Kiat Selamat dalam Berobat

Di kala sakit, kita tentu mendambakan kesembuhan dari Allah Asy Syaafii (Zat yang mampu memberikan kesembuhan). Salah satu upaya/mengambil sebab yang dapat dilakukan adalah dengan berobat. Berobat pun harus selamat sehingga tidak berdosa, tidak bertambah parah, tidak bertambah masa pengobatan, tidak sia-sia dan atau tidak bertambah biaya.

Berikut kiat-kiat yang dapat kita lakukan sebagai ikhtiar dalam merealisasikan hal tersebut:

1. Pastikan bahwa anda atau orang terdekat anda mengetahui bahwa Anda benar-benar menderita suatu penyakit yang perlu diobati karena mengganggu aktifitas sehari-hari, atau sebab lainnya dan mengetahui perjalanan penyakit tersebut mulai dari awal kemunculan hingga saat ini.

2. Bertaubat dan memperbanyak istighfar.
Umumnya, penyakit yang kita derita diakibatkan oleh kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Maka sepantasnya kita bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada Allah.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat” (HR Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139)

3. Munculkan dan kuatkan niat dalam berobat adalah dalam rangka beribadah kepada Allah, ikhlas dan karena menaati perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dari Usamah bin Syariik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan : “Aku berada di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datang seseorang dan berkata : “ Ya Rasulullah, apakah aku perlu berobat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdabda :

نَعَمْ يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غير داء واحد قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ قَالَ الْهَرَمُ

“ Ya. Wahai hamba Allah, berobatlah ! Sesungguhnya Allah tidak memberikan penyakit, kecuali Allah juga memberikan obatnya, kecuali untuk satu penyakit. Orang tersebut bertanya : “Ya Rasulullah, penyakit apa itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Penyakit tua” (HR. Tirmizi, no. 2038, beliau berkomentar, hasan Shahih, Abu Daud, no. 3855 dan Ibnu Majah, no. 3436)

4. Berdoa, memohon pertolongan dan petunjuk kepada Allah dalam berobat.

5. Pastikan bahwa anda berobat kepada tenaga kesehatan (Dokter dan lainnya) yang ahli dalam mengobati penyakit tersebut.

Jangan sampai Anda salah berobat kepada orang yang tidak ahli dalam mengobati penyakit yang Anda derita. Jika itu terjadi, maka penyakit yang Anda derita akan semakin parah.

Rasulullaah shallallahu álaihi wa sallam bersabda
إِذَا وُسِدَ الأَمْرُ إلى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

“Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang bukan ahlinya maka kehancuranlah yang akan datang.” (HR. Imam Muslim no. 59)

6. Sampaikan informasi lengkap tentang penyakit yang Anda derita kepada Dokter sehingga penyebab penyakit yang Anda derita dapat disimpulkan dan jenis obat untuk Anda dapat efektif.

Sebaiknya tidak ada informasi yang ditutup-tutupi terkait penyakit yang Anda derita. Sampaikan dengan jujur dan apa adanya.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur.”(HR. Ahmad (I/384))

7. Galilah informasi (dengan bertanya atau meminta informasi) tentang obat yang akan diberikan oleh Dokter kepada Anda.

Informasi tersebut dapat mencakup ada tidaknya unsur keharaman dalam obat, efek samping obat, cara penanganan jika terjadi efek samping obat yang dikonsumsi, harga obat, alternatif obat lain, aturan minum obat, lama mengonsumsi obat, dan lainnya.

8. Konsultasikan obat yang Anda konsumsi kepada apoteker.

Terkadang Dokter tidak sempat menjelaskan informasi tentang obat sebagaimana dalam poin 7. Anda dapat mengonsultasikan hal tesebut kepada Apoteker pada saat mengambil obat di apotek.

9. Ikuti petunjuk atau anjuran dari dokter terkait pengobatan untuk penyakit yang Anda alami.

Senantiasa Dokter akan memberikan anjuran kepada Anda terkait hal-hal yang perlu anda lakukan dan hal-hal yang perlu anda hindari sesuai penyakit yang Anda derita. Ikutilah anjuran tersebut sebagai usaha yang dapat mempermudah kesembuhan.

10. Berdoa memohon kesembuhan kepada Allah dan menyerahkan hasil dari berobat kepada Allah

Rasulullaah shallallahu álaihi wa sallam memberikan petunjuk kepada kita dalam memohon kesembuhan kepada Allah terhadap penyakit yang kita derita. Diantaranya adalah sabda beliau:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“ Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari 535 dan Muslim 2191).

Doa tersebut dibaca tidak hanya sekali akan tetapi senantiasa di baca terutama pada saat waktu utama terkabulnya doa seperti waktu diantara adzan dan iqomat (sehari ada 5 kali kesempatan). Atau bisa juga Anda memohon didoakan kebaikan oleh orang yang benar-benar sholeh disekitar Anda kepada Allah Taáalaa.

Inilah beberapa kiat yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan dapat mewujudkan keselamatan bagi Anda dalam berobat. Wallaahu a’lam

Sumber: (https://kesehatanmuslim.com/kiat-selamat-dalam-berobat/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *