KEJADIAN NYATA, Inilah Bahaya Pakai Jaket Terbalik Saat Naik Motor

Kiranya apa yang akan kami sampaikan ini dapat menjadi himbauan kepada kamu yang biasa mengendarai sepeda motor dengan memakai jaket terbalik.

Saat berkendara terutama naik sepeda motor, memang harus banyak persiapan untuk kenyamanan serta keamanan. Mulai dari jas hujan hingga jaket kerap digunakan selama mengendarai kendaraan roda dua ini.

Ya, apalagi nih jika sedang musim hujan tentu orang-orang akan mengenakan jas hujan. Selain itu saat cuaca sedang panas terik, tak sedikit pula yang mengenakan sarung tangan dan kaus kaki agar kulit tidak terbakar.

Nah jaket sendiri dinilai sangat berguna saat berkendara. Bisa digunakan saat cuaca panas terik maupun saat dingin. Tapi, kamu sadar nggak sih banyak orang yang kadang mengenakan jaket terbalik saat naik sepeda motor?

Demi terlindungi dari terik matahari maupun udara dingin, orang-orang lebih suka mengenakan jaket terbalik dan tentu saja tidak dikancing.

Seorang pria asal Negeri Jiran bernama Zairul Eizam membagikan pengalamannya kepada semua orang yang suka mengenakan jaket terbalik saat naik sepeda motor.

Ia mengunggah pengalamannya di akun Facebook miliknya pada Selasa (6/3) lalu.

Berikut pengalamannya dari akun Facebook Zairul Eizam melansir dari brilio.net, Kamis (8/3/2018).

Terngiang-ngiang hingga hari ini.

Kepada pengendara sepeda motor. Saya mohon bantuan kalian, bisa?

Sejak 18 hari lalu, saya lihat ada 63 orang pengendara sepeda motor memakai jas hujan atau jaket tidak dikancing (lihat foto).

Begini, saya juga pengendara sepeda motor seperti kalian. Setiap kali memanaskan mesin motor, biasanya saya juga akan pakai jas hujan sebelum saya pakai helm. Sebabnya karena beberapa hal:

Satu: siap sedia kalau tiba-tiba hujan.

Dua: menghindari agar pakaian/seragam kerja bau asap.

Tiga: dingin, terutama kalau pergi pagi-pagi sekali.

Sepanjang perjalanan saya dari rumah ke tempat kerja dan begitu sebaliknya adalah 68 km. Apa yang saya lihat, banyak pengendara memakai jaket atau jas hujan tidak dikancing. Baik saat melaju maupun berhenti di lampu merah.

Saya mengerti kalian ingin cepat berangkat kerja atau pulang ke rumah. dan saya juga mengerti ajal maut di tangan Tuhan.

Tapi, begini…

Teringat saat saya masih SMA. Heboh cerita seorang senior meninggal dunia akibat pakai jaket tidak dikancing. Jaket yang dipakainya pun berkibar-kibar lalu tersangkut ke pengait di samping truk semen.

Bukan mau menakut-nakuti, tapi itu kenyataan. Almarhum, ketika itu disebutkan akan menyalip truk semen, tiba-tiba tak seimbang, tersangkut jaketnya lalu terlindas truk semen dan tewas. Masih teringat hingga hari ini.

Saya cerita ini bukan apa-apa, banyak pengendara sepeda motor suka menyalip-nyalip. Kita nggak sadar, karena pakai jaket nggak dikancing, bisa jadi tersangkut di kaca spion mobil atau sepeda motor lainnya.

Di tempat kerja, Alhamdulillah saya sukses membujuk teman kerja untuk pakai jaket dikancing. Syukurlah, mereka mau mendengar dan melakukan hal itu.

Saya juga pernah dua kali menegur pengendara di lampu merah. Pertama, saat pagi-pagi sekali dan kedua saat petang.

Yang pertama begini, saat itu masih pagi sekali. Saya berhenti di sebelah sepeda motor. Saya ucapkan salam lalu saya katakan hal tersebut kepada sang pengendara.

‘Bang, minta maaf. Saya mohon abang pakai jaket dengan kemas (kancing). Pernah jadi senior sekolah saya meninggal sebab tersangkut lori semen’.

Pengendara itu pun terkejut dan langsung mengancing jaketnya.

Yang kedua, saat petang, saya pulang kerja. Saya juga melakukan hal yang sama seperti yang pertama. Tetapi pemuda ini malah melihat saya dari atas hingga bawah. Matanya melotot ke arah saya. Malah balasan yang saya dapat adalah ‘Innalillah’.

Pemuda itu pun langsung melaju pergi tanpa melakukan hal apapun dan masih tampak jaketnya berkibar-kibar.

Mohon bantuan ya. Saya doakan kalian yang membaca ini mengerti apa yang saya maksudkan. Semoga kalian dipermudah dalam segala urusan dan pekerjaan.

Zairul Eizam Sayang”

Unggahan Zairul ini pun lantas menjadi viral dan sudah dibagikan lebih dari 19 ribu kali dan menuai 10 ribu komentar. Banyak warganet yang setuju dengan pendapat Zairul.

Unggahan Zairul ini bisa menjadi pengingat untuk banyak orang. Jangan lagi pakai jaket terbalik, bisa berbahaya lho.

Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati lagi…

sumber : www.wajibbaca.com

Kisah Nyata: ‘Berkat Menyelamatkan Kucing, Saya Selalu Dimurahkan Rezeki’

[kisah nyata: ‘berkat menyelamatkan kucing, aku senantiasa dimurahkan rezeki’]

Assalamualaikum

Disini aku dipanggil buat berbagi cerita tentang murah rezeki apabila bela kucing. ini dari pengalaman aku seorang diri. bahwa aku aja yang kerasa serupa ini, tidak tahulah.

aku perasan masalah ini sudah lama. aku benar tipe yang suka kutip kucing di tepi jalur, di kedai makan dibawa kembali ke rumah dan juga beri makan.

aku tidak sempat beli kucing – kucing mahal karena tidak sanggup. boleh dikatakan pada satu masa, bilangan kucing yang aku kutip boleh mencecah 29 ekor. namun di rumahlah, di asrama tidak terdapat pula aku nak bela hingga berpuluh – puluh ekor.

nak diperuntukan cerita, semasa era belajar, aku terdapat melansir seekor kucing ini dan juga bela di dalam dinding. kasihan sang comel itu, kepalanya tersangkut di celah tayar basikal. entah berbagai mana boleh tersangkut juga aku tidak tentu.

jadi, aku selamatkan dan juga bela ia. momo, nama diberi. masa belajar biasalah elaun kadang – kadang tiba lelet. nak memohon uang dari mak dan juga bapak senantiasa juga kerasa segan pula.

uang pula banyak dipakai buat membeli olahan teks dan juga buat mengajar, praktikal dan juga sebagainya memandangkan aku belajar di suatu maktab.

namun, meski kadang – kadang uang aku senantiasa short, perut aku tidak sempat kosong. tiap hari berbagai terdapat aja rezeki buat aku.

terdapat kawan – kawan yang belanja makanlah, lecturer buat potluck lah, jamuan itu inilah, terdapat makcik sedekah buburlah, kawan seketika buat birthday party dan juga macam – macam lagi. seluruh dalam wujud santapan.

kadang – kadang aku sempat hingga sesi gelisah karena tidak terdapat uang nak untuk sang momo ini makan. ekstra pula santapan kucing agak mahal biayanya.

jadi, lazimnya aku hendak belikan nasi dan juga kongsi aja dengan momo. ia bukannya makan banyak juga.

masa itu aku tidak sedar amat. namun apabila hingga satu masa, terdapat satu minggu berturut – turut aku mampu santapan gratis. kawan aku juga seketika kata,

“mungkin karena momo kot? kau dah selamatkan ia, senantiasa beri ia makan, jadi ia senantiasa mendoakan kau, ”

perkata itu membuatkan aku terkedu. boleh jadi, boleh jadi rezeki aku dimurahkan karena aku bersedekah pada haiwan kesayangan nabi. tidak kisahlah rezeki dalam wujud santapan juga, yang berarti aku tidak kebuluran.

sedekah bukan dalam wujud uang sahaja kawan – kawan. sedekah dalam wujud santapan juga boleh. tidak semestinya kena beri pada manusia, sedekah buat haiwan juga boleh pula. murah rezeki kita nanti.

ini juga aku tengah kutip seekor lagi kucing tepi jalur. kaki ia tempat kena gigit. doakan jojo kilat sembuh, manalah ketahui jojo doakan aku kilat mampu jodoh pula.

 

 

 

sumber: sempoimedia. blogspot. co. id

Jadi Polisi Sekaligus Guru Ngaji, Polwan Cantik Ini Bahagia Raih Impiannya

Jadi Polisi Sekaligus Guru Ngaji, Polwan Cantik Ini Bahagia Raih Impiannya

Banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi dokter, pilot ataupun polisi. Namun sedikit sekali mereka yang memiliki cita-cita sebagai seorang guru ngaji.

Salah satu yang memiliki cita-cita mulia tersebut adalah seorang polwan bernama Bripda Hariyana. Polwan berparas cantik ini memang selain berkeinginan menjadi polisi, juga sejak kecil ingin menjadi guru ngaji.

Meski harus masuk dalam kesatuan polisi saat beranjak dewasa dan cukup menyita waktunya di awal, ternyata dari sanalah ia bisa menggapai cita-citanya sebagai guru ngaji.

Polisi wanita yang bertugas di Satuan Reskrim Unit PPA Polres Barru Sulawesi Selatan ini melakukan tugas mulia tersebut di sela-sela tugasnya sebagai pengayom masyarakat.

Bripda Hariyana mengaku sangat bahagia bisa melayani masyarakat sekaligus membagikan ilmu agamanya kepada anak-anak yang berada di sekitar tempat ia bertugas. Atas pengabdiannya tersebut, Hariyana pun menuai pujian dari masyarakat sekitar.

Tak hanya saat di sela-sela tugas, Polwan cantik ini juga mengisi hari-hari saat tidak bertugas dengan mengajar ngaji anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. Harapannya pun sederhana, berharap agar anak-anak bisa membaca al Qur’an dan mengamalkannya.

“Saya berharap jika semua anak bisa membaca Al Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari Laman Facebook Divisi Humas Polri.

Ia pun berharap agar anak-anak yang ia didik bisa memiliki akhlak yang mulia dan berguna nantinya.

“Sehingga jika mereka dewasa nanti akan jadi warga negara yang sholeh sholehah, bisa mengharumkan keluarga, agama, bangsa dan negara,” pungkasnya.

 

sumber: kabarmakkah.com

Kisah Nyata!!!! Gaji Terakhir Suami Ini Untuk Sang Istri

Suami merupakan kepala rumah tangga yang bertanggung jawab memberikan nafkah kepada sang istri. Bahkan karena tanggung jawabnya kepada keluarga ada seorang suami yang rela kurang makan dan di marahi istri demi memberikan nafkah istri dan anak-anaknya, meskipun istri seperti itu termasuk istri yang salah. Seperti kisah nyata mengharukanberikut ini.

Abdullah (39 Tahun) Pekerja Konstruksi yang datang dari Jawa Tengah dan bekerja di PT Takanaka Cikarang.

Sejak beberapa hari ini Buruh Perusahaan Konstruksi ini mengeluh sakit kepada teman-temannya, Menurut temannya istrinya selalu menelpon dengan nada kasar padahal Abdullah seorang suami yang lembut kepada istrinya, Abdullah pulang sebulan sekali demi berhemat.

Pagi ini, Abdullah mengeluh sakit kepala dan panas dingin, selalu memegang kepalanya. Istrinya masih terus menerus menanyakan gaji kapan di transfer tanpa peduli dengan kesehatan Abdullah yang terkadang makan dan minumnya tidak jelas di kawasan Industri.

Abdullah sudah ingin diantar sama teman-temannya tetapi Abdullah pulang sendiri sekalian mau ke ATM buat transfer gaji seluruhnya kepada istri yang selalu dicintainya. Abdullah tidak mementingkan dirinya tetapi istri dan anak-anaknya adalah utama baginya, hanya sayangnya sang istri tak pernah mau tau kondisi Sang Suami.

Gaji Terakhir. Mungkin inilah yang bisa dikatakan untuk Abdullah, Dari Lokasi kerja menuju ATM Rumah Sakit Permata Keluarga, Berseragam Lengkap Perusahaanya. Setelah mentransfer semua gajinya Abdullah terkapar dijalan raya dengan otak berceceran karena sebuah truk melintas dengan cepat. Sang Supir dan Truknya kabur, Jasad berseragam lengkap perusahaan konstruksi masih menempel itu terkapar tak bernyawa. Seakan-akan Abdullah ingin mengatakan “Istriku Sayang, Ini Gaji Mas yang terakhir, Titip anak-anak, Mas kuat disini” (Padahal Abdullah jarang makan menurut rekan kerjanya), Andullah selalu berhemat demi istri dan anak-anaknya.

