jalan keluar, Pak Ghonim sudah merencanakan barang-barang tersebut akan dititipkan pada tetangga untuk beberapa hari, sebelum diangkut ke rumah orang tua istrinya di luar kota.

Ia sendiri menginap di masjid dekat rumah, kebetulan ia sering ke masjid dan sudah kenal baik dengan ketua DKM di sana.

Malam harinya, Pak Ghonim tidak jadi berangkat ke masjid karena melihat sang istri tidak henti-hentinya menangis. Sangat wajar karena kejadian itu di luar dugaan.

Melihat istrinya yang sangat sedih, Pak Ghonim mengajaknya salat berjamaah Isya di tengah rumah kontrakan. Bagi Pak Ghonim dan istrinya, salat kali ini terasa begitu khusyuk. Pak Ghonim berdoa. sementara istrinya dan anak-anaknya mengamini.

Singkat cerita, akhirnya mereka tertidur saat malam telah berlalu. Saat terbangun pada subuh hari, sekitar jam 04.00, dilihatnya si ulung yang bernama Rafi sedang salat.

Tak pernah keduanya melihat Rafi salat Tahajjud. Mereka kaget sekaligus kagum. Saat Rafi berdoa, Pak Ghonim dan istrinya medengar anak yang baru kelas 3 SD itu mengulang-ngulang bacaan surat al-Fatihah. Mungin ratusan kali atau bahkan lebih, sambil mengadahkan tangan ke atas. Rafi tidak membaca doa apa pun selain al-Fatihah.

Selesai salat, Rafi berkata pada ibunya, “Bu, Rafi pernah dengar dari Pak Ustadz kalau Allah senang mendengar surat al-Fatihah. Rafi baru ingat tadi malam. Ya udah, Rafi minta sama Allah dengan al-Fatihah itu supaya tidak jadi pergi dari sini.”

Mendengar penuturan Rafi yang masih kecil itu, ibunya hanya mengiyakan dengan mata berkaca-kaca. “Iya, semoga saja Nak” Jawab sang ibu.

Tak disangka, selepas salat Subuh, ponsel jadul milik Pak Ghonim berdering. Ternyata, Pak Mughni, mantan bosnya di kantor menelepon. Mereka berbincang agak lama.

Perbincangan itu seperti mengabarkan kebahagiaan. Itu terlihat dari perubahan air muka Pak Ghonim, yang tadinya kuyu menjadi cerah kembali. Penuh cahaya kebahagiaan.

Setelah lama bincang-bincang dengan Pak Mughni, Pak Ghonim segera menghampiri istri dan anak-anaknya. Ia pun merangkul Rafi dengan mata berkaca-kaca.

“Doamu dikabulkan Nak. Alhamdulillah. Hari ini kita jadi pindah dari sini. Tapi pindahnya ke rumah yang lebih bagus dari rumah ini” Kata Pak Ghonim.

Mantan bosnya yang bernama Pak Mughni itu menawarkan pekerjaan baru, yaitu mengurus salah satu vila miliknya yang baru direnovasi. Vila itu terbilang mewah, luas, dan letaknya sangat strategis.

Ketika Pak Ghonim mengungkapkan kondisi yang tengah dialaminya, mantan bosnya itu langsung menyuruhnya untuk segera pindah.

Sungguh sangat ajaib Sungguh, Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. Allah menolong Pak Ghonim dan keluarganya lewat perantara surat al-Fatihah.

Sumber: kabarmakkah.com