Keluarga Neneng Hatidjah, penyimpan dua kerangka mayat di rumahnya di gang Nusa Indah, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi dikenal tertutup. Namun, sosoknya terbilang ramah sebab sering melempar senyum kepada warga dan suka bertanya tiap ada orang yang dikenalnya melintas di depan rumah.

Sebelum terungkap oleh petugas Puskesmas jika keluarga tersebut menyimpan kerangka mayat, salah seorang warga sekitar, Wawan (52) mengungkapkan aroma tidak sedap sering tercium di kediaman keluarga Neneng. “Jadi bau bangkai tikus dua tahun terakhir dari pagi sampai malam,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (31/1).

Ia sempat menanyakan aroma tidak sedap itu berasal dari mana kepada Neneng. Namun, yang bersangkutan sering menjawab jika bau tersebut bukan apa-apa.

Kemudian, warga pun sering menanyakan kondisi suaminya kepada Neneng. Perempuan tersebut sering mengatakan jika kondisi suaminya sehat. Setiap ditanya soal bau tidak sedap dan suaminya, tetangga mengatakan Neneng bersikap tertutup. “Keluarga ini tertutup, susah diprediksi. Tapi orangnya ramah kalau ketemu sering bertanya,” ungkapnya.

Warga diakuinya tidak menaruh kecurigaan kepada Neneng hingga akhirnya terungkap jika yang bersangkutan menyimpan jasad suaminya dan anaknya hingga menjadi tulang belulang. “Kita tapi kaget betul saat terungkap Bu Neneng menyimpan dua kerangka mayat,” katanya.

Sebenarnya tidak ada mencurigakan warga saat melihat rumah Neneng. Warga sebatas melihat rumah Neneng sering banyak bunga dan keris. Neneng hanya melarang warga yang ingin menebang cabang batang pohon di halaman rumahnya. “Banyak warga di sini bilang kalau di rumahnya ada bunga, keris. Bahkan informasinya pohon di halaman rumah nggak usah ditebang,” ungkapnya.

Menurut Kepala Polsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman, sejauh ini dari pemeriksaan sementara, kerangka manusia pertama dikenali sebagai jenazah Nanung Subana, yang berusia 85 tahun. Ia diketahui telah meninggal sejak Desember 2017.

Sedangkan untuk kerangka kedua dikenali sebagai jenazah Hera Sri Herawati, yang berusia 50 tahun. Ia diketahui meninggal sejak 2016.

Tapi, sejak meninggal dunia, jenazah keduanya disimpan keluarganya bernama Neneng di dalam salah satu kamar, hingga kedua mayat itu akhirnya tersisa kerangka saja.

Sutarman menuturkan, meski sudah dua tahun berada di dalam rumah, tak ada warga sekitar rumah yang tahu. Keberadaan kerangka baru diketahui berawal dari kedatangan petugas kesehatan dari Puskesmas Melong Asih, yang akan melaksanakan pendataan kesehatan masyarakat.

“Petugas puskesmas awalnya tidak diizinkan oleh Neneng untuk masuk ke rumah,” kata Sutarman kepada wartawan, Selasa, 30 Januari 2018.

Tindakan Neneng memicu kecurigaan petugas. Karena penasaran, petugas kesehatan lalu kembali ke puskesmas dan melaporkan masalah itu. Akhirnya pihak puskesmas memutuskan untuk kembali ke rumah Neneng, dengan ditemani ketua RT setempat.

“Dan benar saja, di dalam rumah ditemukan dua kerangka yang ditutup kain sarung, awalnya dikira dua orang yang sedang tidur,” ujarnya.

Sutarman mengatakan, selain Nanung dan Hera Sari. Rumah itu sudah lama ada Neneng Khotijah (76 tahun), Erna Rendrasari (48 tahun) dan Deni Rohmat (43 tahun).

Namun kepolisian belum bisa mengumpulkan keterangan dari ketiganya karena mereka diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Neneng dan Deni sedang mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Cibabat. Sedangkan Erna ditangani di Rumah Sakit Cisarua.

“Masih bisa dimintai keterangan sebenarnya, tapi belum mendetail. Keadaan fisiknya lemah, kejiwaannya juga tidak stabil,” ujar Sutarman, Selasa, 30 Januari 2018.

Kedua kerangka itu kini sudah dievakuasi polisi ke kamar jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Inilah sejumlah fakta terungkap bersama penemuan kedua mayat itu, seperti dirangkum berikut:

1. Jenazah itu merupakan ayah dan anak.

Dua jenazah yang berada di tengah rumah Neneng, merupakan suami dan anaknya.

Nanung Sobana, suami Neneng, meninggal pada 2016 lalu di usianya yang ke-85.

Sementara, jenazah satunya lagi merupakan anak pertama dari pasangan Neneng-Nanung, Hera, yang menutup usia pada umur 50 tahun pada Desember 2017.

Menurut, Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman, rumah tersebut dihuni satu keluarga sebanyak 5 orang dan 2.

2.Diletakkan di dua tempat yang berbeda

Walau diletakkan di satu ruangan yang sama. Jenazah Nanung dibaringkan di atas kursi dengan ditutupi sarung.

Sedangkan, Hera dibaringkan di atas kasur yang digelar di atas lantai.

3.Warga Sering Mencium Bau Bangkai

Salah seorang warga RT 07, Katrin (47) mengatakan dirinya kerap mencium bau seperti bangkai tikus itu selama satu tahun ketika melewati rumah tersebut.

“Ketika melewati rumah itu, sering mencium bau tidak sedap, seperti bau tikus,” ujar Katrin saat ditemui dilokasoli penemuam mayat, Selasa (30/1/2018).

Namun, kata dia warga tidak pernah menanyakan terkait kecurigaan tersebut, karena pemilik rumah yakni Neneng Hatijah (74) tidak pernah terbuka.

4.Ditemukan oleh Petugas Kesehatan

Pegawai Puskesmas Melong Asih Zaki Rahman (42), terperanjat ketika membuka dua kerangka manusia yang ditutup dengan kain sarung di rumah milik Neneng Hatijah (74) di Gang Nusa Indah 6 RT 07/17, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Zaki merupakan salah seorang pegawai Puskesmas Melong Asih yang melakukan pendataan kesehatan ke rumah milik Neneng.

“Di dalam rumah itu kondisinya sangat berantakan dan bau tidak sedap serta ada dua orang dewasa yang ternyata anak ke dua dan anak ke tiga Neneng,” ujar Zaki Rahman saat ditemui dilokasi kejadian, Selasa (30/1/2018).

Zaki mengatakan, ketika kain sarung tersebut dibuka ada kerangka manusia dengan posisi telentang, tak lama dari itu, Zacki dan Ketua RT langsung melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Cimahi Selatan.

5.Ditemukan Keris, Botol Pewangi, Bunga dan Benda Klenik Lainnya

Aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan dua kerangka manusia, menemukan sejumlah botol pewangi yang sudah kosong dan sejumlah keris serta bunga.

Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengatakan hingga saat ini masih melakukan pengembangan kasus penemuan dua kerangka tersebut.

6.Percaya Anak dan Suaminya Bangkit Kembali

Neneng menyimpan mayat suami dan anaknya itu karena merasa mendengar bisikan ghaib kalau keduanya akan bangkit lagi.

Sehingga kata dia, Neneng percaya dan enggan untuk menguburkan mayat suami serta anaknya yang telah meninggal sejak satu tahun yang lalu itu.

“Kita sudah mengamankan Ibu Neneng, sedangakan, anak keduanya langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

7.Neneng Sadar Perbuatannya Tak Wajar

Neneng Hatidjah (76), istri yang menyimpan kerangka suami dan anaknya menyadari jika tak wajar menyimpan jasad di dalam rumah. Namun Neneng tak mau memberi tahu warga soal kematian suami dan anaknya.

“Takut warga enggak percaya. Soalnya saya dapat hidayah (tidak menguburkan jasad suami dan anak),” ucap Neneng saat diperiksa di Mapolsek Cimahi Selatan, Selasa (30/1).

Saat petugas memberikan sejumlah pertanyaan, Neneng pun menjawab dengan jelas. Tak ada jawaban yang tak sesuai. Neneng pun menjelaskan alasannya menyimpan kerangka dua anggota keluarganya itu.

 

 

 

sumber: mediaonline

Wanita yang Simpan Jasad Suami dan Anaknya di Cimahi Percaya Mayat Mereka Akan Hidup Kembali, Ini 7 Faktanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *