Heboh Telur Palsu, Ini Fakta dan Cara Mudah Membedakan Telur Asli atau Palsu

Tenyata ini fakta dari viralnya berita telur palsu yang menghebohkan

Hal ini dijelaskan langsung oleh dokter dan ahli pangan Indonesia, tentang beredarnya berita-berita telur palsu yang meresahkan masyarakat, masih belum diketahui apakah benar-benar palsu atau hanya hoax saja, simak penjelasan ahli pangan Indonesia dan cara yang tepat memilah telur yang baik..

Di media sosial beredar video viral tentang telur palsu. Benarkan ada telur palsu? Dokter hewan lulusan UGM ini memberikan tanggapannya.

Beberapa waktu lalu beredar video viral yang menayangkan seorang ibu mendapati telur palsu ketika hendak memasak untuk anaknya.

Dia mengatakan ada lapisan seperti kertas dan kuning telur yang susah pecah sebagai penanda telur itu bukanlah telur asli yang berasal dari ayam, melainkan telur buatan.

Video tersebut telah ditanggapi oleh lebih dari 17 ribu orang dan dibagikan lebih dari 63 ribu kali. Hal ini tentu saja membuat para ibu rumah tangga menjadi resah dan takut memasak telur untuk keluarganya, karena takut dengan keberadaan telur palsu.

Berikut ini adalah video viral tentang telur palsu yang beredar di media sosial:

Viralnya video ini membuat banyak orang resah bahkan panik. Namun ada pula yang meragukan kebenaran klaim pembuat video bahwa telur yang ia buka adalah telur buatan.

Terkait hal ini, Prof. Hardinsyah seorang ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta menyatakan, dirinya tidak pernah menemukan telur palsu di pasaran.

Mengutip dari  Detik, Prof. Hardinsyah juga mengatakan bahwa secara teknologi, bisa saja telur palsu dibuat di laboratorium.

Akan tetapi, biayanya cenderung mahal, sedangkan harga telur di pasaran hanya sekitar dua ribu rupiah per butirnya.

Video membedakan telur palsu dan telur asli

Selain Prof. Hardinsyah, seorang dokter hewan lulusan Universitas Gajah Mada bernama Dr. Henny Hutomo turut memberi tanggapan atas video viral tersebut.

Dia bahkan membuat video serupa, yang membantah keberadaan telur palsu.

Berikut ini adalah videonya:

Dokter Henny membuat beberapa video. Dalam setiap video, ia menjelaskan bagian-bagian telur yang dianggap penanda telur palsu, namun sebenarnya normal berada di dalam telur.

Seperti selaput putih yang merupakan membran pelindung isi telur, kuning telur yang tidak mudah pecah karena telurnya masih segar, juga ukuran telur yang berbeda-beda.

Bahkan di salah satu video, dia memecahkan sebuah telur berukuran besar yang di dalamnya terdapat telur lain.

Dr. Henny menjelaskan, hal ini terjadi karena proses perkembangan telur dalam tubuh induk ayam yang belum sempurna, sedangkan tubuh ayam harus mengeluarkan telur tersebut. Hingga akhirnya telur yang lama masuk ke dalam cangkang telur yang baru.

Semua telur yang ia gunakan dalam video merupakan hasil peternakan ayamnya sendiri, bahkan dia sendiri menunggui ayamnya bertelur sebelum membuat video itu.

Di akhir video, Dr. Henny mengingatkan agar jangan mudah percaya pada hoax-hoax yang menyebabkan keresahan. Karena bisa jadi itu hanya ulah dari orang-orang yang ingin terkenal di media sosial.

Pemprov DKI Pastikan Tidak Ada Telur Palsu Berbahan Plastik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pengecekan terhadap telur ayam yang diduga telur palsu seperti pada video viral di media sosial.

Telur ayam yang diduga palsu tersebut ditemukan di PD Pasar Johar Baru. Laporan diterima Pemprov DKI Jakarta tepat pada tanggal 14 Maret 2018 dan selang satu hari langsung dilakukan penindakan dengan turun langsung ke Pasar Johar Baru.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Sri hartati mengatakan, bahwa telur ayam palsu itu tidak benar adanya.

Hal itu didapat setelah adanya pengujian terhadap telur ayam tersebut. “Jadi yang dilaporkan dan disangkakan beberapa kelompok yang mengatakan itu bukan telor ayam itu tidak benar,” tegas Sri Hartati di Jakgrosir Pasar Induk Kramatjati, Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, berdasarkan penelitian secara fisik, telur diduga palsu itu tidak memiliki satu pun ciri-ciri yang menyatakan bahwa telur itu palsu.

Selain tes fisik, secara tes DNA juga tidak ditemukan jika telur tersebut palsu. “Kita sudah lakukan uji di laboratorium secara DNA, jadi memang secara fisik mirip tapi secara DNA mengatakan bahwa itu positif telur dari ayam asli,” ujar Sri.

Dengan adanya dua pengujian tersebut, Sri meminta pada warga Jakarta tidak perlu merasa khawatir untuk tetap konsumsi telur di tengah-tengah ramainya isu telur palsu.

“Tolong pada masyarakat untuk meyakini itu apa yang dbeli dan dikonsumsi mereka sebenarnya telor asli dari ayam,” imbaunya.

Sementara itu, Direktur Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya Anugrah Esa meminta warga Jakarta untuk lebih bijak menghadapi isu-isu mengenai telur palsu yang tengah berkembang hingga meresahkan warga.

“Kami minta seluruh warga DKI lebih bijak hadapi medsos dari hasil pemeriksaan bahwa telor yang kita distribusikan pangan murah adalah telor asli dan kualitas sangat baik,” tutur Anugrah Jakgrosir Pasar Induk Kramatjati, Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Semoga bermanfaat.

 

sumber: wajibbaca.com

Begini Nasib Ular Kobra Jumbo di Kalimantan, Setelah Fotonya Jadi Viral

Postingan @Made Dwi Sudarmawan, bikin geger media sosial.

Meski memang diakui olehnya, bahwa apa yang diposting beberapa hari lalu itu nggak punya maksud agar jadi viral.

Jadi beberapa hari lalu, pria ini memposting sedang memegang ular jenis kobra.

Ukuran ularnya yang jumbo, membuat banyak netizen yang ingin tahu lebih lanjut.

Nggak hanya itu saja, ada yang meragukan tangkapan ular kobra dari Kalimantan itu.

Bahkan ada yang bilang kalau ular itu hasil rekayasa digital, biar yang memposting jadi terkenal.

Memang sangat disayangkan, postingan ular tersebut sudah nggak ada di akun milik  @Made Dwi Sudarmawan.

Tapi yang pasti, si pemilik akun kemudian membeberkan seperti ini.

“Mohon maaf yg sebesar besarnya
Foto ular tersebut bukan bermaksud memviralkan. Tetapi ular itu kami amankan karena ular tersebut berkeliaran di sekitar pemukiman warga sehingga membuat warga sekitar gelisah. Dan rencananya akan kami lepaskan ke alam liar kembali yg jauh dari pemukiman”.

Sehari setelah memposting bagaimana sampai ular itu tertangkap, @Made Dwi Sudarmawan melaksanakan rencananya (23/3/2018).

Didampingi oleh rekannya dan sorang pawang ular, @Made Dwi Sudarmawan melepas kembali ular kobra berukuran jumbo itu.

Dikawasan kebun kelapa sawit yang berbatasan dengan hutan , @Made Dwi Sudarmawan bersama rekannya dan pawang melepas ular itu.

Niat baiknya, melepasan ular kobra berukuran jumbo di alam bebas dapat dukungan netizen.

@Ariady Wahyoe Riady : Ya memang sebaiknya di lepas saja bli Made Dwi Sudarmawan,takutnya di kemudian hari malah tidak baik…semoga di alam bebas dia bisa tetap bertahan hidup.

@Sabina Mukadis : Syukurlah…ular itu dilepaskan kembali. Karena pada dasarnya kita manusia yang mengambil lahan tempat mereka..jadi mereka terdesak dan sulit mencari makanan….kalau ular2 dibunuh2in…nanti kuatirnya tikus2 datang dan meraja lela dan mungkin tikusnya lebih besar2 dari pada ular ..Astungkara…

@Hardi Anto : Sebenarnya di Perkebunan kelapa sawit memang tempatnya berbagai jenis ular karena tikus sebagai mangsanya sangat banyak disana. Biarkan saja dilepas disana agar keseimbangan alam terjaga.

 

sumber: grid.id

Suami Pengen Cerai, Wanita Ini Todong 50 Juta, Alasannya Buat Biaya Ini, Kejadian Selanjutnya Sungguh Tak Terduga!

TRISNO, 35, lelaki paling sombong se Surabaya. Gaji kecil dibantu istri kerja tidak mau. Ketika Ny. Sarini, 30, diam-diam nekad kerja, Sentot masih tenang saja. Begitu tahu, langsung ngamuk. Istri dihajar dan mau diceraikan. “Mau ceraikan saya, bayar Rp 50 juta buat ngurus anak-anak. Trisno menyanggupinya.

Tugas suami mencari nafkah buat keluarga, sedang istri momong anak di rumah. Tapi jika penghasilan suami tak mencukupi, tak salah istri ikut membantu. Tapi tak semua lelaki siap menerima uluran tangan istri. Dia merasa kalah gengsi jika istri ikut bekerja mencari nafkah. Maka banyak suami melarang bini kerja. Jika nekad malah diancam, “Kalau kamu kerja, saya tak momong anak saja di rumah.”

Trisno warga Tandes Surabaya, termasuk lelaki yang bergengsi tinggi. Istrinya yang cantik itu dilarang kerja, cukup momong anak saja di rumah. Idealnya memang begitu, istri cantik sekedar untuk sajen turu (hiasan tempat tidur), atau cukup mamah karo mlumah. Soal mencari nafkah biar menjadi tanggungjawab mutlak suami.

Tapi tak semua lelaki bisa mengamankan prinsip-prinsip tersebut. Bahkan banyak lelaki yang hanya berfungsi jadi pejantan doang. Trisno memang tak sampai sebegitunya. Meski gaji kecil, dia bertahan jadi pencari rejeki tunggal. Berangkat pukul 07.00 tiba di rumah lagi pukul 20.00. Tapi penghasilannya hanya cukup untuk makan setengah bulan.

Sarini pernah menawarkan diri, untuk ikut bekerja buat bantu beli garam dan sayur di dapur. Tapi Trisno tak mengizinkan.

Ketika istri agak ngotot jawabnya malah sengkring, “Kalau kamu kerja, ya sudah saya tak keluar dan momong anak saja.” Tentu saja Sarini tak berkutik sehingga meski ekonomi kekurangan dia tak berani melanggar larangan suami.

Tapi karena kebutuhan makin banyak, dan kedua anaknya mulai masuk sekolah, diam-diam Sarini nekat kerja. Dia bekerja jadi TU di sekolah swasta, yang bisa masuk kerja pukul 08.00 dan kembali ke rumah pukul 14.00. Dengan demikian saat berangkat dan pulang kerja, Trisno sama sekali tidak tahu. Sebab setiap dia pulang, istri juga sudah di rumah dan waktu mau berangkat kerja, Sarini juga selalu nguntapke (mengantar) sampai depan pintu.

Beberapa bulan lamanya rahasia itu terjaga. Trisno sama sekali juga tak menduga. Bila kemarin-kemarin makan pakai nasi beras murah, sekarang pakai beras menthik, dia tak juga mempertanyakan. Tahunya makan tambah enak saja, sampai nambah dan glegeken. Padahal itu berkat hasil kerja istri.

Lama-lama tahu juga, karena ada tetangga yang ngomong. Merasa dilangkahi, Trisno jadi naik pitam. Harga dirinya tersinggung, karena istri sampai kerja di luaran. Meski istri sudah menyampaikan sejumlah alasan, tetap saja tak dimaafkan. Sarini pun dikemplang sampai jatuh pingsan.

Sejak itu Trisno tak berani pulang, karena mertua juga ikut mengomeli dirinya. Istri juga tak pernah mencarinya. Bagi Sarini, met zonder suami, rumahtangga jalan terus. Wong sudah punya penghasilan sendiri ini. Tahu-tahu minggu lalu Trisno pulang dan mengajaknya ke Pengadilan Agama untuk bercerai.

“Mau ceraikan saya? Silakan, tapi bayar Rp 50 juta untuk membesarkan anak-anakmu.” Kata Sarini.

Ternyata Trisno menyanggupi, sehingga keduanya berangkat ke Pengadilan Agama. Tapi karena tak ada ketentuan bayar di depan, sampai gugatan itu sudah berproses, Trisno belum juga memberikan dana Rp 50 juta tersebut.[]

 

sumber: masterberita.com

Fakta Video Viral Emak-emak Gigit Polisi Saat Ditilang, Rujukan ke Poli Jiwa hingga Nasibnya Kini

Video aksi ibu-ibu gigit polisi saat kenal tilang bikin geger netizen.

Aksi tersebut diunggah oleh akun Facebook Yuni Shiu Che, Kamis (22/2/2018), sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam postingan yang diunggah menampilkan dua video tentang persitiwa di jalanan.

Saat itu, seorang polisi berusaha menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita.

Namun saat dihentikan, wanita itu justru melawan dan menggigit tangan polisi.

Rupanya, ada fakta menarik di balik viralnya video tersebut.

Dilansir dari beberapa sumber artikel berikut fakta menariknya.

1. Lokasi kejadian

Video seorang wanita menggigit polisi ramai diperbincangkan.

Dilansir dari TribunnewsBogor, kejadian tersebut diketahui terjadi di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kota Kudus Kabupaten Kudus.
Anggota Satuan Lantas Polres Kudus, Jawa Tengah Briptu Erlangga Hananda Seto, Kamis (22/2/2018) pagi, digigit seorang ibu yang ditilangnya saat tengah bertugas mengurai arus lalu lintas di Jalan A Yani Kudus.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM – Video aksi ibu-ibu gigit polisi saat kenal tilang bikin geger netizen.

Aksi tersebut diunggah oleh akun Facebook Yuni Shiu Che, Kamis (22/2/2018), sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam postingan yang diunggah menampilkan dua video tentang persitiwa di jalanan.

Saat itu, seorang polisi berusaha menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita.

Namun saat dihentikan, wanita itu justru melawan dan menggigit tangan polisi.

Rupanya, ada fakta menarik di balik viralnya video tersebut.

Dilansir dari beberapa sumber artikel berikut fakta menariknya.

1. Lokasi kejadian

Video seorang wanita menggigit polisi ramai diperbincangkan.

Dilansir dari TribunnewsBogor, kejadian tersebut diketahui terjadi di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kota Kudus Kabupaten Kudus.

2. Melanggar peraturan

Polisi menghentikan motor wanita tersebut karena tak mematuhi peraturan yang ada.

Wanita tersebut tidak mengenakan helm saat berkendara.

Bahkan, saat ditanya kelengkapan surat, wanita tersebut tak memiliki kelengkapan surat.

“Saat ibu itu melintas terdapat anggota kami yang menghentikan karena tidak mengenakan helm. Lantas ditanyakan kelengkapan surat-suratnya, ternyata tidak punya SIM dan STNK yang dibawa tidak sesuai dengan kendaraannya,” ujar Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto dikutip dari TribunnewsBogor.

3. Tangan polisi terluka

Tak terima ditilang, wanita tersebut melakukan aksi yang terbilang ekstrem.

Selain marah-marah kepada polisi, wanita tersebut juga menggigit tangan kanan polisi.

Sementara itu, polisi yang terkena gigitan wanita itu kemudian menunjukkan tangannya yang telah tergigit.

Dalam video itu tampak tangan polisi itu terluka karena bekas gigitan.

4. Diamankan polisi

Wanita yang berani menggigit polisi tersebut diamankan oleh pihak kepolisan.

Sikapnya yang terbilang ekstrem membuat dia harus berurusan dengan hukum.

Dilansir dari Tribun Jateng, wanita tersebut menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Kudus.

“Saat ini kami masih mendalami perempuan yang menggigit anggota kami. Dia tengah diperiksa di Satreskrim Polres Kudus,” kata Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto dikutip dari Tribun Jateng.

5. Dapat rujukan diperiksa di rumah sakit jiwa

Wanita yang menggigit polisi diketahui bernama Anik.

Kabar baru yang beredar, wanita tersebut dikabarkan mendapat rujukan untuk periksa kesehatan ke poli jiwa.

Surat rujukan tersebut diposting oleh akun Instagram @lambe_turah.

6. Dikaitkan dengan kebakaran di Matahari Mall Kudus

Viralnya video wanita menggigit polisi dikaitkan dengan kebakaran Matahari Mall Kudus.

Dilansir dari TribunnewsBogor, pengendara wanita tersebut disebut sedang terburu-buru karena ingin menyelematkan tokonya di Matahari yang kebakaran.

Seperti yang diketahui, pusat perbelanjaan Matahari Mall Kudus, Jawa Tengah, terbakar, Kamis (22/2/2018).

Amukan si jago merah yang berlangsung berjam-jam ini meluluhlantakan lantai 2 dan 3 gedung berlantai tiga ini.

Kejadian ini berkaitan erat dengan video viral ibu-ibu yang menolak ditilang sampai menggigit tangan polisi.

7. Reaksi netizen

Video yang diunggah di Facebook tersebut menjadi viral di media sosial.

Viralnya video tersebut mendapat perhatian para netizen.

Banyak netizen yang mengomentari sikap si wanita yang dianggap tak pantas.

Agungbagus Agung : ni emak kurang ajar

Aldo Azreial Devano : sombong se x tu ibu…pdhl klo dipikir buat kebaikan dia jg klo pake helm..udah slh gk bwh2 srt2 kndaraan..msh ngeyel..dsr ibu2 pkk..

Erenesto Ricky Kurniawan : harusx yg kayak gini lgsg d borgol

Irwan Yumba : Sebenarx yang marah itu polisix bukan ibu itu, bawah motor tdk ada surat2 terus dibebaskan lagi mungkin ibu ini mantan preman.

Sumber: Tribunnews.com

Kelor Bikin Heboh Amerika dan Disebut Pohon Ajaib, Seberapa Ajaibkah Tanaman Ini?

Kelor Bikin Heboh Amerika dan Disebut Pohon Ajaib, Seberapa Ajaibkah Tanaman Ini?

Sering kali kita mendengar ungkapan “dunia tidak selebar daun kelor”.  Memangnya seberapa lebarnya sih daun kelor itu?

