Bahaya! Jangan Pukul Anak-Anak Di 3 Bagian Tubuh “INI”. Inilah Alasan Ilmiahnya.

Orang tua jangan sembarang memukul anak di bagian ini. Adalah wajar jika dalam kehidupan sehari-hari sesekali anak kita bertingkah, bandel dan sejenisnya. Kadang-kadang orang tua tak dapat menahan emosi dan menghukum anaknya dengan cara keras. Namun harus hati-hati, ternyata 4 bagian ini pantang untuk ditampar atau dipukul

Kisah ini adalah peristiwa nyata. Seorang anak perempuan berusia 8 tahun tiba-tiba merasa nggak enak badan, pusing dan muntah-muntah. Orang tua pun langsung membawanya ke rumah sakit, tapi tidak disangka setibanya di rumah sakit, anak kecil tersebut telahdinyatakan meninggal. Orang tuanya pun bingung, apa yang membuat anak kecil yang sehat-sehat tiba-tiba meninggal. Sang ibu curiga apakah keracunan makanan. Tapi hasil otopsi menunjukkan tidak ditemukan adanya racun dalam sistem pencernaan anak.

Setelah setelah dìperìksa, ternyata penyebab kematìannya ìalah luka dì bagìan dalam otaknya, yang dìsebabkan oleh rangsangan darì luar. Parahnya, yang menyebabkan luka tersebut adalah “1 tìndakan” darì sang ìbu sendìrì. Sang ìbu tìdak sadar bahwa satu pukulan dì belakang kepala anaknya sore ìtu akan merengut nyawa kecìlnya. Sore ìtu, ìa mengerjakan PR sambìl nonton fìlm kartun. Alhasìl, banyak PR-nya pun salah saat dìperìksa. Sang ìbu yang tak bìsa mengontrol emosì pun memukul sekalì kepala anaknya darì belakang.

Bagìan belakang kepala terdapat batang otak, otak kecìl, medula oblongata dan organ vìtal laìnnya, dì tambah lagì banyak rongga dan susunan tulang yang kompleks, membuat bagìan kepala sangat rentan terhadap serangan darì luar. Jìka mendapat pukul yang keras, tìdak hanya bìsa menyebabkan gegar otak tapì juga komplìkasì sepertì gagal napas. Karena ìtu, orang tua jangan sampaì memukul bagìan belakang kepala anak.Tentu saja, selain bagian belakang kepala, bagian berikut ini juga tidak bisa main-main!

1. Bagian pelipis

Tulang di sekeliling bagian pelipis sangatlah lunak dan fatal apabila dipukul. Kalau buka gegar otak yah patah tulang. Saraf optik yang berhubungan ke mata juga bisa rusak dan menyebabkan kebutaan

2. Bagian pantat

Banyak orang tua pikir kalau pantat itu daging semua, dipukul tidak apa-apa. Tapi tahukah Anda bahwa saraf skiatik (saraf terpanjang dalam tubuh yang memanjang dari sumsum tulang belakang sampai pantat dan daerah pinggul dan di bagian belakang kaki kaki) terletak di pantat? Memukul pantat terlalu keras bukan hanya beresiko merusak saraf ini, tapi juga bisa menyebabkan kelumpuhan.

3. Menarik atau menjambak rambut anak

Menjambak rambut bukan hanya mudah menimbulkan kerontokan, tapi juga kerusakan akar rambut dan kulit kepala.

4. Menjewer telinga

Nah, ini sering sekali nih dilakukan para orang tua. Hati-hati, menjewer terlalu kuat tidak hanya bisa menyebabkan luka pada gendang telinga dan mempengaruhi pendengaran anak, tapi juga mudah menyebabkan perforasi membran timpani yang mempengaruhi perkembangan pendengaran pada bayi.

Selain itu, hidung juga tidak boleh asal dijepit. Pada saluran hidung terdapat banyak selaput lendir dan pembuluh darah, jika dipencet terlalu keras akan menyebabkan berbagai macam masalah pada hidung.

Ingat! Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, malah dapat menyebabkan tekanan psikologis pada anak, mempengaruhi kecerdasan, merenggangkan hubungan dengan orang tua dan jika sudah kelewatan, anak akan menjadi sangar dan tumbuh besar menjadi seperti contoh orang tuanya. Jika anak berbuat salah, berilah hukuman yang “sepantasnya”. Bicara baik-baik dan jelaskan kepada anak supaya anak mengerti, jangan pakai kekerasan. Semoga kejadian jangan sampai terjadi pada anak dan orang tua manapun

Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan menambah wawasan para orang tua agar tak sembarangan dalam bertindak terhadap buah hatinya.

sumber :bundacerdas.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *