Wow! Gadis Kebumen Buat Aplikasi Lebih Canggih dari WhatsApp, Ditawar Rp200 Miliar

Bertepatan perayaan Hari Kartini 2018, sebuah aplikasi komunikasi bernama Callind karya gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah, resmi diluncurkan sebagai pesaing WhatsApp.

Pembuat aplikasi Callind Novi Wahyuningsih menjelaskan, Callind merupakan singkatan dari Calling Indonesia adalah aplikasi chatting yang memungkinkan penggunanya melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Bahkan saat ini melalui Callind pengguna bisa menikmati info lalu lintas dari beberapa titik secara online. Sehingga pengguna Callind dapat memantau kondisi arus lalu lintas yang sedang terjadi.

Menurut Novi, dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak. Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pemilik Aplikasi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Aplikasi chatting karya anak bangsa ini sudah dapat diunduh di toko aplikasi di Android yakni Play Store. Hingga hari ini pengguna aplikasi Callind sudah tercatat sekitar 350.000.

“Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai,” pungkas alumni UGM itu. [jpnn]

Ditawar 200 Miliar

Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting buatan gadis Kebumen ternyata sudah ada yang berniat membeli dengan harga Rp200 miliar. Namun Novi Wahyuningsih secara tegas menolaknya dan bertekad jadikan Callind produk anak bangsa yang akan mendunia.

Novi mengatakan saat ini banyak perusahaan yang tertarik dengan Callind, saya berharap Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan karya anak bangsa.

Callind sudah ditawar Rp200 miliar namun saya bertekad untuk mempertahankannya dengan dukungan masyarakat Indonesia saya yakin Callind akan besar. Dan saya meminta Pemerintah lebih serius walaupun pak Komunikasi dan informatika RI telah merespons dengan baik. Namun saya berharap Indonesia seperti China memblokir semua aplikasi dari luar negeri di saat WeChat dan Alibaba ada,” tutur Novi di sela-sela peluncuran Callind di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting yang memungkinkan kita melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call. Bahkan saat ini melalui Callind pengguna bisa menikmati info lalu lintas dari beberapa titik secara online. Sehingga pengguna Callind dapat memantau kondisi arus lalulintas yang sedang berlangsung.

Meski baru resmi diluncurkan hari ini, tapi Callind telah diunduh oleh 350.000 pengguna. Ke depan, ditargetkan bisa mencapai 10 juta pengguna dalam satu tahun. Dan tiga tahun kemudian, ditargetkan mencapai 50 juta pemakai. “Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai,” tutur Novi.

Kini gadis asal Kebumen itu tidak hanya sibuk mengembangkan perusahaan yang ia miliki, namun juga mondar-mandir ke beberapa kota di Indonesia untuk mengisi workshop/ seminar sebagai pembicara. Dia mengaku sering diundang dalam acara berskala nasional ataupun internasional.

Menurut Novi, dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak. Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemilik Aplikasi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Kejam, Aksi Premanisme Terhadap Kakek Penjual Celengan ini Bikin Geram

Hingga luka dikepala yang harus dijahit sebanyak itu

Tak tega melihatnya, kepala berlumuran darah, aksi premanisme semakin tinggi bahkan tak memandang korbannya, seperti yang terjadi pada kakek penjual celengan ini, hal ini yang jadi penyebabnya tingkat premanisme meningkat dan yang harus diberantas. 

Kisah dan foto kakek dengan luka di kening beredar di media sosial. Dalam keterangan foto, kakek itu menjadi korban pemukulan preman. Seperti apa faktanya?

Dalam keterangan foto yang ramai di media sosial, tertulis kakek tersebut terluka karena dipukuli preman. Seperti yang diunggah salah satu akun Instagram @ndorobeii. Pemilik akun menguggahnya Jumat (20/4) malam.

“Kepada sahabatku di manapu berada terutama yg tinggal di Kudus. Tlg yg dekat merapat. Infokan ke Dinsos Kudus, kepada bapak polisi yg bertugas di wilayah Kudus. Mohon dengan sangat untuk kroscek dan menindak lanjut, tentang kejadian penganiayaan dan pemalaka terhadap kakek tua itu,” tulisnya.

“Tolong usut dan tangkap pelakunya. Ini tidak boleh dibiarkan. Info yang saya dapat sbb : kakek penjual celengan tanah ini dipukuli karena diperas oknum/preman, kemarin pada 19 April 2018. Kakek korban kekerasan tersebut kemudian dipindah di sekitar SMP 5 Kudus. Dengan kondisi luka seperti di foto. Namu kakek tersebut hanya diam dan tetap jualan di Perempatan Proliman. Melihat luka beliau yag cukup parah, ada warga yang membawa ke Klinik Pratama As Syifa di Langgar Dalem,” lanjutnya.

“Alhamdulilah sudah mendapatkan perawatan di sana (5 jahitan). Di dapat informasi tempat tinggal beliau di daerah Kedungwaru. Ketika ada yg pengin mengantarkan beliau ke rumah, beliau bersikeras ingin di Kudus sampai daganganya habis.”

“Untuk sementara maka pemberian warga sekitarnya dan ada juga yang membatu jajaran pegawai kesehatan Klinik Pratama As Syifa telah merawat beliau dengan biaya pribadi serta dibatu diberi jaket,” kutip detikcom dari akun itu.

Kakek penjual celengan tanah ini dipukul karena diperas oknum/preman, kemarin pd tgl 19 April 2018

Kakek korban kekerasan tsb kemudian pindah disekitar Smp 5 Kudus
Dengan kondisi Luka seperti di foto.

Namun kakek tsb hanya diam Dan ttp jualan di perempatan Proliman. Melihat luka beliau yang cukup parah, Ada WARGA yg membawa ke klinik Pratama As Syifa Langgar Dalem dan alhamdulillah,sudah mendapatkan perawatan disana (5 jahitan)

Didapat informasi kalau tempat tinggal beliau di daerah Kedungwaru
Ketika Ada yg pengin mengantarkan beliau ke rumah,beliau bersikeras ingin di Kudus sampai dagangan celengannya habis

Untuk sementara makan pemberian warga sekitarnya ada dan juga turut membantu jajaran pegawai kesehatan klinik Pratama As Syifa telah meawat beliau dengan biaya pribadi serta di Bantu di beri jaket

Info :
Preman yang telah menganiaya Dan memeras kakek Ini katanya beraksi di area Proliman s/d sepanjang Smp 5 Kudus, pelaku Ada 2 orang

Sontak hal itu cepat mendapatkan respons berupa komentar. Banyak dari warganet yang menaruh belas kasihan kepada si kakek. Akun Inkapramitia menulis ‘Ya Allah paling ga tega lihat orang tua gini.”

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G Sukahar mengatakan, informasi seorang kakek dengan luka di pelipis memang ramai di medsos.

“Kami akan cek dulu. Memang ramai di medsos,” kata Onkoseno melalui pesan pendek ke detikcom.

Diwawancara terpisah, Satpol PP Kudus Djati Solechah mengatakan, pihaknya telah ikut membantu kakek bermama Paring itu. Paring merupakan penjual kendi yang biasa mangkal di jalan Sunan Muria, Kudus.

“Di lokasi barat traffic light Barongan untuk diantar ke rumahnya karena yang heboh di masyarakat habis dipalak sama preman terluka di bagian pelipis kepala,” kata Djati saat dihubungi detikcom.

Menurutnya Paring mengalami luka ringan. Kepada Djati, Paring mengaku terluka karena jatuh, bukan karena pukulan. Paring juga sudah diantarkan ke rumahnya di Karanganyar, Demak.

“Di lokasi diterima pak Kadus Bapak Mujiono dan Bhabinkantibmas dan keluarga,” pungkasnya.

Lebih lanjut, petugas Satpol PP saat ini sudah mengantarkan Paring ke rumahnya, yakni Demak. Sampai di sana, petugas disambut baik oleh Kepala Desa setempat beserta Babinkantipmas dan keluarga. Mereka mengucapkan terimakasih lantaran korban sudah diantarkan pulang.

Inilah Penyebab Suburnya Premanisme di Indonesia

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, mengatakan, premanisme berawal dari individu atau kelompok yang datang ke kota untuk mencari penghidupan. ”Mereka datang ke kota dengan kemampuan dan ketrampilan yang sangat minim,” ujar Boy.

Mereka harus berupaya untuk tetap bertahan di tengah kerasnya persaingan hidup di perkotaan. Sehingga mereka pun hanya memperoleh kesempatan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang juga serba terbatas. “Misalnya hanya menjadi tukang parkir, keamanan pasar, pengamen dan lainnya,” lanjut Boy.

Dari persaingan hidup yang keras itulah, para pendatang yang tak memiliki kemampuan dan keterampilan akhirnya memilih terjun dalam dunia premanisme.

Menurut Boy, untuk mengatasi masalah premanisme tak cukup dengan upaya refresif. Namun, kata dia, perlu ada upaya-upaya preventif untuk mencegah munculnya premanisme.

Untuk itu, kata dia, para pemangku kepentingan harus ikut memikirkan mengapa premanisme ini ada di tengah-tengah masyarakat. Agar para pemuda tak terjun dalam dunia premanisme, Boy menyarankan agar pemerintah memberikan pelatihan keterampilan, membuka kesempatan kerja atau kegiatan- kegiatan lainnya yang solutif.

Karenanya,  menangani masalah premanisme, tidak cukup berhenti pada upaya pembinaan dan penindakan hukum. Butuh keterlibatan dan dukungan para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah (pemda) dan instansi terkait lainnya.

 

sumber: wajibbaca.com

Tank Kostrad Tenggelam di Sungai saat Bawa 16 Anak PAUD, 1 Anggota TNI dan 1 Guru Tewas

Peristiwa kecelakaan dialami kendaraan lapis baja M113 milik TNI AD di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018) siang.

Dari informasi yang dihimpun, pemilik akun facebook Cindyana Aulia melalui grup Info Berita Sekitar, kecelakaan tersebut melibatkan tank M113 dari Batalyon Infanteri Mekanis 412 Divisi Infanteri 2/Kostrad, yang membawa rombongan anak-anak Pos PAUD Ananda Kelurahan Sindurjan Kecamatan/Kabupaten Purworejo.

Seorang netizen, Herlina Sukmawati menginformasikan bahwa pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 10.03 di Yon 412/Mekanis telah melaksanakan latihan outbound anak-anak sekolah di Sungai Bogowonto.

Di antaranya PAUD Ananda terdiri dari 16 anak dan seorang guru.

TK Masitoh terdiri dari 71 anak dan empat guru.

TK Siwi terdiri dari 20 anak dan dua guru.

PAUD Lestari terdiri dari 20 anak dan empat guru.

PAUD Handayani terdiri dari 35 anak.

Sarana yang digunakan adalah tiga unit tank.

Pelaksanaan outbound dibagi menjadi 2 kloter, pada kloter pertama selamat semua.

Namun saat kloter kedua, satu  kena musibah, tergelincir dan tenggelam sedangkan 2  lainnya selamat.

Jumlah penumpang : 5 personel TNI, 17 penumpang (16 anak, 1 guru ).

Setelah melihat tenggelam beberapa personel 412 yang sedang melaksanakan kegiatan di lap HR langsung menolong.

Sedangkan personel atas nama Pratu Randi Suryadi dan kepala PAUD yang mendampingi siswa Iswandari meninggal dunia.

Personel TNI mengevakuasi korban tank tenggelam di Sungai Sungai Bogowonto, Purworejo/facebook.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, angkat bicara terkait kecelakaan alat tempur taktis tank M113 di Purworejo.

Dikatakan Wuryanto, alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang mengalami kecelakaan, hingga menelan dua korban jiwa tersebut merupakan milik Komanda Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

“Itu milik Kostrad, ‎apa yang bisa kita lakukan kita bantu sepenuhnya,” kata Wuryanto, kepada Tribun Jateng, Sabtu (9/3/2018).

Bantuan yang diberikan, sambung dia, termasuk proses evakuasi terhadap korban, dan lainnya. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih detail terkait hal itu, lantaran menurutnya yang berwenang sepenuhnya adalah Kostrad.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Kostrad, penjelasan lebih detail dan jelas bisa melalui Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad,” tandasnya.

Kadispenad TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh membenarkan telah terjadi kecelakaan tank yang menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Sabtu (10/3/2018).

Saat ini tank sudah berhasil ditarik dari lokasi kejadian di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah.

Saat ini tim dari intel Divisi, Pom Divisi bekerja sama dengan Polres dan Satuan Pom setempat, sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.

“Memang betul ada kejadian itu pada hari Sabtu sekitar jam 10.15.TNI AD sangat menyesalkan kejadian itu dan menyatakan duka cita yg mendalam kepada keluarga korban yang meninggal,” kata Alfret dalam keterangan persnya, Sabtu (10/3/2018).

Sebagai bentuk keprihatinan dari satuan, jelasnya, TNI AD menyatakan duka cita dan akan memberikan santunan kepada keluarga korban, baik anggota (Pratu Randi) maupun Guru TK Ananda, Iswandari.[M Nur Huda]

 

sumber: medan.tribunnews.com

Mobil L-300 Ditumpangi 23 Orang Masuk Jurang di Siau, Begini Nasib Penumpangnya

Kecelakaan terjadi di Luaha Kelurahan Tatahadeng , Minggu (25/2/2018)  yang menimpa rombongan yang hendak menuju salah satu hajatan.

Sebanyak 23 orang menumpangi mobil L300 DL 8298 yang menjadi terbalik saat masuk kedalam curam.

Kejadian bermula saat rombongan tersebut mencari jalan alternatif karena  jalan yang biasa dilalui ditutup karena ada acara.

Sopir pun memilih jalan alternatif yang menanjak.

Dengan beban yang cukup banyak kendaraan tak bisa menaiki jalur tersebut, alhasil mobil pun mundur.