Kita juga sering mendengar bahwa daun kelor dijadikan sebagai “alat” untuk “mematikan” orang yang mempunyai “kesaktian”. The Gurdian, dalam laporannya pada Minggu (7/1) kemarin, menyebut tanaman ini sebagai “miracle tree” alias “pohon ajaib”.

“(Pohon kelor) seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari akar sampai kulit kayunya, tumbuh dengan cepat dan tahan kekeringan, dengan benih yang dapat menjernihkan air, ini adalah sumber berharga di banyak tempat, yang oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB disebut sebagai ‘hasil panen bulan ini’,” tulisnya.

Seperti apa sih tanaman kelor, mungkin di antara kita banyak yang belum mengenalnya. Tanaman bernama latin Moringa oleifera ini tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar.

Tumbuhan ini diduga asli dari kawasan barat pegunungan Himalaya dan India, kemudian menyebar hingga ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Di Jawa, kelor biasa tumbuh sampai pada ketinggian 300 m di atas permukaan laut. Tanaman ini sanggup tumbuh di kawasan tropik yang lembap juga di daerah panas, bahkan tanah kering, karena tidak rakus “makan” pupuk (unsur hara).

Karenanya, kelor cocok sebagai tanaman “pioner” untuk penghijauan dan pemulihan tanah gersang. Di lahan kebun, tanaman kelor biasa digunakan sebagai pagar hidup. Sosok batang pokoknya tidak lurus betul, melainkan sedikit membengkok dan bercabang, dan ini bermanfaat sebagai pohon pendukung untuk tanaman merambat, seperti sirih atau lada.

Cara menanamnya sangat mudah, hanya dengan menancapkan setekan batang atau menyemai bijinya yang sudah tua, akan tumbuh tanaman baru. Kelor tergolong cepat besar alias bongsor. Tingginya bisa mencapai 3 m. Bila dibiarkan bisa mencapai 8 – 12 m.

Tanaman Multifungsi
Hampir setiap bagian dari tanaman kelor dapat dimanfaatkan, termasuk akarnya. Bisa sebagai bahan kertas, bahan kosmetik, bahan minyak pelumas, obat tradisional, dan sebagai sumber pangan.

Bunga kelor pun dapat dimasak, selain menyediakan nektar bagi lebah madu. Di masyarakat kita, daun, bunga, dan buah kelor muda biasanya dimasak sayur bobor atau sayur bening. Rasanya? Sedap, meski ada sedikit rasa pahitnya.

Di India, buah kelor dimasak kari dan diawetkan dalam kaleng untuk dijual di supermarket. Menurut laporan Michael D. Benge, dari Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS, di Washington DC, tahun 1987, daun kelor memiliki kadar vitamin A dan C yang cukup tinggi.

Selain itu, daun kelor juga dikenal kaya kalsium (Ca) dan zat besi (Fe). Juga sumber fosfor yang baik. Buah mudanya berkadar air tinggi dan kandungan proteinnya tinggi.

Meskipun daun kelor mengandung zat besi tingkat tinggi, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Federation of American Societies for Experimental Biology menemukan bahwa bioavailabilitasnya (jumlah yang memasuki sirkulasi tubuh) sangat rendah.

Sebenarnya, kandungan asam phytic-nya “nampaknya sangat menghambat penyerapan zat besi yang ada pada komponen makanan lainnya”. Dari jurnal tersebut juga dikatakan bahwa kualitas anti-inflamasi dari ekstrak daun kelor, mungkin lebih manjur daripada madu dan kunyit.

Biji buahnya yang tua dan kering menyimpan kadar minyak (lemak) nabati 25 – 40%. Komposisi asam lemaknya meliputi, asam oleat, asam linoleat, asam eiokosanoat, asam palmitat, asam stearat, asam arakhidat, dan lainnya.

Kalau daun dan buah mudanya dapat langsung disayur, biji kelor tua bisa untuk bahan baku pembuatan obat dan kosmetika. Minyak pelumas yang digunakan oleh tukang arloji pun bisa diproduksi dari biji  kelor.

Bukan hal baru bila daun kelor dimanfaatkan sebagai tanaman obat, seperti berikut ini pemanfaatannya.

  1. Mempercepat penyembuhan luka. Daun kelor ditumbuk halus lalu ditorehkan pada luka. Ini karena kelor mengandung semacam zat antibiotik.
  2. Penurun panas akibat demam. Daun kelor ditumbuh lalu digunakan sebagai obat kompres.
  3. Obat beri-beri dan bengkak. Daun kelor dicampur bersama kulit akar pepaya, kemudian dihaluskan, digunakan seabgai obat luar (bobok).
  4. Obat kulit. Daun kelor ditambah kapur sirih, bisa untuk penyakit kurap dan sejenisnya.
  5. Air rebusan akarnya konon ampuh untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, hingga obat kencing nanah. Juga pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  6. Daun kelor juga bisa dipakai untuk penurun tekanan darah tinggi, diare, kencing manis, dan penyakit jantung.
  7. Sakit kepala dan rematik. Akar kelor secukupnya dicampur dengan air, kemudian ditumbuk hingga berbentuk pasa. Oleskan pada pelipis dan belakang telinga. Pada penderita rematik, oleskan pasta tersebut pada bagian yang terasa nyeri. Diborehkan 3x sehari.

Malahan, kalangan masyarakat tertentu memanfaatkan daun kelor untuk mengobati mata ayam yang terluka sehabis bertarung. Satu-dua tetes getah kelor untuk mempercepat penyembuhan lukanya. Bahkan, mata kambing yang belekan dan rabun pun bisa normal setelah ditetesi getah kelor yang berwarna kuning itu.

Menjernihkan Air
Seperti pernah dipublikasikan New Scientist (Desember 1983), biji kelor digunakan untuk menjernihkan air sungai keruh berlumpur di Sudan dan Peru. Biji kelor juga memiliki kemampuan antibakteri.

Bahkan Jurusan Teknik Lingkungan ITB dan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di Samarinda pun menggunakannya untuk menjernihkan air permukaan (sungai, danau, kolam). Biji kelor juga dimanfaatkan sebagai bahan koagulan (bioflokulan) dalam proses pengolahan limbah cair pabrik tekstil.