Innalillahi wa inna ilaihiroji’un

(1 Jam Saya Dilapangan membantu Security menepikan kendaraan yang lewat, Sambil mengumpulkan informasi tentang Abdullah ini)

Ada yang bisa mengambil pesan hikmah dari cerita Abdullah secara keseluruhan?
Silahkan Like dan Share artikel ini untuk pembelajaran kepada semuanya!

Saya terenyuh dengan Kisah Buruh ini, Betapa perjuangannya menghidupi keluarga walau tidak dihargai istrinya tak menyurutkan langkahnya untuk terus membahagiakan mereka yang hanya bisa ditemuinya 1x dalam sebulan atau bahkan 1x dalam 2 bulan.

Masihkah para istri tidak menghargai suaminya? Ingat! Ketika Seorang Pria memutuskan menikah maka itu adalah keputusan terbesar dalam hidupnya dan itu pertanda dia siap bertanggungjawab dengan keputusannya itu. Dan dia itu adalah Abdullah.

Masya Allah……

 

sumber: kiblatmuslim.com

Kisah Haru Ayah Yang Jualan Bakso Sambil Bawa Anaknya Usia 2 Tahun

Karena ibu si bayi pergi meninggalkan rumah

Lika-liku perjalanan hidup setiap orang memang berbeda. Namun masa-masa yang sulit cobaan kehidupan memang tak mengenal usia, muda atau bahkan sudah berkeluarga, sah-sah saja mengalaminya. Seperti halnya yang dialami oleh seorang pria penjual bakso Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur. Pria yang saban hari berprofesi sebagai penjual bakso keliling ini harus membawa anaknya yang berusia 2 tahun, bahkan hingga tertidur di emperan masjid jalan raya.

Egha Abdi, pengunggah foto tersebut mengatakan bahwa pria penjual bakso yang ia temui itu terpaksa membawa anaknya yang masih balita itu karena ibu si bayi pergi meninggalkan mereka, sehingga ayah tersebut harus membawanya sambil bekerja. Dalam foto yang diunggah , terlihat jaket kecil berwarna oranye milik anaknya yang tersampir di motor. Foto tersebut kemudian viral di media sosial dan menuai simpatik banyak orang.

“Kasihan lihat bapak ini jualan bakso sama bawa anaknya yang masih umur 2 tahun. Katanya si ibunya (pergi) meninggalkan rumah. Kalau dulur-dulur sedang melintasi jalan raya Karangketug, tepatnya di depan Masjid Karangketug, mohon menyisakan waktunya buat beli bakso bapak ini. Kasihan buat menghidupi anaknya,” tulis Egha seperti dikutip dari akun media sosialnya.

Saat dikonfirmasi, Egha mengatakan bahwa pria tersebut bernama Heri asal Malang, Jawa Timur. “Namanya (Pak) Heri asal Malang, Jawa Timur. Dia nge-kos di daerah gang Masjid, Randusari, Gadingrejo, Kota Pasuruan,” ujar Egha.

Hingga berita ini ditulis, postingan Egha sudah dikomentari dan dibagikan ratusan pengguna media sosial. Banyak yang berharap pria penjual bakso dan anaknya yang masih kecil tersebut sehat dan dilancarkan rezekinya.

Anjing Ini Menolak Meninggalkan Gajah yang Sedang Sekarat, Kisahnya Bikin Sedih

Sama halnya dengan manusia, hewan punya insting dan perasaan yang sangat sensitif dengan makhluk di sekitar mereka.

Satu di antaranya adalah anjing.

Mereka bisa memahami emosi lebih baik dari manusia.

Itulah sebabnya orang senang memilih anjing sebagai hewan peliharaan mereka.

Bahkan, anjing atau kucing bisa saling terhubung dengan perasaan pemiliknya.

Bukan hanya pemiliknya saja, tapi juga hewan lain yang dekat dengan mereka.

Sering kali, hubungan mereka dengan hewan lain bisa sangat dalam seperti yang terjadi pada anjing bernama Pancake di suaka gajah Boon Lott’s Elephant Sanctuary (BLES), Thailand.

“Pancake tersesat di pantai dan dipungut lalu di rawat di sini”, kata Katherine Connor, pendiri dan CEO Suaka Gajah Boon Lott.

Suasana di suaka gajah ini seperti habitat asli mereka, sehingga satwa di dalamnya merasa seperti ada di dalam rumah.

Di antara gajah yang dirawat di sana, ada yang usianya sudah sangat tua.

Ialah Sao Noi yang tubuhnya sudah mulai lemah karena usia.

Melihat Sao Noi yang sakit-sakitan, gajah lain bernama Boon Thong memberinya semangat hidup.

Hingga akhirnya Sao Noi mati, Boon Thong yang merasa sedih mulai menurun kesehatannya.

Boon Thong pun mendapat dukungan supaya cepat pulih dari Pancake.

Saat Boon Thong sedang berjuang keras supaya sehat lagi, Pancake terus menunggu di dekatnya.

Meskipun Pancake bukan gajah, tapi ia bisa merasakan yang terjadi pada Boon Thong.

Sementara kesehatan Boon Thong terus memburuk, Pancake dan Connor menghabiskan waktunya untuk menemani Boon Thong sepanjang hari selama seminggu ini, seperti dilansir dari trendingpost.net (16/2/2018).

Mereka mengenang masa lalu yang dihabiskan bersama gajah itu.

Hingga akhirnya Boon Thong harus pergi selama-lamanya.

Boon Thong yang berusia 60 tahun sudah tinggal di suaka selama 5 tahun.

Ia diselamatkan dari kebun binatang ketika dijadikan gajah tunggangan untuk wisatawan.

“Dia bisa membawa turis naik di punggungnya selama berjam-jam dan pekerjaan ini ia lakukan hampir lebih dari 30 tahun,” kata Connor.

Hingga sembilan jam setelah Boon Thong meninggal, ia tetap tidak mau pergi.

Sekarang Boon Thong sudah dimakamkan di suaka ini, yang letaknya dekat dengan kuburan sahabtnya Sao Noi.

Ia dikuburkan dengan buah-buahan kesukaannya dan ditaburi bunga.

 

sumber: tribunnews.com

Cerita Merinding Penjaga Makam, yang Melihat Sosok Wanita Cantik Berkerudung di Makam Emah

Sosok cantik di makam korban pembunuhan Semarang

Baru-baru ini pembunuhan sadis yang dilakukan oleh suami, pada istrinya dan dua anaknya sendiri menjadi sorotan banyak netizen, tapi ada yang aneh ujar penjaga makam, seusai korban pembunuhan dimakamkan, ada sosok wanita cantik berkerudung, dan mengatakan hal ini pada penjaga.