Saat penumpang yang terdiri dari orang tua dan anak-anak langsung keluar menyelamatkan diri masing-masing.

Namun naas bagi seorang penumpang FK alias florensia (43), warga peling, tubuhnya tertindih dengan badan mobil bagian belakang.

Bersama dengan para penumpang dan sopir korban sempat ditolong untuk dibawa ke Puskesmas, namun dalam perjalan korban meninggal dunia.

Sopir saat diwawancarai mengatakan, bahwa saat tanjakan ia memang kesulitan.

Pasalnya, tak hanya menanjak, lebar jalan juga hanya dua meter.

Hal itu yang membuat mobil tidak berjalan mulus sampai di atas tanjakan.

“Belum selesai tanjakan tersebut, saya kaget melihat ada mobil yang parkir disisi kanan jalan tersebut, dengan spontan langsung mengerem, namun ketika lagi ingin tancap gas, mobil sudah tidak bergerak dan akhirnya memutuskan mundur pelahan-lahan. Baru sekira dua meter pandangan saya sudah terhalang, dan kemudian mobil jatuh ke sisih kiri jalan dengan ketinggian kurang lebih tiga meter,” jelas AS.

Lanjut AS, setelah mobil terbalik dia keluar bersama dengan korban lainnya, melihat ada salah satu korban yang tertimpa bagian belakang mobil.

“Dengan gegas dibantu warga dan penumpang kami angkat korban dan dilarikan ke puskesmas Ulu Siau,” jelasnya.

Sementara ketika ditanya apa alasan memilih jalan tersebut, dia mengaku hanya mengikuti petunjuk arah di pertigaan.

“Saat rombongan melintasi jalan di Kelurahan Tatahadeng, ada arah panah petunjuk jalan ikut Luaha, karena dijalan utama ditutup sementara ada acara. Maka rombongan mengikuti jalan tersebut,” terangnnya.

Sementara itu Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Adnyana, melalui Kapolsek Siau Timur IPTU Taddy Malamtiga membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar telah terjadi kecelakaan mobil penumpang dari Desa Peling, yang menyebabkan salah satu penumpang meninggal dunia. Untuk penyebab sementara, sopir hilang kendali karena di jalur pendakian sangat sempit. Juga kondisi hujan, jalan licin,” jelas Malamtiga.

Sementara ketika disentil terkait dengan pengalihan jalur, dia menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada masyarakat di jalan utama ketika ada acara untuk menutup semua badan jalan.

“Ketika ada yang datang bermohon seorang bapak untuk menutup sementara jalan, pihak polsek langsung menolak, karena saat itu tidak ada surat serta tidak ada jalur alternatif,” akuhnya.

Bahkan kapolsek juga menegaskan, ketika ingin membuat acara, cukup menggunakan sebagian badan jalan.

 

sumber: tribunnews.com

 

Tak hanya Makan Sendok, Pisau dan Paku, Jahrani Pernah Teteskan Lem ke Matanya

Jauh sebelum memiliki kebiasaan makan sendok, pisau, paku, baut dan benda tak lazim lainnya, Jahrani (26), pemuda asal Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kukar pernah meneteskan lem buatan Korea ke matanya.

Akibatnya, kedua mata Jahrani tertutup rapat hingga kemudian dilarikan ke RSUD AW Syahranie.

Beruntung, kelopak matanya bisa terbuka lagi.

Jumrah, ibunda Jahrani kepada Tribun Kaltim menuturkan, pernah suatu saat dulu, anak sulungnya itu meneteskan lem seperti layaknya obat tetes mata.

Saat itu kondisi rumah memang sepi, hanya tinggal Jahrani sendiri.

“Dia malah menyalahkan saya karena menaruh lem Korea sembarang,” tutur Jumrah.

Lem itu sering digunakan adik Jahrani untuk mengelem sepatu.

Jumrah mengatakan, Jahrani sudah 7 kali bolak-balik ke rumah sakit.

Kendati biaya pengobatannya gratis karena ditanggung Jamkesda dan BPJS, namun Jumrah harus berutang untuk ongkos transportasi, makan, dan keperluan lainnya.

Hingga sekarang, utang itu belum terlunasi.

Sebagai ibu, Jumrah tidak pernah melihat keganjilan dalam diri Jahrani. Perilakunya tampak seperti biasa dan normal.

“Saya melihat perilakunya lebih aktif saat dioperasi terakhir kemarin (Januari 2018). Tangannya nggak bisa diam. Botol infus diganggunya hingga perawat beberapa kali mengganti botol infus. Maka itu tangannya sampai diikat,” ujarnya.

Enam bulan lalu, Jahrani minta dibuatkan pagar di pinggir tempat tidurnya. Pagar itu diberinya gembok.

Dia menghindari dorongan kuat makan benda asing yang bisa saja muncul sewaktu-waktu.

Selepas operasi Januari kemarin, Jahrani menghindari makanan masam atau kecut dan pedas.

“Dia juga tak boleh makan sejenis keripik yang keras dan susah dicerna karena ini akan membuat lambungnya nyeri,” kata Jumrah.

Jahrani makan seperti biasa, cuma tidak langsung dihabiskan. Sesekali dia berhenti, lalu dilanjut lagi makannya.

Jahrani juga tidak suka minum air putih. Ia hanya minum air gula dan teh.

“Dia suka makan apa saja, termasuk ngemil. Kadang-kadang makan 2 kali sehari,” ujarnya.

Jahrani menghabiskan waktu nonton acara kesukaannya di TV, seperti musik dan berita.

Jumrah tak hanya menempuh pengobatan medis untuk kesembuhan anaknya. Ia juga pernah memanggil kiai atau orang pintar.

“Satu ruangan ini penuh orang mengaji untuk kesembuhan Jahrani, lalu pernah juga melaksanakan salat hajat,” kata ibu dari 5 orang anak ini.

Semua cara telah ditempuhnya, tapi kebiasaan Jahrani makan benda asing masih muncul.

Ia berharap pasca operasi kemarin anaknya bisa segera pulih. Saat ini Jumrah terus mengawasi anaknya, bergantian dengan suaminya.

Sebelum tidur, ia harus memastikan gembok pagar di tempat tidur anaknya sudah terkunci.

Jahrani sendiri mengaku tidak sadar ketika memasukkan benda asing ke dalam tenggorokannya.

“Waktu itu kepala terasa berat. Saya nggak tahu benda apa yang saya masukkan ke dalam mulut. Lalu tiba-tiba tenggorokan saya sakit. Hingga saya sampai muntah darah. Saya baru sadar ketika perut saya sudah terasa nyeri dan kesakitan. Ibu saya bilang mata saya merah dan keluar air mata,” ujar Jahrani.

Sewaktu kerja di kayu, pemuda ini sempat mengalami kejadian ganjil.

Ketika kerja malam sekitar pukul 02.00, tiba-tiba ia ingin pergi sendiri di dalam hutan yang gelap. Waktu itu, ia merasa pikirannya kosong.

Ia terus masuk ke dalam hutan, bahkan tak menghiraukan teguran temannya.

Beruntung, temannya menepuk keras pundaknya. Ketika tersadar, Jahrani lalu balik ke tempatnya kerja.

“Karena saya sendiri sebetulnya takut kegelapan, tapi tiba-tiba saya sudah di dalam hutan yang gelap saat itu,” tuturnya.

 

sumber: Tribunnews.com

 

VIRAL!! Mentan Ajak Makan Keong Sawah, Ustadz Shabbarin Syakur: Ente Makan Aja Sendiri

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat mengganti daging, yang mahal, dengan mengkonsumsi keong sawah. Menanggapi ajakan Mentan itu, Sekjen Majelis Mujahidin, Ustadz Shabbarin Syakur tertawa geli.

“Pemimpin yang baik itu harus beri contoh itu saja, kita lihat kehidupan dia bagaimana. Dia beri contoh dulu dong,” katanya sambil tertawa, Jumat (8/12/2017).

Ustadz Shabbarin menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin hendaklah mencontoh Nabi Muhammad jika mengaku muslim. Karakter pemimpin yang baik itu menurut dia selalu memberi contoh. Katanya, Mentan harus beri contoh dulu sebelum komentar yang ngawur.

“Gampang aja nyuruh makan keong, ente makan aja sendiri,” cetusnya.

Lebih lanjut, Ustadz Shabbarin menegaskan bahwa pernyataan Mentan saat sidak ke Pasar Cipinang, pada Senin, (4/12/2017) sekitar pukul 14.00 WIB, lontaran kata asal-asalan.

“Jelas itu kata-kata yang tidak mempunyai arti sama sekali bagi seorang pemimpin. Enggak memberikan pencerahan,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, ternyata umatizen juga banyak membully komentar Mentan yang asal ngomong tersebut.

Contohnya, @mahendradatta. Menurut dia, ini akan jadi ancaman bagi kecebong bila keong sawah jadi pengganti daging. “Hahaha kalau keong sawah langka krn jadi makanan pokok, terus harus makan kecebong ya.”

Ada lagi umatizen @azharmatang, Masak keong sawah untuk rakyat nya.. yg benar aja..! Mau jadi apa republik ini..!!. [SY]

sumber: panjimas.com

Pacitan Berduka, Ribuan Rumah di 13 Desa Terendam Banjir, Belasan Meninggal dan Puluhan Orang Hilang, Lihat Videonya Ngeri!

Bencana alam kembali terjadi di Indonesia. Kali ini banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Hingga kini sudah tercatat 11 orang meninggal dunia dan puluhan hilang akibat bencana alam tersebut. Dari 11 orang tersebut, 9 orang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan rumah di 13 desa di tiga kecamatan Kabupaten Pacitan terendam banjir akibat hujan deras. “Pacitan juga merupakan daerah yang paling dekat dengan siklon tropis Cempaka, ditambah terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (28/11).

Melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, banjir terjadi setelah sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam dan jalan lintas selatan lumpuh total. Banjir, kata dia, terjadi di Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, desa kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo, Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung) dan di Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari).

Tujuh korban longsor berasal dari Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo sebanyak dua orang. “Sembilan korban meninggal akibat longsor itu hingga saat ini belum dapat dievakuasi. Sulitnya akses menuju lokasi dan tingginya intensitas hujan, menjadi kendala,” katanya.

Sedangkan, banjir menyebabkan dua orang meninggal dunia dan korban telah ditemukan. Warga yang terdampak, lanjut dia, lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi serta kerusakan masih dalam pendataan. “Pengungsi di Kecamatan Pacitan ditempatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo. Dapur umum akan didirikan, bantuan logistik disalurkan,” katanya.

Sumber: youtube

Sementara itu, cuaca ekstrem yang terjadi akibat pengaruh Siklon Tropis Cempaka telah menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung. BMKG telah menyampaikan peringatan dini adanya siklon tropis Cempaka yang berada di perairan sekitar 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan Provinsi Jawa Timur.

Kekuatan siklon 65 kilometer per jam pada hari ini dampaknya adalah cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali.

Data sementara yang dihimpun Posko BNPB, bencana tersebut terjadi Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus dan Sukoharjo.

Terhalang Longsor, Bantuan untuk Korban Banjir Pacitan Terhenti di Ponorogo

Gubernur Jatim, Soekarwo, menginstruksikan pemberian bantuan terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pacitan, Selasa (28/11/2017).

Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini langsung memerintahkan tujuh kabupaten di sekitar Pacitan untuk mengirim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke pusat bencana.

Namun, menurut Pakde, bantuan tersebut masih terhenti di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, akibat longsor.

“Bantuan BPBD sudah dalam perjalanan ke Pacitan. Tapi, berhenti di Slahung karena longsor,” ujar Pakde ketika dikonfirmasi seusai melantik jajaran Pengurus DPC Demokrat Surabaya, Selasa (28/11/2017), di Surabaya.

“Jadi, nunggu dua jam dari pukul tujuh tadi. Selain di Slahung yang JLS (Jalur Lintas Selatan) juga longsor,” imbuhnya.

Untuk membantu para korban, Pemrov Jatim mengirimkan beberapa bantuan, di antaranya tambahan perahu karet.

“Pertama, kami prioritaskan untuk menyelamatkan para penduduk. Kami menyiapkan perahu karet. Perahu karetnya, kita tambah,” ujar Pakde.

Kemudian, untuk menyambung jembatan yang terputus, pemrov membuat bailey (jembatan darurat).

Sedangkan untuk mengatasi tanah longsor, Pemrov Jatim telah menambahkan unit ekskavator.

“Saat ini, ekskavatornya sudah mulai dioperasikan untuk mengurangi longsor,” lanjutnya.

Selain itu, Pemrov juga akan mengirimkan bantuan makanan dan minuman, serta Unit Reaksi Cepat (URC) untuk antisipasi masalah kesehatan.

“Kami akan mengirimkan bantuan makanan dan minuman, sesuai dengan jenis dan jumlah kebutuhan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Pacitan akibat curah hujan yang sangat tinggi.

“Kalau dari laporan BMKG (Badan Metereologi dan Geofisika), memang penyebabnya karena curah hujan kita melebihi dari rata-rata dari biasanya,” pungkas Pakde.

465 Trafo Listrik Rusak

Sebanyak 465 trafo listrik dari 865 trafo distribusi di wilayah Pacitan, Jawa Timur rusak akibat banjir yang menerjang kawasan setempat. Akibatnya, 70 ribu rumah pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Manajer Komunikasi Hukum dan Adminitrasi PLN Distribusi Jatim, Wisnu Yulianto dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (28/11) mengatakan, banjir di Pacitan juga mengakibatkan delapan penyulang atau jaringan listrik yang memasok dari gardu induk ke jaringan tegangan menengah dari total 10 penyulang mengalami gangguan.

“Terdapat empat jaringan tegangan menengah yang tumbang akibat banjir yang disertai longsor tersebut,” ucap Wisnu.

Hal ini, kata Wisnu, sekitar 70 ribu pelanggan PLN terpaksa mengalami pemadaman akibat gangguan pada penyulang dan trafo tersebut.

Wisnu mengungkapkan, upaya yang dilakukan PLN Jatim saat ini adalah perbaikan segera, setelah kondisi di lapangan memungkinkan mengingat sampai malam ini banjir masih cukup tinggi.

“Saat ini seluruh petugas di PLN Rayon Pacitan sedang berusaha mengatasi gangguan dengan bantuan dari Area Ponorogo. Kendala di lapangan, akses jalan ke Pacitan malam ini terputus akibat longsor,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah desa di empat kecamatan Kabupaten Pacitan terendam banjir hingga ketinggian satu meter akibat dampak hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (27/11) hingga hari ini.

Sekretaris BPBD Pacitan, Ratna Budiono mengatakan banjir terpantau di wilayah Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo, itu sekitar Lorok, lalu Kebonagung Kecamatan Kebonagung, Pacitan serta Arjosari.

Disebutkan, ketinggian genangan air (banjir) yang merendam di jalan lintas selatan (JLS) mencapai batas ketinggian roda truk besar.

Ratna mengatakan, fenomena banjir dan longsor terjadi sebagai dampak Siklon Tropis yang terjadi di pesisir selatan Jawa, sebagaimana peringatan dini yang sudah disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak Senin (27/11), mulai dari Yogyakarta, Jawa Tengah termasuk pesisir selatan Jatim di Pacitan.

Berikut adalah video penampakan banjir di Pacitan Jawa Timur:

Sumber: siarberita

Ngeri! Begini Dahsyatnya Angin Kencang di Banjarnegara

Jakarta – Hujan lebat yang disertai angin kencang terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Saking dahsyatnya angin yang bertiup, warga berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri.

Suasana mencekam terlihat dari video yang diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (sutopopurwo). Warga berlarian mengamankan diri.

Mereka juga berusaha mencari tempat yang aman dan berlindung dari terjangan angin kencang. Sambil berlari, mereka juga berteriak ketakutan.

Angin bertiup begitu kencang hingga menyebabkan sebuah pohon tumbang. Sutopo menulis peristiwa itu terjadi hari ini pada pukul 13.00 WIB.

“Hujan lebat disertai angin kencang telah menyebabkan pohon-pohon tumbang di wilayah Banjarnegara. Pohon Beringin besar di Alun-Alun Kota Banjarnegara tumbang,” tulis Sutopo, Rabu (8/11/2017).

Berdasarkan data di RSUD Banjarnegara, total jumlah korban hingga pukul 15.00 WIB tujuh orang. Dari tujuh orang tersebut, satu di antaranya meninggal dunia.

 

Berikut Videonya:

Sumber: youtube.com
Sumber: detik.com

Inilah Biaya Pernikahan Kahiyang Ayu, Putri Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo Menikahkan putri satu-satunya Kahiyang Ayu Menikah dengan Bobby Nasution Rabu, (8/11/17). Resepsi pernikahan yang berlangsung di Gedung Graha Saba Buana, kota kelahiran presiden Jokowi, Solo, Jawa Tengah berlangsung meriah.

Mulai dari pejabat pemerintah pusat, daerah dan artis juga menghadiri acara tersebut. Jumlah keseluruhan tamu sendiri mencapai delapan ribu orang. Dengan jumlah tamu yang mencapai ribuan dan termasuk tamu VVIP itu, biaya pernikahan Kahiyang-Bobby ditaksir menelan dana hingga miliaran rupiah.

Wedding Consultant dari PT Bahtera Ratu Persada Yuliningtias mengatakan pernikahan putri presiden pasti mementingkan kualitas dari segala aspek. Karena itu, kata dia, dapat dipastikan semua yang dikenakan mulai dari makanan, baju dan pelaminan adalah yang terbaik.

Perempuan yang akrab disapa Ais ini mengatakan, untuk makanan, wedding organizer biasanya mematok harga paling murah Rp 80 juta untuk setiap seribu orang. Menurut Yuli, meski pernikahan ini menggunakan jasa penyedia makanan milik Kaesang Pangarep, anak presiden sendiri, namun tetap butuh biaya untuk membeli bahan baku. “Jadi saya perkirakan untuk makanan saja butuh dana lebih dari Rp 500 juta. Itu baru makanan utamanya, belum makanan ringannya lho,” kata dia seperti dilansir Tempo.co, Rabu, (8/11/17).