Biji kelor ini mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzilisothiocyanate, yang mampu mengabsorbsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam dalam air limbah atau air keruh.

Sekalipun air keruh kecokelatan penuh partikel lumpur bisa menjadi jernih dan layak dikonsumsi berkat biji kelor. Meski aroma khas kelor masih terasa. Namun, dengan menambahkan butiran arang (sebaiknya dibungkus kain supaya tidak bertebaran) ke dalam bak penampungan air akan menyerap aroma langu kelor.

Menangkal Black Magic
Di sebagian kalangan masyarakat di Jawa, tanaman kelor sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah. Ini dimaksudkan untuk membuang ajimat yang masih melekat pada jasadnya.

Manfaat lain dari tanaman kelor, masih menurut kepercayaan tertentu, bisa sebagai penangkal kekuatan magis, ilmu hitam atau guna-guna, serta ajimat kesaktian. Caranya, cukup dengan mengibas-ibaskan setangkau daun kelor ke bagian muka korban. Atau air rendaman kelor disiramkan ke sekujur tubuhnya.

Konon, bersama bahan-bahan lain, seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan lainnya, kelor bisa dibuat bedak pupuk untuk sarana mengobati orang kurang waras. Termasuk orang yang kesurupan akan kembali “waras”. Tidak percaya?

Boleh-boleh saja….

 

Beredar Video Anies Dilarang Ikut Serahkan Piala Presiden Ke Persija, Ini Kata Fadli Zon

JAKARTA—Usai perhelatan final Piala Presiden di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2/2018) dimana Persija Jakarta keluar sebagai jawara, beredar viral video Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang nampaknya dilarang turun ke lapangan saat penyerahan trofi kepada Persija.

Dalam video itu nampak Anies hendak turun ke podium utama lapangan beserta rombongan Presiden Joko Widodo, namun kemudian dirinya dilarang turun oleh seorang anggota paspampres.

Hal tersebut, menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, cukup mengherankan dan patut dipertanyakan.

“Ya harusnya yang ditanya itu Pak Jokowi, kenapa enggak diajak? Cukup mengherankan juga itu gubernur kan, sebagai bagian tuan rumah juga ya saya kira tanya saja,” ungkap Fadli di, Jakarta, Ahad (18/2/2018).

Menurut Fadli, dalam gelaran seperti itu, biasanya ada protokoler tersendiri yang melibatkan gubernur setempat. Fadli menyebutkan, seharusnya, Anies tetap dilibatkan dalam penyerahan piala tersebut.

“Mestinya dilibatkan, biasanya Presiden keluar negeri diundang untuk mengantar atau menjemput, saya enggak tahu ini ada kaitan atau tidak,” ucapnya.

Sebelumnya beredar viral di lini masa media sosial sebuah video saat penyerahan piala dalam turnamen Piala Presiden sejak Ahad (18/2/2018) siang. Video tersebut menjadi heboh karena pada saat itu terlihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilarang turun ke lapangan saat penyerahan piala.

Dalam video itu, awalnya terlihat Presiden RI Joko Widodo bersama Menpora Imam Nahrawi, Seskab Pramono Anung dan Menko Polhukam Wiranto diminta turun dari podium utama menuju lapangan untuk menyerahkan piala kepada Persija sebagai pemenang Piala Presiden. Anies sebagai Gubernur DKI awalnya ikut dalam rombongan Presiden.

https://twitter.com/NetizenTofa/status/965091167707660289?ref_src=twsrc%5Etfw

sumber: islampos.com

Astagfirullah, Terbongkar Lebih dari Rp.500 Juta Harga “Nyogok” Masuk Bintara Polisi, ini Tekniknya

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum jika masuk polisi harus “nyogok” seperti terbongkarnya, lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada proses masuk calon polisi bintara, dan lebih mengejutkan lagi harga yang diberikan untuk sogokan tak tanggung-tanggung lebih dari Rp. 500 juta.

Ya, selama ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa untuk masuk menjadi anggota polisi, perlu uang hingga ratusan juta rupiah.

Namun, banyak pihak membantah hal tersebut, termasuk pihak kepolisian.

Sampai akhirnya terungkap beberapa komplotan yang memang beroperasi meminta uang masuk.

Dikutip dari masterberita.com, Subbid Paminal Bidpropam Polda Jatim bongkar sindikat makelar perekrutan calon polisi dari jalur Bintara dan Taruna 2017.

Pengungkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh petugas khusus itu berlangsung pada bulan lalu.

Salah satu oknum polisi yang ditangkap itu berpangkat Brigadir berinisial MJ, dinas di jajaran Polres Tulungagung.

Ia dianggap mensponsori dalam perekrutan anggota polisi atas nama REP, pendaftar dari Nganjuk.

Ketika OTT berlangsung, petugas Subbid Paminal Bidpropam Polda Jatim mengamankan uang tunai Rp 380.000.000; buku tabungan BRI dan kartu ATM

BRI atas nama MJ, buku tabungan BRI dan ATM BRI atas nama GG, ponsel milik Brigadir MO dan Blacberry dan ponsel lain milik Brigadir MJ.

Kabar yang berkembang dalam sindikat ini, MJ dan krunya membanderol harga Rp 525 juta.

Namun uang yang diserahkan keluarga korban REP ke Brigadir MJ masih sekitar Rp 380 juta.

Sisanya masih menunggu proses perekrutan selesai.

Untuk ‘menebus’ harga masuk polisi di jalur bintara, keluarga korban sampai menjual sawah.

Informasi diperoleh di lapangan, pihak keluarga REP ingin menjadikan anaknya sebagai polisi.

Lantas keluarga korban ngomong ke GG yang tak lain adalah, paman korban, untuk menitipkan ke panitia seleksi.

GG akhirnya minta informasi ke Brigadir MJ (kakak iparnya) untuk mencarikan informasi terkait penerimaan seleksi polisi.

Atas permintaan itu, Brigadir MJ menghubungi teman satu angkatannya, Brigadir MO yang dinas di Surabaya.

Tak lama kemudian, MO mempertemukan MJ dengan seorang perempuan berinisial IL asal Waru, Sidoarjo (swasta).

IL mengaku bisa membantu memasukkan menjadi anggota Polri dan disepakati Rp 525 juta.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya OTT.

“Itu sudah saya cek ke Kabid Propam dan memang itu benar.

