Akhirnya, Ustadz Abdul Somad Buka Suara Soal Partai Allah dan Partai Syetan

Dai kondang, Ustadz Abdul Somad buka suara terkait istilah hizbullah dan hizbusysyaithan yang akhir-akhir ini jadi bahan perbincangan di masyarakat. Menurutnya, tak ada yang abu-abu di antara keduanya.

Istilah hizbullah dan hizbusysyaithan ramai dibicarakan setelah dilontarkan oleh mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais. Pernyataan tersebut dilontarkannya saat menyampaikan tausiyah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/04/2018), dan memicu perdebatan di masyarakat.

Ustadz Abdul Somad turut mengomentari polemik terkait istilah tersebut. “Penggunaan istilah hizbullah dan hizbusysyaithan bukan istilah baru. Ini sudah lama, sejak zaman Nabi Muhammad,” katanya kepada awak media di arena Islamic Book Fair (IBF) 2018 Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Kamis (19/04/2018).

Untuk menggambarkan kedua kelompok tersebut, UStadz Somad menyebut Perang Ahzab yang terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan, disebut perang ahzab karena saat itu ada kelompok munafik, musyrikin, dan Yahudi yang bergabung dan memerangi Rasulullah.

Dai lulusan Al Azhar Kairo Mesir itu mengatakan orang yang ingkar, melawan agama Allah, melawan kebenaran disebut dengan hizbusysyaithan. Sedangkan kelompok yang menolong agama Allah disebut hizbullah.“Ketika kita menolong agama Allah menegakkan hukum halal-haram, menegakkan kebenaran maka itu hizbullah. Karena hanya ada dua saja, yang haq dan bathil. Tidak ada abu-abu,” tandasnya. [Sumber Kiblat.net]

Wow! Gadis Kebumen Buat Aplikasi Lebih Canggih dari WhatsApp, Ditawar Rp200 Miliar

Bertepatan perayaan Hari Kartini 2018, sebuah aplikasi komunikasi bernama Callind karya gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah, resmi diluncurkan sebagai pesaing WhatsApp.

Pembuat aplikasi Callind Novi Wahyuningsih menjelaskan, Callind merupakan singkatan dari Calling Indonesia adalah aplikasi chatting yang memungkinkan penggunanya melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Bahkan saat ini melalui Callind pengguna bisa menikmati info lalu lintas dari beberapa titik secara online. Sehingga pengguna Callind dapat memantau kondisi arus lalu lintas yang sedang terjadi.

Menurut Novi, dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak. Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pemilik Aplikasi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Aplikasi chatting karya anak bangsa ini sudah dapat diunduh di toko aplikasi di Android yakni Play Store. Hingga hari ini pengguna aplikasi Callind sudah tercatat sekitar 350.000.

“Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai,” pungkas alumni UGM itu. [jpnn]

Ditawar 200 Miliar

Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting buatan gadis Kebumen ternyata sudah ada yang berniat membeli dengan harga Rp200 miliar. Namun Novi Wahyuningsih secara tegas menolaknya dan bertekad jadikan Callind produk anak bangsa yang akan mendunia.

Novi mengatakan saat ini banyak perusahaan yang tertarik dengan Callind, saya berharap Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan karya anak bangsa.

Callind sudah ditawar Rp200 miliar namun saya bertekad untuk mempertahankannya dengan dukungan masyarakat Indonesia saya yakin Callind akan besar. Dan saya meminta Pemerintah lebih serius walaupun pak Komunikasi dan informatika RI telah merespons dengan baik. Namun saya berharap Indonesia seperti China memblokir semua aplikasi dari luar negeri di saat WeChat dan Alibaba ada,” tutur Novi di sela-sela peluncuran Callind di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia merupakan aplikasi chatting yang memungkinkan kita melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call. Bahkan saat ini melalui Callind pengguna bisa menikmati info lalu lintas dari beberapa titik secara online. Sehingga pengguna Callind dapat memantau kondisi arus lalulintas yang sedang berlangsung.

Meski baru resmi diluncurkan hari ini, tapi Callind telah diunduh oleh 350.000 pengguna. Ke depan, ditargetkan bisa mencapai 10 juta pengguna dalam satu tahun. Dan tiga tahun kemudian, ditargetkan mencapai 50 juta pemakai. “Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai,” tutur Novi.

Kini gadis asal Kebumen itu tidak hanya sibuk mengembangkan perusahaan yang ia miliki, namun juga mondar-mandir ke beberapa kota di Indonesia untuk mengisi workshop/ seminar sebagai pembicara. Dia mengaku sering diundang dalam acara berskala nasional ataupun internasional.

Menurut Novi, dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak. Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemilik Aplikasi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Marak Tren Hijab Ala Pocong, Hal Penting ini Jadi Terlupakan Dibalik Makna Hijab

Astagfirullah….

Makna perintah berjilbab dari Allah jadi bergeser…

Jika kemarin mode jilbab syar’i digandrungi banyak kaum hawa, kini beredar tren jilbab ala pocong. Oleh karena kesadaran akan jilbab yang semakin meningkat, sangat rugi sekali kalau dipakai/ ditiru tanpa mampu menarik simpati Allah, bahkan ada yang mengundang murka Allah, Nauzhubillah…

Jilbab bukan hanya selembar dua lembar kain yang menutupi aurat tubuh seorang wanita, tapi ia adalah identitas, pakaian takwa muslimah.

Ketundukkan akan seluruh perintah dan larangan Allah, bukan hanya pelaksanaan untuk menutup aurat saja, itulah simbol kecantikan dan keindahan seorang wanita dalam Islam.

TREN fashion selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Hal ini pun serupa dengan jilbab. Jika kemarin mode jilbab syar’i digandrungi banyak kaum hawa, kini beredar tren jilbab ala pocong.

Dilansir oleh Manaberita dari Bangka Pos, tren yang disebut ‘Bawal Pocong’ ini pertama kali diperkenalkan oleh desainer asal Malaysia yang bernama Azzim Azziz.
Dinamakan Bawal Pocong karena adanya tali dibagian atas yang sama persis seperti pocong. Bahkan, warna putih semakin terlihat seram.

Azzim menyediakan beberapa pilihan warna untuk hijab pocong tersebut, di antaranya putih, hitam, biru, abu-abu, ungu dan masih ada beberapa pilihan warna lain.

Azzim pun akan membagikan secara gratis 10 hijab bagi mereka yang beruntung.

Tren hijab terbaru ini mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Beberapa orang justru takut karena terlihat seram. Mengenai jilbab model seperti ini dalam pandangan islam

Fenomena jilbab beberapa tahun belakangan ini menjadi booming digandrungi karena dikemas modis dan fasionabel.

Semua dipermak secara menarik mulai dari bahan kainnya, bentuk model kerudung/ bajunya, motif, warna sampai asesorisnya, juga sepatunya, tas nya, gaya tata rias make upnya ditambah banyaknya video tutorial tentang berjilbab dan berhijab itu sangat memudahkan para muslimah untuk mendapatkan akses tentang jilbab.

View this post on Instagram

TREN fashion selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Hal ini pun serupa dengan jilbab. Jika kemarin mode jilbab syar’i digandrungi banyak kaum hawa, kini beredar tren jilbab ala pocong. . Dilansir oleh MANAberita dari Bangka Pos, tren yang disebut ‘Bawal Pocong’ ini pertama kali diperkenalkan oleh desainer asal Malaysia yang bernama Azzim Azziz . Dinamakan Bawal Pocong karena adanya tali dibagian atas yang sama persis seperti pocong. Bahkan, warna putih semakin terlihat seram. . Azzim menyediakan beberapa pilihan warna untuk hijab pocong tersebut, di antaranya putih, hitam, biru, abu-abu, ungu dan masih ada beberapa pilihan warna lain. . Azzim pun akan membagikan secara gratis 10 hijab bagi mereka yang beruntung. . Tren hijab terbaru ini mendapat beragam tanggapan dari warganet. . Beberapa orang justru takut karena terlihat seram. . @dafa_riany: “Astaghfirullah.” . @suribeautyspa: “Ngeriii.” . @faleeyaaa: “Astagfirullah…tak de mode lain ke???seram dari hantu kak.” . @suribeautyspa: “Blm mati..sudah mau jd pocong..mcm mayat hidup, tiada apa yang nk dibanggakan, Dada pun X tutup.” (manaberita) #BerbagiSemangat – #regrann

A post shared by KAJIAN SEMANGAT (@kajiansemangat) on

Bisa dikatakan kampanye jilbab begitu sukses saat ini, namun ada hal penting yang terlupakan mengenai makna jilbabperintah jilbab dari Allah itu sebenarnya seperti apa.

Oleh karena kesadaran akan jilbab yang semakin meningkat, sangat rugi sekali kalau dipakai/ ditiru tanpa mampu menarik simpati Allah, bahkan ada yang mengundang murka Allah, Nauzhubillah.

Tak ketinggalan saat ini film/sinetron tentang jilbab/hijab mulai marak seperti film jilbaber in love (desember 2014), sinetron Aisyah puteri (Jilbab in love) dan film Hijab yang akan tayang Januari 2015.

Semua isi ceritanya tidak jauh dari ide-ide sinetron/ film Indonesia, berkisar tentang persahabatan, pacaran (pergaulan bebas) atau keluarga, dimana ceritanya tidak menampakkan ide keislamannya secara benar sesuai ketentuan syara’.

Padahal tontonan dari film saat ini sadar tak sadar menjadi sebuah tuntunan. Cara berpakaian, bergaulnya, sopan santun nya itu mudah sekali ditiru oleh anak-anak kita.

Dalam film/ sinetron tersebut diceritakan bahwa seorang perempuan yang berjilbab pun tetap bisa berpakaian ketat, pulang malam, bermake up menor plus bulu mata anti badainya (tabarujj), berparfum, tomboy menyerupai laki-laki, tetap pacaran, tetap pegang-pegangan tangan, bergaul tanpa batas syar’i dengan laki-laki non muhrim.

Padahal jelas sekali bahwa itu semua di haramkan oleh Allah. Perilaku seperti itu sama sekali tak mencerminkan seorang muslim walau ia berbicara dengan membacakan ayat-ayat Al-qur’an seperti di film-film itu.

Sepatutnya lah sebagai seorang muslimah yang cerdas dan menginginkan surga Allah mencari tahu apa-apa yang disukai/ tak disukai Allah, seperti halnya jilbab.

Tentu saja Allah sangat suka ketika kita memilih pakaian takwa itu, namun ketika kita menodainya dengan berbuat dosa-dosa lainnya (tetap pacaran, ketat tidak syar’i) karena kelalaian kita tidak mengkaji ilmu agama, maka sangat rugi sekali waktu yang kita lewati ternyata hanya menumpuk dosa-dosa, sehari demi sehari setahun demi setahun, Astagfirullah.

Harus ditanamkan betul-betul bahwa jilbab adalah simbol bahwa muslimah yang memakainya itu (seharusnya) berbeda daripada yang tidak memakai.

Sangat aneh bila berjilbab tapi masih suka boncengan sama cowok non mahromBerjilbab tapi mojok berduaan dan beraktivitas mesum, nauzhubillah.

Lah, kerudung saya mah apa atuh! Kerudung instan siap tempur semua. Hahaha. Saya bukan mau mengkritisi selera mode ya sis, hanya saja ada yang ingin saya sampaikan.

Kewajiban kita kan saling menasihati bukan bermaksud menggurui ya. Mau se-fashionable apapun yang penting tidak berlebih-lebihan yang melewati kaidah syariat sebagaimana yang sudah diatur dalam Al-quran: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka.menahanpandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,atau putera-putera suami mereka,atau saudara saudara laki-laki mereka, atauputera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supayakamu beruntung.” (QS An Nuur:31)

Bukan bermaksud membatasi kreativitas tapi memang sesuatu yang berlebihan itu kurang baik. Aturan main mengenai hijab, jilbab, kerudung sudah ada petunjuknya.

Silahkan berkreasi asal jangan melewati border, bisa kena penalty. maksudnya, berlebihan ini jadi memberatkan, padahal Hijab sendiri punya tujuan memuliakan kaum perempuan khan, sis? Nanya dalam hati aja.

Tali pocong identiknya khan buat mayit (orang yang sudah meninggal). Alhamdulillah bila memang kita berniat mempersiapkan diri sebagai ‘camat’ alias calon mayat tapi baiknya bukan langsung ke fashion fisik, apa tidak risih, sis? pas lagi di jalan disangka mayit hidup.

Hihihi, membayangkan saja saya nahan geli dan senyum- senyum tumpul nih. Kalau saya ceritakan pengalaman berhijab di Jablonna ini bisa buat tulisan berlembar-lembarvbuat curhat.

Pasalnya sis, baru saja kemarin ada madam yang hampir nabrak pintu apartemen lantaran beliau takjub lihat saya berjalan dorong stroller.

Aisha sementara ini dipakaikan topi khawatir dia kena rasis. Alhamdulillah penampakan Aisha nggak ada bedanya sama anak- anak Polandia cuma emaknya ini yang nggak bisa boong muka Asia plus kerudungnya khas Muslim ini yang bikin beda.

Mau bagaimana lagi sudah jalan hidup sebagai satu-satunya.keluarga Muslim di sini. Di lain kesempatan sis ada dua ibu-ibu nunjuk saya. Ya Allah berasa mau kabur ke Haugesund lagi. bisa bebas jalan jalan karena Norwegia hukumnya kuat kalau di sini wallahualam deh.

Terima nasib. Tidak terbayang kalau saya ikut- ikutan fashion jilbab pocong. Saya jamin tambah horor dah cerita berhijab di Polandia.

Bagaimana bisa pocong Indonesia sampai ke sini? apa nggak sekalian ekspor seperangkat alat pemakaman. Fashion sah-sah saja, kalau sudah berlebihan jadinya air bah hilang esensi berhijab itu sendiri.

Kewajiban berjilbab itu sama dengan perintah kita wajib menunaikan sholat, zakat, shaum, menutup aurat bagi laki-laki, menjauhi riba, memakan makanan halal, memuliakan orang tua.

Kedudukannya setara, siap tidak siap, niat tidak niat, suka tidak suka kalau ditinggalkan atau disalah gunakan (tidak syar’i) akan menjadi dosa besar.

Penjelasan mengenai Jilbab ataupun hijab bisa kita lihat dalam ayat-ayat al-qur’an dalam surah Al-Ahzab ayat 58 dan 59, yang menyatakan bahwa jilbab adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah, adapun hijab artinya penutup secara umum.

Sedangkan khimar adalah yang menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka) sesuai surah An-Nur ayat 31.

Dalam kesepakatan para ulama maka kriteria jilbab yang syar’i ialah khimar menutupi dada tidak boleh seperti “punuk onta”, tidak ketat, tidak tipis tidak menyerupai suatu kaum, tidak tabarujj dan bermegah-megah, niat karena Allah.

Jelas sudah jilbab merupakan bagian dari pelaksanaan hukum syara’ dan aktivitas seperti pacaran, tabarujj dll adalah pelanggaran terhadap hukum syara’, maka tak boleh dicampu adukan antara yang haq dan bathil. Karena kesucian jilbabmu akan ternodai oleh karena dosa-dosa kecil itu.

Begitulah pendapat saya terkait trend jilbab pocong. Jangan terlalu dibuat ribet kalau memang sederhana itu indah dan bermakna ya sis.

Wallahu A’lam..

 

sumber: wajibbaca.com

Kejam, Aksi Premanisme Terhadap Kakek Penjual Celengan ini Bikin Geram

Hingga luka dikepala yang harus dijahit sebanyak itu

Tak tega melihatnya, kepala berlumuran darah, aksi premanisme semakin tinggi bahkan tak memandang korbannya, seperti yang terjadi pada kakek penjual celengan ini, hal ini yang jadi penyebabnya tingkat premanisme meningkat dan yang harus diberantas. 

Kisah dan foto kakek dengan luka di kening beredar di media sosial. Dalam keterangan foto, kakek itu menjadi korban pemukulan preman. Seperti apa faktanya?

Dalam keterangan foto yang ramai di media sosial, tertulis kakek tersebut terluka karena dipukuli preman. Seperti yang diunggah salah satu akun Instagram @ndorobeii. Pemilik akun menguggahnya Jumat (20/4) malam.

“Kepada sahabatku di manapu berada terutama yg tinggal di Kudus. Tlg yg dekat merapat. Infokan ke Dinsos Kudus, kepada bapak polisi yg bertugas di wilayah Kudus. Mohon dengan sangat untuk kroscek dan menindak lanjut, tentang kejadian penganiayaan dan pemalaka terhadap kakek tua itu,” tulisnya.

“Tolong usut dan tangkap pelakunya. Ini tidak boleh dibiarkan. Info yang saya dapat sbb : kakek penjual celengan tanah ini dipukuli karena diperas oknum/preman, kemarin pada 19 April 2018. Kakek korban kekerasan tersebut kemudian dipindah di sekitar SMP 5 Kudus. Dengan kondisi luka seperti di foto. Namu kakek tersebut hanya diam dan tetap jualan di Perempatan Proliman. Melihat luka beliau yag cukup parah, ada warga yang membawa ke Klinik Pratama As Syifa di Langgar Dalem,” lanjutnya.

“Alhamdulilah sudah mendapatkan perawatan di sana (5 jahitan). Di dapat informasi tempat tinggal beliau di daerah Kedungwaru. Ketika ada yg pengin mengantarkan beliau ke rumah, beliau bersikeras ingin di Kudus sampai daganganya habis.”

“Untuk sementara maka pemberian warga sekitarnya dan ada juga yang membatu jajaran pegawai kesehatan Klinik Pratama As Syifa telah merawat beliau dengan biaya pribadi serta dibatu diberi jaket,” kutip detikcom dari akun itu.

Kakek penjual celengan tanah ini dipukul karena diperas oknum/preman, kemarin pd tgl 19 April 2018

Kakek korban kekerasan tsb kemudian pindah disekitar Smp 5 Kudus
Dengan kondisi Luka seperti di foto.

Namun kakek tsb hanya diam Dan ttp jualan di perempatan Proliman. Melihat luka beliau yang cukup parah, Ada WARGA yg membawa ke klinik Pratama As Syifa Langgar Dalem dan alhamdulillah,sudah mendapatkan perawatan disana (5 jahitan)

Didapat informasi kalau tempat tinggal beliau di daerah Kedungwaru
Ketika Ada yg pengin mengantarkan beliau ke rumah,beliau bersikeras ingin di Kudus sampai dagangan celengannya habis

Untuk sementara makan pemberian warga sekitarnya ada dan juga turut membantu jajaran pegawai kesehatan klinik Pratama As Syifa telah meawat beliau dengan biaya pribadi serta di Bantu di beri jaket

Info :
Preman yang telah menganiaya Dan memeras kakek Ini katanya beraksi di area Proliman s/d sepanjang Smp 5 Kudus, pelaku Ada 2 orang

Sontak hal itu cepat mendapatkan respons berupa komentar. Banyak dari warganet yang menaruh belas kasihan kepada si kakek. Akun Inkapramitia menulis ‘Ya Allah paling ga tega lihat orang tua gini.”

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G Sukahar mengatakan, informasi seorang kakek dengan luka di pelipis memang ramai di medsos.

“Kami akan cek dulu. Memang ramai di medsos,” kata Onkoseno melalui pesan pendek ke detikcom.

Diwawancara terpisah, Satpol PP Kudus Djati Solechah mengatakan, pihaknya telah ikut membantu kakek bermama Paring itu. Paring merupakan penjual kendi yang biasa mangkal di jalan Sunan Muria, Kudus.

“Di lokasi barat traffic light Barongan untuk diantar ke rumahnya karena yang heboh di masyarakat habis dipalak sama preman terluka di bagian pelipis kepala,” kata Djati saat dihubungi detikcom.

Menurutnya Paring mengalami luka ringan. Kepada Djati, Paring mengaku terluka karena jatuh, bukan karena pukulan. Paring juga sudah diantarkan ke rumahnya di Karanganyar, Demak.

“Di lokasi diterima pak Kadus Bapak Mujiono dan Bhabinkantibmas dan keluarga,” pungkasnya.

Lebih lanjut, petugas Satpol PP saat ini sudah mengantarkan Paring ke rumahnya, yakni Demak. Sampai di sana, petugas disambut baik oleh Kepala Desa setempat beserta Babinkantipmas dan keluarga. Mereka mengucapkan terimakasih lantaran korban sudah diantarkan pulang.

Inilah Penyebab Suburnya Premanisme di Indonesia

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, mengatakan, premanisme berawal dari individu atau kelompok yang datang ke kota untuk mencari penghidupan. ”Mereka datang ke kota dengan kemampuan dan ketrampilan yang sangat minim,” ujar Boy.

Mereka harus berupaya untuk tetap bertahan di tengah kerasnya persaingan hidup di perkotaan. Sehingga mereka pun hanya memperoleh kesempatan untuk bertahan hidup dalam kondisi yang juga serba terbatas. “Misalnya hanya menjadi tukang parkir, keamanan pasar, pengamen dan lainnya,” lanjut Boy.

Dari persaingan hidup yang keras itulah, para pendatang yang tak memiliki kemampuan dan keterampilan akhirnya memilih terjun dalam dunia premanisme.

Menurut Boy, untuk mengatasi masalah premanisme tak cukup dengan upaya refresif. Namun, kata dia, perlu ada upaya-upaya preventif untuk mencegah munculnya premanisme.

Untuk itu, kata dia, para pemangku kepentingan harus ikut memikirkan mengapa premanisme ini ada di tengah-tengah masyarakat. Agar para pemuda tak terjun dalam dunia premanisme, Boy menyarankan agar pemerintah memberikan pelatihan keterampilan, membuka kesempatan kerja atau kegiatan- kegiatan lainnya yang solutif.

Karenanya,  menangani masalah premanisme, tidak cukup berhenti pada upaya pembinaan dan penindakan hukum. Butuh keterlibatan dan dukungan para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah (pemda) dan instansi terkait lainnya.

 

sumber: wajibbaca.com