“Saya melihat seorang berparas cantik tinggi dan berjilbab menggunakan pakaian putih bersih, sendirian berdiri di makam Emah dan Nova,” ujar Ali (59), penjaga kubur TPU Radar, Tangerang, Banten.

Setelah semua keluarga, awak media, dan kerabat pergi meninggalkan makam, Ali melihat seseorang berdiri sendirian di sana.

“Biasanya kan orang melayat menggunakan serba hitam sepengalaman saya,” ujar Ali, Rabu (14/2/2018).

Ali mencoba untuk mendekati wanita bertumbuh tinggi itu.

Dilihat dari dekat wajah wanita itu cantik dan bersih.

“Mungkin umurnya sekira 30-an mas,” tambahnya.

Saat ditanya oleh Ali mengenai kedekatan dengan dua korban itu, wanita itu hanya mengangguk dan memberikan salam.

“Assalamualaikum Pak,” ujar wanita itu sambil mengangguk ke Ali.

Ali yang  tidak menaruh curiga pada wanita itu segera meninggalkannya karena ingin makan siang.

Sontak Ali mengingat mengenai ajaran agamanya.

Mengatakan bahwa tujuh langkah dari orang terakhir yang menguburkan akan muncul sosok di makam.

Jika sosok itu terlihat kusam maka jenazah memiliki dosa besar dan banyak.

“Bila sosok itu wangi, bersih, dan tampan atau cantik maka Insya Allah jenazah khuznul khotimah,” ujar Ali.

Selesai makan siang, Ali penasaran ingin menengok ke makam Emah dan putrinya.

Sosok semampai itu sudah tidak ada.

Padahal Ali hanya makan selama 15 menit.

“Tidak ada yang tahu, kita doakan saja kedua korban pembunuhan tersebut,” ucap Ali sambil mengelus dada.

Firasat

Tuti, mantan karyawan Emah merasakan hal aneh sebelum pembunuhan sadis terjadi.

Satu minggu sebelum pembunuhan keji yang dilakukan suami Emah, Muktar Efendi alias Abi alias Aki, Tuti mulai kembali menghubungi mantan bosnya.

“Dari semingguan ini saya ingin sekali WhatsApp Emah,” kata Tuti kepada TribunJakarta.com di Pasar Kebon Besar.

Ia sempat malu mengirimkan pesan kepada Emah lantaran tidak bekerja lagi dengannya.

Akhirnya, pada Sabtu (10/2/2018), Tuti menghampiri Emah yang sedang berada kios.

“Jarang-jarang saya menghampiri Ayu Ting Ting (Emah) ketika sudah tidak bekerja untuk dia,” cerita dia.

Tuti menceritakan mengenai gajinya di tempat yang baru dengan saat bekerja untuk Emah.

Obrolan Tuti dan Emah penuh suasana canda dan tawa, kios pun menjadi semakin ramai.

Lain halnya cerita mantan karyawan Emah yang lain, Yanti.

Yanti sudah bekerja selama empat bulan dengan majikannya, Emah.(*)

“Emah hanya setengah jam mengunjungi toko,” ujar Yanti.

Selama setengah jam tersebut, Yanti dan Emah bercerita banyak hal, terkait pekerjaan, dan lain lain.

Yanti juga mengeluhkan kondisi handphone-nya yang jadul, cepat rusak, dan kalau ditelepon tidak ada suaranya.

Emah menanggapi keluhan Yanti dan berjanji akan memberikannya gaji keesokan hari untuk membeli handphone baru.

Tapi janji itu tak benar-benar terlaksana.

Selama empat bulan bekerja Yanti sama sekali tidak pernah memimpikannya.

Akan tetapi, Yanti pernah bermimpi tentang Emah selama tiga hari berturut-turut.

“Awalnya biasa saja saat hari pertama, begitu mimpi lagi baru sadar seperti ada yang janggal,” kata Yanti.

Merasa janggal, saban malam Yanti selalu berkirim pesan WhatsApp ke Emah, menanyakan kabarnya.

Sehari sebelum pembunuhan, Yanti tetap menghubungi bosnya tapi pesannya tidak pernah sampai.

Di hari berikutnya, Yanti kaget mendengar bosnya bersama dua putrinya terbunuh di kamar depan rumahnya.

Tuti dan Yanti segera ke rumah sakit Senin malam bersama rekan pedagang lainnya.

Emah dan dua putrinya, Nova dan Mutiara sudah berpulang ke pangkuan Ilahi.

Sumber: wajibbaca.com

Syukurlah Sudah Mulai Berhijab, Begini Kisah Anisa ex Cherrybelle Berhijab dan Kisah Hijrahnya

Kisah Hijrah Tak Terduga Anisa Rahma

Awalnya, melihat muslimah berhijab itu anggun, adem dan cantik.

Setelah memantapkan hati dan mencoba untuk yakin dan mantap berhijab…

Anisa Rahma kini telah berhijab. Ex personil Cherrybelle ini memutuskan untuk berhijab sejak Ramadan tahun 2016 lalu. Tidak seperti sebagian artis yang hanya berhijab pada bulan Ramadhan lalu melepasnya usai Idul Fitri, ia bertekad untuk berhijab selamanya.

Kini, jika kita membuka akun Instagram Anisa atau melihat Youtube-nya, terlihat artis cantik itu selalu mengenakan jilbab. Tak ada lagi satu pun penampilan baru yang terbuka rambutnya.

Di antara berita yang cukup menyita perhatian warganet adalah saat Jessyca Auryn ex Cherribelle menikah pada akhir April 2017. Pasalnya, pemberitaan yang muncul justru tentang sosok yang hadir di pesta pernikahan itu dengan berhijab.

“Ryn Eks Cherrybelle Menikah, Netizen Malah Fokus dengan Sosok Berhijab Ini, Siapa Ya?” Demikian salah satu judul berita media online nasional waktu itu seperti yang dikutip dari bersamadakwah.net.

Sosok berhijab yang dimaksud adalah Anisa Rahma.

Kisah Hijrah Tak Terduga Anisa

Kisah hijrah Anisa berhijab, menurutnya, terjadi secara singkat dan tak terduga. Ia menceritakan, dirinya memutuskan berhijab setelah melihat banyak muslimah lain yang konsisten berhijab. Lalu Anisa pun belajar tentang hijab dalam Islam.

Awalnya, ia melihat muslimah berhijab itu anggun, adem dan cantik. Ada semacam ketertarikan dalam dirinya. Itu yang membuatnya berupaya mempelajari hijab lalu tekadnya semakin menguat.