Kapolda menegaskan, siapapun yang melakukan akan mendapat punishment. Bisa dipindah ke luar Jatim,” ujar Frans Barung.

 

sumber: kabarmakkah.com

Merinding! Ternyata Dari Tahun 2004 Tanjakan Emen Sudah 7 Kali Kecelakaan Dan Banyak Memakan Korban! Yang Tahun 2004 Kejadian Sama Dengan Yang Sekarang..

Tanjakan emen benar diketahui bagaikan wilayah yang rawan musibah, dan juga sudah banyak memakan korban.

terkini, musibah yang menyebabkan tergulingnya bis, sabtu (10/2/2018) di tanjakan emen subang, jawa barat.

berikut catatan musibah yang sempat terjalin di tanjakan emen, subang yang dikumpulkan tribunnewsbogor. com dari bermacam sumber.

1. tahun 2004, 3 tewas

musibah maut ini terjalin pada bulan november 2004, yang mengaitkan bis pariwisata asal jakarta yang bakal kembali dari arah bandung.

sopir bis tidak kuasa mengatur bis, kemudian tergelincir dan juga terbalik.

hasil penyidikan, diprediksi rem blong dan juga keadaan ban yang sudah gundul.

musibah ini menyebabkan 3 orang tewas dan juga belasan yang lain cedera.

2. tahun 2009, 7 tewas

musibah maut pada september 2009 mengaitkan bis parahyangan yang bawa 41 orang sehabis kembali wisata dari gunung tangkuban perahu.

bis tersebut hadapi rem blong, sampai – sampai menabrah suatu mobil kemudian terguling sebagian kali.

sebanyak 7 orang tewas menggambarkan masyarakat buaran, serpong, tangerang selatan, dan juga belasan yang lain hadapi cedera berat.

3. tahun 2011, 3 tewas

musibah selanjutnya terjalin pada 7 oktober 2011, yang mengenai penumpang minibus pariwisata yang bawa turis asal belgia.

bis ini pernah mengebut dari arah tangkuban perahu, kemudian ketiadaan kendali sampai menabrak tebing jalur.

3 penumpang dilaporkan tewas di tempat, dan juga 9 yang lain hadapi cedera berat.

4. tahun 2012, 4 tewas

musibah yang lain mengaitkan bis dian mitra yang berasal dari arah tangkuban perahu mengarah ciater.

bis tersebut bawa 20 turis asal taiwan.

bis tersebut menabrak motor, sampai – sampai oleng dan juga menabrak tebing, kemudian terguling menutupi jalur.

sebanyak 3 masyarakat negeri taiwan dan juga seseorang pemandu wisata wafat di tempat.

korban yang lain sebanyak 26 orang wajib menemukan perawatan di rumah sakit hasan sadikin bandung.

peristiwa ini berlangsung pada bulan oktober 2012.

5. tahun 2014, 9 tewas

peristiwa yang sama mengenai rombongan pelajar sma nurul huda cengkareng dikala kembali liburan dari tangkuban perahu.

peristiwa ini terjalin pada bertepatan pada 17 juni 2014.

bis pariwisata aladin bawa 54 penumpang ini menabrak mobil minibus, kemudian terguling.

sebanyak 9 orang tewas, yang terdiri atas guru dan juga murid.

6. tahun 2017, satu tewas

tabrakan mengaitkan minibus isuzu dengan no polisi b 7085 kda, sepeda motor cbr dan juga mobil xtrail engan no polisi b1759 fkj, pada hari minggu, bertepatan pada 2 april 2017.

bukan bis, musibah ini dirasakan oleh satu keluarga yang menaiki minibus dari arah bandung mengarah subang.

mobil minibus ini ketiadaan kendali sampai menabrak satu motor dan 2 mobil yang lain.

akibat musibah tersebut, satu orang pengndara sepeda motor wafat dunia dan juga 3 penumpang minibus hadapi cedera berat.

7. tahun 2018, 27 tewas

musibah pada hari sabtu (10/2/2018) ini menyebabkan korban tewas lebih banyak dibanding tahun – tahun sebelumnya, ialah 27 orang.

bis yang mengangkat sekira 50 rombongan anggota koperasi itu, baru aja meninggalkan wisata kawah gunung tangkuban perahu buat berulang kembali ke tangerang selatan via tol cipali.

” bis mengarah subang kota dari arah bandung. dikala melintas turunan panjang dan juga berkelok, bis tidak terkontrol karna diprediksi rem blong dan juga menabrak sepeda motor dengan no polisi t 4382 milimeter. bis setelah itu menabrak tebing sebelah kiri jalur dan juga terguling di bahu jalur, ” ucap kapolres subang akbp meter joni.

Mitos

tanjakan emen ini populer dengan cerita mistis dan juga mitos yang sudah melegenda di golongan warga.

mitos tersebut terdapat dalam 2 tipe.

mitos dalam tipe kesatu, penamaan tanjakan emen seorang diri berawal dari suatu musibah maut yang terjalin dekat tahun 1960.

emen merupakan sopir oplet jurusan bandung – subang yang biasa mengemudi di malam hari.

tetapi nahas, ketika itu oplet yang dikendarainya terguling sampai dibakar.

badan emen juga turut dibakar hidup – hidup.

tipe kedua, emen merupakan korban tabrak lari di wilayah angker tersebut.

konon, mayatnya dirahasiakan di semak belukar dan juga pepohonan lebat di wilayah tanjakan itu.

semenjak dikala seperti itu, bermacam – macam musibah maut dan juga peristiwa aneh sering kali terjalin di wilayah tanjakan ini.

serupa kendaraan yang seketika mogok, sopir ataupun penumpang yang kesurupan ataupun kerasukan, sampai musibah maut.

sumber: tribunnewsbogor

Albothyl Resmi Dilarang BPOM untuk Digunakan Sebagai Obat Sariawan, Ternyata Ini Penyebabnya!

Produk Albothyl yang selama ini dikenal oleh masyarakat untuk mengatasi sariawan ternyata mengandung bahan berbahaya. Ada kandungan policresulen yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit serius.

BPOM RI telah mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan penggunaan produk Albothyl. Isinya menegaskan bahwa obat luar itu mengandung policresulen konsentrat sebesar 36% yang tidak direkomendasikan untuk menyembuhkan penyakit kulit hingga masalah gigi dan gusi.