Untuk biaya beli pakaian, Ais memperkirakan butuh biaya Rp 20 juta untuk baju pasangan pengantinnya saja. Sementara untuk baju seragam keluarga mempeleai, ida memperkirakan butuh biaya sebanyak Rp 100 juta. Sedangkan untuk biaya dekorasi, dia mengkisar Rp 50 juta habis untuk biaya dekorasi pelaminan. “Lalu biaya foto karena Kahiyang beberapa kali melakukan foto prawedding pasti sampai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta,” kata dia.

Selain itu, untuk biaya pembawa acara, Ais berujar biasanya pembawa acara dibayar Rp 5 juta per acara. “Karena pernikahan ini menggunakan lima pembawa acara, maka dana yang dibutuhkan adalah Rp 25 juta,” kata dia. Untuk biaya gedung, karena yang digunakan adalah milik Jokowi maka biaya yang dikeluarkan hanya untuk keperluan listrik. “Kalau gedung sendiri ya seperti orang hajatan di rumah saja,” kata dia.

Seluruh perhitungan itu kata Ais belum memasukan biaya tambahan misalnya untuk jasa keamanan, makanan cadangan, transportasi tamu dan biaya sampingan lainnya. Ais memperkirakan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pernikahan Kahiyang-Bobby mencapai lebih dari Rp 2 miliar. “Diperkirakan menyentuh Rp 2 sampai 3 miliar.”

Namun mewahnya pernikahan Kahiyang Ayu dan kekasihnya Bobby, dibantah oleh Jokowi. Dia menyatakan pernikahan putrinya relatif sederhana, tidak mewah. “Ya relatif-lah ya yang namanya sederhana. Wong kita ini juga punya hajatannya di kampung, ya kan. Gedung juga gedung sendiri. Catering juga sendiri, panitia juga sendiri,” ujar Presiden Joko Widodo sebagaimana dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan, Selasa, (7/11/17).

Presiden Joko Widodo merasa bahwa nikahan putrinya tidak jauh berbeda dengan pernikahan-pernikahan pada umumnya. Rangkaian prosesinya pun, menurut dia, tidak ada yang benar-benar istimewa.

“Jadi jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah, jadi ya adanya seperti ini,” ucap Presiden. []

 

Sumber: inspiradata.com

Tragis! Pria di Tuban Mengamuk dan Tenteng Potongan Kepala Kakaknya

Ketenangan warga Tuban mendadak gempar. Seorang pria mengamuk ke rumah mertuanya yang sedang menggelar pengajian di Dusun Kayunan, Desa Rahayu, Kecamatan Soko. Saat mengamuk, pria bernama Jamiin (50) menenteng kepala manusia yang masih berceceran darah.

Kepala yang ditenteng pelaku tak lain adalah kakaknya, Jamiran (53). Kontan saja, warga yang mengikuti pengajian 7 hari mertua pelaku semburat keluar menyelamatkan diri. Saat itu, Jamiin yang pernah mendapat perawatan di RS Jiwa Menur, langsung mengamuk dan merusak perabotan di rumah tersebut.

Selain membawa kepala kakaknya, pelaku juga membawa kepala kambing yang sediannya akan digunakan untuk hajatan. Diduga pelaku membunuh korban dengan sabit dan cangkul. Kepala kakak dan kambing tersebut langsung digeletakkan di depan rumah orangtuanya.

Informasi yang dihimpun, saat itu korban memberikan obat ke rumah adiknya yang berjarak sekitar 30 meter. Entah apa yang terjadi, korban yang mendatangi rumah pelaku, Selasa (7/11/2017) malam sudah meninggal dengan kondisi badan dan kepalanya terpisah.

“Warga tidak ada yang tahu tadi membunuhnya kayak gimana, karena semua mengaji di rumah orang tua korban. Warga yang ikut pengajian keluar lari dan bersembunyi setelah melihat Jamiran bawa kepala orang yang berdarah-darah,” kata seorang warga, Hudi kepada detikcom, Rabu dinihari (8/11/2017).

Warga yang mengetahui aksi brutal itu langsung melaporkan kejadian itu kepolisian Polsek Soko dan Polres Tuban. Polisi dan warga akhirnya mengamankan pelaku meski sempat kabur.

“Ya, pelaku sudah diamankan,” kata Kapolres Tuban AKBP Sutrisno di Mapolsek Soko.

Kapolres Sutrisno menjelaskan, sebelum kejadian, korban memberi obat ke adiknya. Tapi entah apa yang terjadi, adiknya justru keluar rumah membawa kepala kakaknya di depan rumah mertua pelaku.

“Awalnya kakaknya mau kasih obat ke pelaku untuk diminum, tapi kok malah kakaknya meninggal. Lalu kepala kakak dan kepala kambing yang akan disembelih keluarganya, ditenteng dan dibawa di depan rumah orang tuanya yang sedang ada acara pengajian,” jelas Kapolres Sutrisno.

Sumber : beritaislam24h.info