“Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu, Kenapa Perlu Berdoa?” Jika Ditanya Seperti Itu, Begini Jawabnya

“Mengapa kita perlu berdoa? Bukankah Allah Mahatahu semua yang kita inginkan? Jadi kenapa harus meminta? Apakah itu bukan berarti mendikte Allah untuk melakukan apa yang kita inginkan?” Yang lain lagi berkata, “Kenapa perlu berdoa? Toh apa yang Allah lakukan adalah apa yang Dia kehendaki, bukan apa yang kita kehendaki.”

Itulah di antara pikiran nyeleneh yang berseliweran dalam wacana dan perbincangan, bahkan sudah ada yang menjadikannya sebagai pegangan. Meskipun aneh, tapi jalan logika semacam itu bisa berpotensi menggembosi semangat kita untuk berdoa.

Inilah Jawabannya

Ya, kita perlu berdoa, karena Allah suka jika hamba-Nya berdoa kepada-Nya. Doa adalah bukti bahwa kita mengakui kelemahan kita di hadapan Allah, merasa rendah di hadapan-Nya dan senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya. Doa adalah pengakuan manusia, bahwa dirinya hanyalah seorang hamba di hadapan Allah.

Orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah hanyalah orang yang sombong, seakan ia tidak butuh pertolongan Allah, atau merasa gengsi kalau harus merajuk dan merendahkan diri di hadapan Allah. Wajar jika Allah memurkai orang-orang semisal ini. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Bahwasanya barangsiapa yang tidak (mau) meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

Ath-Thiibi menjelaskan hadits tersebut, “Barangsiapa yang tidak mau memohon kepada Allah maka ia telah memposisikan diri untuk dibenci oleh Allah, dan orang yang dibenci layak untuk dimurkai, dan Allah suka jika hamba-Nya memohon kepada-Nya.

Allah menyebut orang-orang yang tidak mau berdoa kepadaNya sebagai orang yang sombong, sebagaimana firman-Nya,

“Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS al-Mukmin 60)

Mereka menyombongkan diri dari ibadah kepada Allah, dan makna ibadah dalam ayat ini adalah doa, sebagaimana jelas ditunjukkan oleh kalimat sebelumnya. Dan secara definitif Nabi shallallahu alaihi wasallam juga menafsirkan kata ‘ibaadati (beribadah kepada-Ku) pada ayat tersebut dengan doa. Sebagaimana yang dikatakan oleh an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasuullah shallallahu alaihi wasallam bersabda di atas mimbar,

اَلدَّعَاءُ هُوَ اْلعِباَدَةُ

“Doa adalah ibadah..” Lalu beliau shallallahu alaihi wasallam membaca ayat tersebut. (HR Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan shahih)

Syeikh Muhammad bin Shalih berkata, “Tidak diragukan lagi bahwa doa adalah ibadah, karena ketika seseorang berdoa kepada Allah, maka dia telah membangun doanya di atas dua keyakinan; Pertama, bahwa ia mengakui betapa mendesak kebutuhan dirinya kepada Allah dan bahwa tidak ada tempat bersandar selain kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Kedua, bahwa doa menjadi bukti ta’zhim (pengagungan) dan keimanannya kepada Allah karena dia yakin bahwa Allah kuasa untuk mengabulkannya.”

Ini juga menjadi jawaban bagi orang yang menganggap bahwa berdoa berarti mendikte Allah untuk melakukan sesuatu, atau bahkan menyuruh Allah untuk ini dan itu. Doa adalah permohonan. Secara bahasa, permohonan adalah permintaan yang ditujukan dari yang lebih rendah derajatnya kepada yang lebih tinggi derajatnya. Jika ada anak yang meminta uang saku kepada orangtuanya, itu bukan berarti anak lebih tinggi derajatnya daripada orangtua. Justru menunjukkan, bahwa orangtua lebih tinggi statusnya daripada anak. Orang yang berdoa kepada Allah justru menunjukkan dirinya lemah dan butuh di hadapan Allah.

Doa adalah Cara yang Diperintahkan

Allah memang mengetahui keiginan kita dan Mahakuasa untuk memberikan apa yang kita inginkan meskipun tanpa meminta. Akan tetapi Allah menetapkan doa sebagai cara bagi manusia yang ingin mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Meskipun Allah telah menganugerahkan kepada manusia nikmat tak terhitung banyaknya tanpa manusia meminta. Allah menjadikan doa sebagai sebab, sebagaimana ikhitar ragawi juga menjadi sebab untuk mencapai tujuan. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” (QS al-Mukmin 60)

Ketika manusia menginginkan sesuatu yang menurutnya adalah kebutuhan, maka Allah memerintahkan manusia untuk meminta kepada-Nya sebagai bentuk ikhtiar. Dan Allah menjanjikan pengabulan doa bagi yang mau melaksanakannya.

Bahkan, Ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata, “Doa adalah sebab yang paling dominan untuk meraih sesuatu yang dicari dan menolak sesuatu yang dibenci.” Betapa banyak kisah dari zaman ke zaman yang menunjukkan dahsyatnya kekuatan doa. Dan banyak di antara peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa doa mampu menghasilkan sesuatu yang tidak dimampui oleh usaha manusia.

Ini juga menjadi jawaban pertanyaan, “Apa perlunya berdoa, sedangkan Allah berbuat sesuai kehendak-Nya, bukan sesuai kehendak manusia?”

Bahwa Allah memang berbuat dengan apa yang Dia kehendaki, “Fa’aalul limaa yuriid”, Dia berbuat apapun yang Dia kehendaki, tapi jangan lupa bahwa doa hamba-Nya adalah termasuk sesuatu yang Dia kehendaki. Terbukti sangat banyak ayat dan hadits yang memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya, wallahu a’lam bishawab. (arrisalah)

[ Sumber: kabarmakkah ]

Dahsyatnya “Siksa Kubur”, Ini Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Kerap Diabaikan

Mati adalah keniscayaan bagi setiap makhluk. Khusus untuk manusia, mati membawa konsekuensi berupa partanggung jawaban atas apa yang dilakukan di dunia. Pertanggung jawaban ini dimulai sejak dia berada dalam alam kubur.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziy mengisahkan tentang prosesi seorang hamba yang kafir ketika nyawanya dicabut hingga mendapatkan pertanyaan di dalam kubur. Kisah ini diambil dari hadis al-Bara bin Azib.

Ketika itu, Nabi Muhammad SAW mendatangi mereka yang sedang mengurus jenazah di Baqi’ al-Fardad. Rasulullah SAW berkata jika hamba itu menuju akhirat dan terputus dari dunia maka para malaikat turun kepadanya dengan wajah menghitam. Malaikat itu membawa kain tenun yang kasar. Mereka duduk sejauh mata memandang. Malaikat pencabutnya datang hingga duduk di dekat kepalanya seraya berkata, Hai jiwa yang kotor, keluarlah kepada kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.

Rohnya lantas berpencar-pencar di badannya. Malaikat itu pun mencabut rohnya sebagaimana dia mencabut besi tusuk dari kain wol yang basah. Jika malaikat pencabut nyawa sudah mengambil rohnya, malaikat lain tidak membiarkan roh itu ada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata pun hingga mereka meletakkannya di atas kain itu. Kain itu mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai di bumi. Para malaikat membawanya naik. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan bertanya, Apa bau yang busuk ini?

Para malaikat yang membawa rohnya menjawab, Dia fulan bin fulan. Sebutannya begitu buruk sebagaimana namanya dipanggil di dunia. Langit itu tidak terbuka ketika diminta untuk dibukakan baginya. Rasulullah SAW pun membacakan ayat, Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan tidak (pula)mereka masuk ke surga hingga unta masuk ke lubang jarum. (QS al-Araf: 40).

Allah SWT berfirman, Tulislah kitabnya di dalam penjara di bumi yang bawah. Rohnya dilemparkan dengan sekali lemparan. Nabi SAW kemudian membacakan ayat, Dan barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS al-Hajj:31).

Rohnya lantas dikembalikan ke badan. Setelah itu, dua malaikat mendatanginya seraya bertanya, Siapakah Rabbmu? Dia menjawab, Hah-hah, aku tidak tahu.

Siapakah orang yang diutus di tengah kalian ini? tanya dua malaikat. Hah-hah, aku tidak tahu, jawabnya.

Lalu, ada penyeru yang berseru dari arah langit. Hamba-Ku ini telah berdusta. Maka bentangkanlah neraka baginya dan bukakanlah pintu yang menuju neraka. Maka didatangkanlah kepada panas dan racun neraka dan kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya terlepas. Dia didatangi seorang lelaki yang buruk wajahnya, buruk pakaiannya, dan mengelu- arkan bau busuk. Seraya berkata, Terimalah kabar yang menyedihkanmu. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu.

Hamba itu bertanya, Siapa engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang sambil membawa keburukan. Orang yang datang menjawab, Aku adalah amalmu yang buruk. Hamba itu berkata, Ya Rabbi, janganlah Engkau datangkan hari kiamat.

Di dalam buku ar-Ruh wan-Nafs karya al-Hafizh Abu Abdullah bin Mandah diterangkan bagaimana hamba yang kafir mendapatkan siksa kubur. Ketika roh dikembalikan lagi ke tempatnya berbaring, Munkar dan Nakir mendatanginya sambil menaburkan tanah dengan kedua taringnya. Mereka menggali tanah dengan rambutnya. Suaranya seperti halilintar yang menggelegar sementara pandangannya seperti kilat yang menyambar.

Dua malaikat ini mendudukkan mayat itu kemudian berkata, Siapakah Rabbmu?