“Semenjak itu aku jadi pengen nyoba sendiri dan dibantu sama mama pake hijab. Beberapa hari aku perdalam lagi dan yakinin diri aku untuk mantap berhijab,” tuturnya mengenang kisah hijrah yang dimulai dari sepekan sebelum Ramadhan 2016. Artis kelahiran 12 Oktober 1990 itu kemudian mulai berhijab pada bulan Ramadhan. Saat yang tepat untuk berhijrah, menurutnya.

Aktif Vlog di Youtube

Anisa aktif bikin vlog dan kini akun Youtubenya Anisa Rahma Adi telah mendapatkan 16 ribu lebih subscribers. Dalam beberapa bulan terakhir, ia mengunggah satu video baru setiap pekan di akun Youtube tersebut.

Tentu saja, ia mengenakan hijab dalam seluruh video vlog tersebut. Beberapa videonya telah dilihat ratusan ribu penayangan. Temanya beragam mulai dari aktifitas sehari-hari hingga umroh dan aktifitas kuliah dan wisuda.

Salah satu video yang paling populer berjudul #LiveCover Red Flavor – Red Velvet. Video lain yang menarik perhatian adalah berjudul #Vlog 20 Ketemu Ria Ricis Si Ratu Squishy.

Anisa Bisnis Jilbab

Saat ini, pelantun lagu Loves is You itu juga menekuni bisnis. Sejalan dengan semangat hijrahnya berhijab, ia juga berbisnis hijab. Penjualan jilbabnya tidak hanya melayani seluruh penjuru tanah air, namun juga tembus ke mancanegara.

Anisa menggunakan inisial namanya sebagai merek hijab: ARhijab.

Ia berusaha terjun langsung dalam bisnis hijab tersebut mulai dari pembuatan desain hingga menentukan materialnya. Model jilbab ARhijab, menurutnya, sempat menjadi tren dan diikuti oleh produsen jilbab lainnya.

“Waktu zaman hijab instan booming aku jual yang bawahnya renda dan itu belum ada waktu itu, baru aku doang. Lama-lama semakin banyak, akhirnya menyebar dan banyak juga yang bikin mengikuti modelku, aku sih nggak apa-apa,” tuturnya seperti dikutip Detik.

Anisa mengaku suka yang simpel dan stylish untuk pemilihan model hijab sendiri. Ia berusaha membuat jilbab yang praktis tapi tetap kekinian. Ia sering membaca majalah fashion dan menelusuri internet untuk mencari inspirasi model hijab.

Jilbab produksi ARhijab dijual mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 170 ribuan. Sedangkan koleksi bajunya dibanderol mulai dari Rp 200 ribuan.

 

 

sumber: wajibbaca.com

‘Selamat Jalan Suamiku’, Baru Empat Jam Kisah Menyayat Hati Ini Sudah Dishare Ribuan Kali!

TausiahIslami.com – Akun facebook Rezy Selvia Dewi mengunggah status yang membuat ribuan netizen ikut merasakan kesedihan yang amat dalam.

Status itu memuat kisah perjuangannya, dalam mendampingi sang suami yang terkena kanker lidah, hingga akhirnya meninggal dunia.

Adapun, status tersebut dibuat pada Sabtu (5/8/2017) sekitar pukul 10.29 WIB.

Baru berselang empat jam, unggahan ini sudah dibagikan ulang lebih dari 2700 kali dan dibanjiri lebih dari 2000 komentar.

Komentar ini terus bertambah detik demi detik, yang sebagian besar berisi ungkapan duka cita.

Bagaimana isi status viral tersebut? Berikut status tersebut…

** Rezy dan suaminya

“Mii, abbi sariawan nih lg g enak makan,,” sepulang kerja, suamiku menolak makan masakanku saat itu, padahal aku memasak ayam goreng kremes kesukaannya,, “besok2 masak sayur az ya mi ” aku hanya mengangguk tanda meng iyakan” ..

Setiap hari suami selalu mengeluhkan sariawan di lidah nya yang g sembuh2,, sudah 2 minggu lebih,, tapi aku tak terlalu menghiraukan keluhannya, aku pikir itu hanya sariawan biasa seperti pada umumnya.

“Mii, td di kantor ada medical chekup,, ini hasilnya.. ” sambil menyodorkan selembar kertas hasil pemeriksaan,, aku ingat betul saat itu bulan april 2016. “kesehatan abbi g ada masalah mi, cuman kata dokter, abbi kurang nutrisi, abbi kurang gizi nih g diperhatiin ummi, ummi nya sibuk terus sama zuma, hehe” canda suamiku saat itu. memang anakku baru usia 1 tahun, sebagai ibu, aku berasa jd orang yg paling repot karena anakku yang mulai aktif.

Aku memang terlalu sibuk,, sampai tak memperhatikan suami, aku diam saja ketika suami merokok terus2an, aku tak pernah marah ketika suami menolak sarapan pagi yg sudah disiapkan, aku tak pernah marah ketika suami begadang terus2an karena ngobrol di pos ronda dengan bapak2 komplek,, dan akupun tak pernah tau, makanan apa yang dia makan saat di kantor,, makanan sehat kah? Atau bukan… ya.. itulah kesalahan terbesarku…

“Abbi olahraga gih biar sehat,, jalan2 keliling komplek,,”

“Enggak ah mi, abbi lg g enak badan, kepala sakit” saat itu memang weekend, dan suami lebih memilih tiduran seharian sambil nonton tv,,”huh pemalas banget nih suami, disuruh olahraga juga susah” Ucapku dalam hati.

3 minggu berselang tapi sariawan di lidah belum juga hilang. Malah katanya jadi ada sakit di kepala dan telinga. “abbi..besok periksa ke dokter ya, biar diobatin sariawannya..suamipun mengangguk..

Keesokan harinya, suami memeriksakan ke RS JAKARTA, RS yang tempatnya paling dekat dengan kantornya.

Saat itu dokter bilang suamiku hanya kurang makan sayur dan buah, dokter hanya memberi salep untuk luka sariawan di lidahnya. “Kalo 2 minggu belum sembuh, periksa lagi ya” kata dokternya.

2 minggu kemudian suami periksa lagi, karena sariawan masih menetap, “dokternya hanya menambahkan antibiotik. Tapi sampai obatnya habis belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Kembalilah lagi ke RS untuk memeriksakan, “mungkin bapak ada masalah di giginya, saya rujuk ke dr bedah mulut ya”

Setelah diperiksa dr bedah mulut, dokter menyarankan di rontgen gigi, saat itu hasilnya memang terlihat ada gigi bungsu yang posisinya miring. “Ohh, sariawan bapak karena ada gigi bungsu yg mau tumbuh, tp posisinya abnormal, mungkin itu penyebab bapak sariawan dan sakit kepala terus menerus, giginya harus di oprasi, harus di ambil ya pak..

Bulan juni 2016, saat awal bulan ramadhan, suami tak puasa karena akan di operasi gigi, di cabutlah gigi yang selama ini mengganggu,, seminggu berlalu, sariawan masih menetap.. sakit di kepala makin menjadi. ” mi, abbi sakit nelen, sakit kepala makin sering, kenapa ya padahal giginya udah di cabut, terus lidah abbi jd g bisa digerakin ke kiri” “besok periksa ke dokter lagi ya bii, sekalian kontrol gigi”

“Giginya udah g ada masalah ya pak, kalo keluhan bapak sakit kepala, baiknya bapa periksakan ke dr syaraf ya” kata dr bedah mulut saat itu,, diperiksalah suami ke dr syaraf, hanya diberi obat anti sakit.. dokterpun menyarankan fisioterapi lidah karena lidah yang tak bisa di gerakan ke kiri, 6 kali pertemuan fisioterafi dan tak ada perubahan..

Dokter menyarankan pemeriksaan MRI, perkiraan pemeriksaan MRI saat itu sekitar 5-6 juta dan tak bisa dicover asuransi 
“periksa MRI nya nanti saja ya mii, bentar lagi kan kita mau mudik, lumayan uangnya buat bekal mudik ke tasik”.

Hari idul fitri… suami lebih memilih tiduran di kamar dan tak ikut bersilaturahmi ke rumah sanak saudara, sakit di kepala semakin sering,, hari raya hanya dihabiskan dengan beristirahat tiduran di kamar..

Liburan lebaran pun telah usai, bersiaplah kita kembali ke ibukota..

“Mii sebelum kita ke jakarta, ummi lepas KB nya ya, abbi pengen zuma punya ade”,,, ” duh bii, baru anak satu az ummi udah repot, gimana kalo nambah” .. “biarin, nambah anak nambah rezeki, abbi pengen punya banyak anak, hehehe”

Kesal memang, tapi aku pun menurut, di lepas lah KB IUD yg setahun tertanam di rahimku..

“Mii, koq di lidah abbi jd ada benjolan, coba liat mii”

Benar,, ada benjolan kecil sebesar biji jagung di lidah yang ada sariawannya, “besok ke dokter lagi ya bi”,,

“Sejak kapan benjolannya ada pak” tanya dokter.

“Baru 3 hari dok”

“Sakit gak?” Sambil memencet benjolannya

“Enggak dok enggak sakit, tp kalo sariawannya masih sakit dok, menelan jg jd sakit,kepala juga makin sering sakit”

“Harusnya bapak di periksa MRI biar tau sakitnya dari mana, kalo benjolannya ini kemungkinan tumor jinak, bagaimana kalo di oprasi benjolannya terus nanti kita periksakan hasilnya”

Suamiku hanya mengangguk, tanda setuju..

Awal agustus 2016, aku menemani suami di oprasi di RS JAKARTA,, zuma aku titipkan pada mamahku, ketika tau kabar suami mau di oprasi, mamah langsung berangkat ke jakarta..

Operasi berjalan lancar, 3 jam lamanya,,

“Ini istrinya pak Andrie? Operasinya sudah beres, ini benjolan yg sudah diambil mau diPA-kan dulu ya, hasilnya nanti 10 hari lagi..

Tanggal 13 agustus 2016, kami kembali menemui dokter, dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil PA dari laboratorium.

“bapak usianya berapa tahun?”

“28 dok”

“Sudah punya anak?”

“Sudah, baru usia setahun dok”.

Dokterpun menghela napas panjang…ada perasaan tak enak saat itu.

“Hasil pemeriksaannya kurang bagus, bapak positif terkena KANKER LIDAH,

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?”

Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku,

tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang suamiku.

Kutatap wajah suamiku, suamiku hanya terdiam, pucat…

bapak saya sarankan berobat ke RS DHARMAIS, karena disana rumah sakit khusus menangani penyakit seperti bapak, harus cepat ya pak, sebelum kankernya menyebar kemana2.

Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RS DHARMAIS.

Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu pasien. Aroma kecemasan bahkan keputusasaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan suamiku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Serangkaian pemeriksaan kami lakukan, lab, usg, rontgen, ct scan, bone scan.

“Dari hasil pemeriksaan, 3/4 lidah bapak sudah terkena kanker, bapak harus di oprasi di angkat lidah” kata dokter nya..

Ya Allah… apa lagi ini? Diangkat lidah? Kenapa harus suamiku yang mengalaminya? Kami pun pulang dengan perasaan yang tak tentu, nanti kita periksa ke RS SILOAM ya bii, kita cari second opinion”

Esoknya kita periksa ke RS SILOAM,, dokter melakukan endoskopi, memasukan kabel kecil yg ada kameranya melewati lubang hidungnya,, terlihat jelas kamera menangkap gambar di monitor.

“Wahh, kanker nya sudah menyebar ke tenggorokan pak”

Memang terlihat banyak benjolan merah di dekat pita suara.

“Kalo boleh tau sudah stadium berapa dok?”

“Kalo ini sih sudah stadium 4”

“Terus gimana dok? Tanyaku lirih,,

“Nanti bapak harus menjalani pengobatan kemoterapi 3 kali, langsung radiasi selama 30 kali.”

Wajah suamiku putih pucat, dia hanya terdiam, terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami suamiku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik. Keluar dari ruang dokter seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku beri kabar keluarga dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan suamiku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini, aku melihat anakku yang masih berusia 1 tahun, dia tersenyum ceria, ia tak mengerti beban berat yang menimpa orangtuanya, akupun memeluknya erat sambil menangis sejadinya.

Ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Awal september 2016 kami berencana pulang kampung ke tasik, dikarenakan kondisi suami yang tak bisa lagi bekerja, untungnya dari pihak kantor memberi cuti izin sakit sampai sembuh.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu suamiku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan dan cairan. Setiap hari suamiku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal. Segala macam makanan buah2an dan sayuran dijus dan di saring, Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semuanya.

“Bii, kayaknya ummi udah lama g haid, ” suamiku hanya tersenyum, coba periksain mii, tespek” katanya..

Aku terlalu sibuk mengurus suamiku yang sedang sakit, sampai tak sadar, 2 bulan lamanya aku tak datang bulan”

“Positif bii…”

“Alhamdulillah, zuma punya ade, mudah2an cwe ya miii, mudah2an pas bayinya lahir, abbi udah sehat,”

“Abbi pasti sehat sayang…”

Terlihat senyumnya yang mengembang dan bersemangat.

Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan bersujud padaNya. Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker lidah, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan.

5 bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Dan akupun mulai ragu, kondisi suami makin memburuk, kamipun mulai putus asa. Aku yakinkan suamiku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,

“Bii.. semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini abbi sakit, berobat kesana-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bii. Yang penting sekarang kita jangan lelah berikhtiar dan abbi tetap harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

“Utun lahir, abbi pasti udah sembuh kan mii? Tanya nya

“Pasti bii, g ada yg g mungkin kalo Allah sudah berkehendak, utun lahir, abbi udah sehat”. Ia pun tersenyum

Berat badan suamiku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 65 Kg kini tinggal 40 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat setiap hari suami muntah darah terus menerus. Ia pun terlihat lemas dan sangat pucat.

Januari 2017, aku bawa ke dokter spesialis Onkologi yang ada di tasik.

Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit karena hasil HB cuma 5, suamiku mengalami anemia berat. Kali ini aku membawanya ke RS Jasa Kartini tempat dokter itu praktek.

4 labu darah yang sudah masuk ke tubuh suamiku, dokter menyarankan kemoterapi”

“Kanker itu pengobatannya 3 rangkaian bu, kemoterapy, radiasi sama oprasi, tanpa itu kanker susah ditangani, apalagi dengan pengobatan alternatif dan herbal yang belum jelas” kata dokternya

“Mii, abbi mau berobat medis az, mau nurut apa kata dokter, mungkin ini jalan kesembuhan abbi” kata suamiku

Aku tak bisa berkata2,, baiklah kalo ini sudah keinginannya, aku hanya bisa mengiyakan, semoga Allah memberikan kesembuhan untuk suamiku dengan pengobatan medis.

Hari2 aku lewati, keluar masuk rumah sakit mengantar suami berobat, zuma aku titipkan ke rumah orangtuaku, karena waktuku habis dengan mengurus suamiku, penat rasanya,, hari2 dihabiskan dengan perjalanan dari rumah ke rumah sakit, rasanya melelahkan, apalagi dengan kondisi perutku yang semakin membesar.

dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir tak sadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar

“Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”

“Ma’afkan ummi, ummi tak mampu menjagamu selama ini…”

Serangkaian pengobatan medis dilakukan 7 kali kemotherapi, sampai kemo ke 3, kondisi suami sempat membaik, kemo ke 4,5,6,7… selama itu kondisi suamiku semakin menurun..

“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”
Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan suamiku. Malam-malamku kulalui dengan solat tahajud. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ikhtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada suamiku Ya..Allah.”

Rangkaian kemoterapi sudah beres, suamiku disarankan melakukan pengobatan lanjutan, sinar radiasi di RS santosa bandung, saat itupun kehamilanku sudah masuk usia 9 bulan,

“Bii, maaf ummi g bisa antar abbi ke bdg, abbi sama mamah az ya, takut brojol di jalan, nanti malah repot lagi”. Akhirnya suami pergi melakukan serangkaian pemeriksaan untuk radioterapi,

6 Juni 2017,, hari ke 11 bulan ramadhan, anak yang kedua ku lahir,, tanpa kehadiran abbi nya,, proses melahirkan yang kedua sangat lah mudah dan cepat, alhamdulillah Allah telah memberikan kemudahan dan kelancaran, segera aku vidio call suamiku, dia pun kaget karena tiba2 aku memperlihatkan bayi kecil padanya, 
“Ummi udah lahiran bii”

“Abbi pulang ke tasik sekarang jg mii, pemeriksaan simulatornya udah beres abbi di jadwalin radiasi nya nanti udah lebaran”

Pulang lah ia ke tasik, datang dengan raut wajah ceria, alhamdulillah perempuan, “mau abbi kasih nama “Zahabiya Assyifa farid”

Emas permata yang menyembuhkan..insya allah dengan lahirnya biya, abbi diberi kesembuhan oleh Allah.

25 juni 2017, saat itu hari raya idul fitri,, tiba2 suami mengeluh sakit kepala,

Dan esoknya mengeluh sulit menelan dan sesak nafas, dilarikanlah suamiku ke RS,, dan bayi ku yg baru 2 minggu aku bawa jg, menemani abbi nya di rawat di RS. Pihak RS sempat menolak krn aku membawa bayi, tp karena aku tak bisa meninggalkan keduanya, akhirnya diizinkan, walaupun dengan membuat surat pernyataan bahwa pihak RS tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada bayiku..

Saat itu suamiku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Masuk minumanpun kesulitan, Untuk memasukan nutrisi ke tubuhnya, dokter menyarankan oprasi gastrostomi, oprasi pasang selang dari perutnya, dan mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan oprasi tracheostomy dileher suamiku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi hanya ini cara yang bisa diambil.

Suamiku pasrah, dia minta aku menemaninya terus menerus, dan aku mengerti.. aku selalu mendampinginya. Tak pernah jauh darinya…“Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bii, leher di bolongin,perut juga bolong, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”

Selesai oprasi, bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang suamiku menulisnya di hp, mengirimkan lewat WA,, Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

Saat itu kondisinya sudah sangat menurun, sakit kepala hebat makin sering terjadi,, hasil pemeriksaan ct scan didapatkan, kankernya sudah menyebar ke otak,,

“Ya Allah beri kekuatan pada suamiku…!” Beri kesembuhan melalui ikhtiar selama ini ya Allah..”

Dokter yang menangani nya sudah angkat tangan, ia menyarankan suamiku untuk secepatnya pergi ke bandung untuk melakukan tindakan radiasi, tp karena kondisinya yang semakin menurun, rencana itu kami undur karena menunggu kondisinya membaik dulu..

Namun ternyata seminggu setelah operasi, selang di perutnya mengalami kebocoran, keluar cairan hitam pekat dari lubang di perut bekas oprasi,,

“Kenapa lagi ini?…”

“Mii abbi mau minta dirujuk az ke RSCM jakarta, disini abbi g sembuh2” kata suamiku..

Saat itupun aku meminta dokter untuk membuatkan surat rujukan ke RSCM Jakarta,, dokter mengizinkan… jam 1 tengah malam mobil ambulan mengantar kan kami berdua menuju Jakarta, ya.. hanya aku sendiri yang mengantar suamiku.. hari mulai terang saat kami tiba disana..

Serangkaian pemeriksaan dilakukan.. kondisinya semakin menurun, tapi masih bisa diajak komunikasi,, diapun mengambil hp dan mengetik sesuatu

“Mii, c juve meninggal di rscm kan?”

“Iya”

“Terus c yana zain jg meninggal mii, nanti giliran abbi ya mii”

“Abbi pasti sembuh sayang,”

“Mii, kalo abbi meninggal, abbi pengen dikuburin dekat anak2”

“Apaan sih bi, jangan ngomong yg enggak2” ..

Tak kama kondisinya semakin menurun, memegang hp pun ia tak mampu..

Dia hanya bisa menahan kesakitan yg dirasa,, sambil melirik sesekali ke arahku, sambil berkata,, “sakit mi…”

“Sabar sayang.. coba abbi dzikir dalam hati” ..lailahailallah…

Kuhampiri suamiku yang tergolek lemah. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh suamiku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang asar, aku tak diperbolehkan beranjak dari sampingnya, tanganku ia genggam erat. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa.

Tekanan darahnya sangat tinggi, nadi nya pun cepat, menunjukan angka 200 di layar monitornya. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat anti sakit namun hasilnya tetap sama tak berubah, suamiku masih mengeluh kesakitan. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun dokter memberitahu bahwa kondisi suamiku sudah sangat melemah, secara medis kondisi suami sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding. “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku tetap membisikan ke telinga suamiku, bahwa ia jangan menyerah, ia pasti sembuh.

“Aku tak mau kehilanganmu bii.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bii kubisikan lembut ditelinganya. Ia hanya tersenyum lemah…

Pukul 16.00, aku disodori surat pernyataan,, kata dokter ini adalah Surat persetujuan untuk tidak dilakukan tindakan apapun jika terjadi apa2 sama suamiku. Akupun pasrah “tak sanggup rasanya hati ini kehilanganmu, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

“Abbi…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ummi, tak bisa menjagamu selama ini. Ummi ikhlas abbi pergi, ummi terima semua dengan ihklas..
Jangan khawatir bii, ummi akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga suamiku.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan suamiku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan suamiku untuk menghadapmu dengan khusnul khotimah.”

Kubimbing suamiku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH.. Kuulang hingga berkali-kali..

Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini..

Pukul 16.40 ia menghembuskan nafasnya yg terakhir..

“bu, bapak sudah tidak ada.” ujar dokternya. aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh suamiku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

kudekap tubuh lemas suamiku.. ku kecup bibirnya, dan ku usap matanya… “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.”

Aku termenung disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “ummi ikhlas melepasmu bii, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan suamiku Andrie K Farid …… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya……

Boleh di share gak usah izin ya,, semoga cerita ini bermanfaat..

**

Demikianlah curhatan pilu istri yang ditinggal suami untuk selamanya karena kanker lidah. Semoga bermanfaat..

Sumber : tribunnews

http://jogja.tribunnews.com/2017/08/05/selamat-jalan-suamiku-baru-empat-jam-kisah-menyayat-hati-ini-sudah-dishare-ribuan-kali

Kisah Nyata: Suami Gaji 900 Ribu, Nafkahi 100 Anak Yatim

Sungguh dalam kehidupan ini, seorang manusia harus senantiasa bersyukur atas rezeki yang telah Allah beri. Jika pun hari ini kita tak memiliki uang namun kita masih bisa merasakan nikmatnya menyantap makanan, maka bersyukurlah karena kita bisa membeli dan memakan makanan dengan meminjam dahulu uang orang lain. Setelah itu kita kembalikan saat Allah memberikan rezekiNya.

Kita pun patut lebih bersyukur ketika mampu untuk makan sekaligus memiliki uang untuk membelinya. Dengan kata lain, kita patut untuk dikatakan sebagai orang yang berkecukupan dan menjadi orang yang senantiasa bersyukur.

Namun sebaliknya jika kita memiliki uang dan lidah untuk merasakan kenikmatan makanan terasa pahit ataupun tubuh dalam keadaan sakit, maka bersabarlah. Karena hidup ini akan diisi dengan berbagai ujian. Pun begitu juga ketika memiliki uang yang lebih kemudian mengajak yang lain untuk ikut merasakan rezeki tersebut, maka kita pun pantas masuk dalam kelompok orang yang diberi kelebihan oleh Allah.

Namun apa jadinya jika seseorang yang memiliki penghasilan yang pas-pasan justru bisa memberi makan dan mengurus anak yatim? Sungguh sebuah kehidupan yang jauh berbanding terbalik dengan kehidupan umumnya masyarakat yang enggan berbagi rezeki dengan anak yatim meski uang di tangan begitu banyak.

Orang yang bergaji pas-pasan ini benar-benar membuat kita sulit untuk mencerna bagaimanakah cara mereka memberi makan dan mengurus keperluan anak yatim tersebut? Bukan hanya satu anak, melainkan 100 orang anak. Benar-benar hal yang luar biasa karena Allah telah memilih orang tersebut untuk menjadi orang tua dari banyak anak.

Seperti suami istri ini yang mau menanggung 100 orang anak yatim dengan syarat anak-anak tersebut mau mondok / tinggal bersama mereka. Selain itu anak-anak juga harus mau sekolah. Sungguh sesuatu yang sangat luar biasa mengingat suami istri itu hanya memiliki gaji 900 ribu perbulannya dari kerja sebagai seorang kepala sekolah di sekolah swasta. Makan pun bukan hanya sekali, melainkan 3 kali dalam sehari. Belum lagi keduanya akan menyelipkan uang jajan di saku anak-anak yatim tanpa ada satu pun lembaga yang ikut menjadi penanggung jawab dari kehidupan mereka.

Ketika ditanyakan kepada mereka berdua, senyum merekah mulai terlihat dari keduanya. Salah satu dari mereka pun berucap, “Allah Maha Kaya, Allah Maha Pemberi Rezeki lewat caraNya, bukan cara kita.”

Allahu Akbar, betapa keyakinan telah membuat keduanya mau menjadi orang tua asuh bagi 100 orang anak, bahkan kini bertambah lagi. Benarlah sabda Rasulullah bahwa kita harus senantiasa menyayangi anak yatim sehingga Allah pun akan mengkaruniakan rezekiNya yang melimpah kepada kita.

Semoga bisa menjadi bahan perenungan panjang untuk kita semua yang merasa dilapangkan oleh Allah dalam rezeki namun enggan untuk membantu sesama, terutama kepada anak yatim.

Wallahu A’lam

Sumber: (http://webislamimasakini.blogspot.co.id/2016/04/kisah-nyata-suami-gaji-900-ribu-nafkahi.html?m=1)