Adapun isi pernyataan selengkapnya yakni disebutkan bahwa berdasarkan Pengkajian Aspek Keamanan Pasca Pemasaran, sediaan cairan obat luar tersebut mengandung policresulen 36% yang ternyata dijualnya terbatas alias harus dibeli dengan resep dokter. Obat tersebut jika dipakai langsung tanpa diencerkan dengan air bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

“Ada juga laporan bahwa kandungan chemical burn pada mucosa oral terkait penggunaan policresulen oleh konsumen,” sebut isi pernyataan tersebut yang diterima Okezone, Kamis (15/2/2018).

Nah, faktanya selama ini Albothyl digunakan masyarakat untuk mengobati sariawan dengan kilat. Mereka langsung meneteskan cairan obat luar itu di titik yang sakit.

Agar tak menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat, Albothyl kini tidak boleh digunakan lagi untuk mengatasi sariawan, masalah kulit, hingga masalah gigi dan mulut yang lainnya.

“Kemudian dilakukan re-evaluasi terkait indikasi policresulen yang tercantum pada obat tersebut, dalam bentuk sediaan ovula dan gel,” tegasnya.

Sementara itu, ditilik Okezone lebih lanjut, policresulen sebenarnya yakni sebuah kandungan satu jenis antiseptik yang dapat mengatasi kulit. Tapi umumnya untuk mengatasi area intim, seperti kutil kelamin, radang serviks, radang v4gina dan masalah lainnya yang berkaitan dengan organ vital.

Sayangnya, karena PT Pharos pernah menyebarkan iklan di media massa bahwa Albothyl dapat mengatasi sariawan dengan cepat, jadilah masyarakat menggunakan obat tersebut untuk mengatasi masalah gigi dan mulut. Untuk itu, Anda diminta hati-hati dalam menggunakan obat luar ini.

Jangan lagi menggunakan Albothyl untuk mengatasi sariawan, karena dampaknya bisa menyebabkan beberapa masalah penyakit ringan hingga serius yang merugikan masyarakat.

Jawaban Pharos

Okezone mencoba mengonfirmasi kepada PT Pharos, apakah benar Albothyl dilarang penggunaannya oleh BPOM.

Menurut Manager PT Pharos Imawan, BPOM hanya memberikan tanda bagi masyarakat supaya hati-hati saat memakai Albothyl ketika mengatasi sariawan.

“Sebenarnya, pemakaian Albothyl untuk sariawan diperbolehkan dan tidak berbahaya, namun dipakainya dengan cara diencerkan terlebih dahulu. Karena kandungan policresulen hanya sedikit,” ujar Imawan saat dihubungi Okezone, Kamis (15/2/2018). Imawan menambahkan, pemakaian obat ini hanya untuk area intim wanita lebih tepatnya. Karena kandungan policresulen bisa digunakan untuk mengobati segala jenis penyakit kulit, kecuali bagi penderita kanker.

Albothyl bisa digunakan untuk obat luar saja untuk mengatasi kulit yang mengalami kerusakan sel dan menyebabkan radang. Sebab, obat ini diindikasikan untuk mengobati kerusakan sel atau sel yang mati. Sejauh ini, tambah Imawan, untuk penarikan produk belum dilakukan oleh pihaknya. BPOM RI telah mengirimkan surat kepada PT Pharos dan sedang dikaji terlebih dulu. “Kami akan perbaiki keterangan pemakaian obat untuk sariawan. Jawaban surat dari BPOM sedang kita kaji sekarang,” tutupnya.

Untuk itu, Anda diminta hati-hati dalam menggunakan obat luar ini.

Jangan lagi menggunakan Albothyl untuk mengatasi sariawan, karena dampaknya bisa menyebabkan beberapa masalah penyakit ringan hingga serius yang merugikan masyarakat.

**

Sumber : lifestyle. okezone. com

https://lifestyle. okezone. com/read/2018/02/15/481/1860003/bpom-larang-albothyl-digunakan-sebagai-obat-sariawan

Wanita yang Simpan Jasad Suami dan Anaknya di Cimahi Percaya Mayat Mereka Akan Hidup Kembali, Ini 7 Faktanya!

Keluarga Neneng Hatidjah, penyimpan dua kerangka mayat di rumahnya di gang Nusa Indah, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi dikenal tertutup. Namun, sosoknya terbilang ramah sebab sering melempar senyum kepada warga dan suka bertanya tiap ada orang yang dikenalnya melintas di depan rumah.

Sebelum terungkap oleh petugas Puskesmas jika keluarga tersebut menyimpan kerangka mayat, salah seorang warga sekitar, Wawan (52) mengungkapkan aroma tidak sedap sering tercium di kediaman keluarga Neneng. “Jadi bau bangkai tikus dua tahun terakhir dari pagi sampai malam,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (31/1).

Ia sempat menanyakan aroma tidak sedap itu berasal dari mana kepada Neneng. Namun, yang bersangkutan sering menjawab jika bau tersebut bukan apa-apa.

Kemudian, warga pun sering menanyakan kondisi suaminya kepada Neneng. Perempuan tersebut sering mengatakan jika kondisi suaminya sehat. Setiap ditanya soal bau tidak sedap dan suaminya, tetangga mengatakan Neneng bersikap tertutup. “Keluarga ini tertutup, susah diprediksi. Tapi orangnya ramah kalau ketemu sering bertanya,” ungkapnya.

Warga diakuinya tidak menaruh kecurigaan kepada Neneng hingga akhirnya terungkap jika yang bersangkutan menyimpan jasad suaminya dan anaknya hingga menjadi tulang belulang. “Kita tapi kaget betul saat terungkap Bu Neneng menyimpan dua kerangka mayat,” katanya.

Sebenarnya tidak ada mencurigakan warga saat melihat rumah Neneng. Warga sebatas melihat rumah Neneng sering banyak bunga dan keris. Neneng hanya melarang warga yang ingin menebang cabang batang pohon di halaman rumahnya. “Banyak warga di sini bilang kalau di rumahnya ada bunga, keris. Bahkan informasinya pohon di halaman rumah nggak usah ditebang,” ungkapnya.

Menurut Kepala Polsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman, sejauh ini dari pemeriksaan sementara, kerangka manusia pertama dikenali sebagai jenazah Nanung Subana, yang berusia 85 tahun. Ia diketahui telah meninggal sejak Desember 2017.

Sedangkan untuk kerangka kedua dikenali sebagai jenazah Hera Sri Herawati, yang berusia 50 tahun. Ia diketahui meninggal sejak 2016.

Tapi, sejak meninggal dunia, jenazah keduanya disimpan keluarganya bernama Neneng di dalam salah satu kamar, hingga kedua mayat itu akhirnya tersisa kerangka saja.

Sutarman menuturkan, meski sudah dua tahun berada di dalam rumah, tak ada warga sekitar rumah yang tahu. Keberadaan kerangka baru diketahui berawal dari kedatangan petugas kesehatan dari Puskesmas Melong Asih, yang akan melaksanakan pendataan kesehatan masyarakat.

“Petugas puskesmas awalnya tidak diizinkan oleh Neneng untuk masuk ke rumah,” kata Sutarman kepada wartawan, Selasa, 30 Januari 2018.

Tindakan Neneng memicu kecurigaan petugas. Karena penasaran, petugas kesehatan lalu kembali ke puskesmas dan melaporkan masalah itu. Akhirnya pihak puskesmas memutuskan untuk kembali ke rumah Neneng, dengan ditemani ketua RT setempat.

“Dan benar saja, di dalam rumah ditemukan dua kerangka yang ditutup kain sarung, awalnya dikira dua orang yang sedang tidur,” ujarnya.

Sutarman mengatakan, selain Nanung dan Hera Sari. Rumah itu sudah lama ada Neneng Khotijah (76 tahun), Erna Rendrasari (48 tahun) dan Deni Rohmat (43 tahun).

Namun kepolisian belum bisa mengumpulkan keterangan dari ketiganya karena mereka diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Neneng dan Deni sedang mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Cibabat. Sedangkan Erna ditangani di Rumah Sakit Cisarua.

“Masih bisa dimintai keterangan sebenarnya, tapi belum mendetail. Keadaan fisiknya lemah, kejiwaannya juga tidak stabil,” ujar Sutarman, Selasa, 30 Januari 2018.

Kedua kerangka itu kini sudah dievakuasi polisi ke kamar jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Inilah sejumlah fakta terungkap bersama penemuan kedua mayat itu, seperti dirangkum berikut:

1. Jenazah itu merupakan ayah dan anak.

Dua jenazah yang berada di tengah rumah Neneng, merupakan suami dan anaknya.

Nanung Sobana, suami Neneng, meninggal pada 2016 lalu di usianya yang ke-85.

Sementara, jenazah satunya lagi merupakan anak pertama dari pasangan Neneng-Nanung, Hera, yang menutup usia pada umur 50 tahun pada Desember 2017.

Menurut, Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman, rumah tersebut dihuni satu keluarga sebanyak 5 orang dan 2.

2.Diletakkan di dua tempat yang berbeda

Walau diletakkan di satu ruangan yang sama. Jenazah Nanung dibaringkan di atas kursi dengan ditutupi sarung.

Sedangkan, Hera dibaringkan di atas kasur yang digelar di atas lantai.

3.Warga Sering Mencium Bau Bangkai

Salah seorang warga RT 07, Katrin (47) mengatakan dirinya kerap mencium bau seperti bangkai tikus itu selama satu tahun ketika melewati rumah tersebut.

“Ketika melewati rumah itu, sering mencium bau tidak sedap, seperti bau tikus,” ujar Katrin saat ditemui dilokasoli penemuam mayat, Selasa (30/1/2018).

Namun, kata dia warga tidak pernah menanyakan terkait kecurigaan tersebut, karena pemilik rumah yakni Neneng Hatijah (74) tidak pernah terbuka.

4.Ditemukan oleh Petugas Kesehatan

Pegawai Puskesmas Melong Asih Zaki Rahman (42), terperanjat ketika membuka dua kerangka manusia yang ditutup dengan kain sarung di rumah milik Neneng Hatijah (74) di Gang Nusa Indah 6 RT 07/17, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Zaki merupakan salah seorang pegawai Puskesmas Melong Asih yang melakukan pendataan kesehatan ke rumah milik Neneng.

“Di dalam rumah itu kondisinya sangat berantakan dan bau tidak sedap serta ada dua orang dewasa yang ternyata anak ke dua dan anak ke tiga Neneng,” ujar Zaki Rahman saat ditemui dilokasi kejadian, Selasa (30/1/2018).

Zaki mengatakan, ketika kain sarung tersebut dibuka ada kerangka manusia dengan posisi telentang, tak lama dari itu, Zacki dan Ketua RT langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Cimahi Selatan.

5.Ditemukan Keris, Botol Pewangi, Bunga dan Benda Klenik Lainnya

Aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan dua kerangka manusia, menemukan sejumlah botol pewangi yang sudah kosong dan sejumlah keris serta bunga.

Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengatakan hingga saat ini masih melakukan pengembangan kasus penemuan dua kerangka tersebut.

6.Percaya Anak dan Suaminya Bangkit Kembali

Neneng menyimpan mayat suami dan anaknya itu karena merasa mendengar bisikan ghaib kalau keduanya akan bangkit lagi.

Sehingga kata dia, Neneng percaya dan enggan untuk menguburkan mayat suami serta anaknya yang telah meninggal sejak satu tahun yang lalu itu.

“Kita sudah mengamankan Ibu Neneng, sedangakan, anak keduanya langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

7.Neneng Sadar Perbuatannya Tak Wajar

Neneng Hatidjah (76), istri yang menyimpan kerangka suami dan anaknya menyadari jika tak wajar menyimpan jasad di dalam rumah. Namun Neneng tak mau memberi tahu warga soal kematian suami dan anaknya.

“Takut warga enggak percaya. Soalnya saya dapat hidayah (tidak menguburkan jasad suami dan anak),” ucap Neneng saat diperiksa di Mapolsek Cimahi Selatan, Selasa (30/1).

Saat petugas memberikan sejumlah pertanyaan, Neneng pun menjawab dengan jelas. Tak ada jawaban yang tak sesuai. Neneng pun menjelaskan alasannya menyimpan kerangka dua anggota keluarganya itu.

 

 

 

sumber: mediaonline