Dia menjawab, Aku tidak tahu. Kemudian, ada yang berseru dari arah samping kubur. Kamu memang tidak tahu. Malaikat Munkar dan Nakir memukulinya dengan tongkat besi. Meski timur dan barat menyatu, puukulan ini tidak berkurang. Kuburnya pun menyempit hingga tulang- tulang rusuknya tercecer. Pintu neraka dibukakan di hadapannya. Dia melihat tempat duduk di dalam neraka itu hingga tiba hari kiamat.

Macam-macam Siksa Kubur

1. Diperlihatkan neraka jahannam

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا‎ ‎غُدُوًّا وَعَشِيًّا

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ‏‎ ‎عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ‏‎ ‎بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ‏‎ ‎كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ‏‎ ‎فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ‏‎ ‎كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ‏‎ ‎أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا‎ ‎مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ‏‎ ‎اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَأَمَّا الْكَافِرُ‏‎ ‎وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ:‏‎ ‎مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا‎ ‎الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا‎ ‎أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا‎ ‎يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ:‏‎ ‎لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ‏‎ ‎يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ‏‎ ‎بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ‏‎ ‎فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا‎ ‎غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ

Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya

Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:

فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ‏‎ ‎وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ‏‎ ‎النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ‏‎ ‎حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ‏‎ ‎عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى‎ ‎تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ‏‎ ‎وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ‏‎ ‎الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ‏‎ ‎مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ:‏‎ ‎أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ،‏‎ ‎هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ‏‎ ‎تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ،‏‎ ‎فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي‎ ‎يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ:‏‎ ‎أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ.‏‎ ‎فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ‏‎ ‎السَّاعَةَ

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ.‏‎ ‎قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي‎ ‎رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ‏‎ ‎فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ‏‎ ‎بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ‏‎ ‎حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ‏‎ ‎فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ‏‎ ‎الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي‎ ‎رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ‏‎ ‎فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ‏‎ ‎الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ‏‎ ‎بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ‏‎ ‎بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى‎ ‎يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي‎ ‎رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ‏‎ ‎الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ‏‎ ‎فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)

5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ‏‎ ‎ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ،‏‎ ‎فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟‎ ‎فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ‏‎ ‎أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ

“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.”)

Amalan Penyelamat Siksa Kubur

Apa yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur? Jawaban atas pertanyaan dapat disampaikan lewat dua sisi: global dan rinci. Jawaban secara global ialah dengan menghindari semua sebab yang mendatangkan siksa kubur.

Cara yang paling efektif, seseorang duduk barang sejenak sebelum tidur malam, lalu menghisab dirinya, apa kerugian dan keuntungan pada hari itu. Kemudian dia memperbarui taubat yang sebenar-benarnya antara dirinya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lalu tidur dalam keadaan taubat dan berjanji untuk tidak mengulangi dosa yang diperbuatnya jika dia bangun pada keesokan harinya.

Hal ini harus dilakukan setiap malam. Jika dia mati pada malam itu, maka dia mati dalam keadaan bertaubat, dan jika bangun, maka dia siap untuk bekerja dengan senang hati, karena ajalnya belum tiba, sehingga dia masih mempunyai kesempatan menghadap kepada Allah dan melakukan apa yang belum dilakukannya.

Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba selain dari cara tidur seperti ini. Apalagi jika disertai dengan dzikir kepada Allah dan melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam menjelang tidur. Siapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, tentu dia akan mendapat taufik-Nya.

Adapun jawaban secara rinci, dapat kami sampaikan beberapa hadits Rasulullah , berisi penjelasan tentang hal-hal yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur.

Muslim meriwayatkan di dalam Shahih-nya, dari Salman r.a, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Menyiapkan tali selama sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan beserta shalat malamnya. Jika dia meninggal, maka dia diberi balasan atas amal yang dilaksanakannya, diberi pahala berupa rezekinya dan dia selamat dari ujian (kubur).”

Dalam Jami’ At-Tirmidzi, dari hadits Fudhalah bin Ubaid, dari Rasulullah, beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal disudahi berdasarkan amalnya, kecuali orang yang meninggal dalam keadaan mempersiapkan tali kudanya di jalan Allah. Sesungguhnya amalnya ditumbuhkan baginya hingga hari kiamat dan dia selamat dari ujian kubur.”

Di dalam Sunan An-Nasa’i disebutkan dari Rusydain bin Sa’d, dari seseorang shahabat Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, bahwa seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana orang-orang Mukmin mendapat siksa di dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Kilatan pedang yang berkelebat di atas kepalanya sudah cukup sebagai ujian.”

Dari Al-Miqdam bin Ma’fi Yakrib, dia berkata, “Rasulullah bersabda, “Orang mati syahid mempunyai enam perkara di sisi Allah: Dosanya diampuni pada percikan darahnya yang pertama, dia melihat tempat duduknya dari surga, dilindungi dari siksa kubur, selamat dari ketakutan yang besar, di atas kepalanya diletakkan mahkota kewibawaan, yaqut baginya lebih baik daripada dunia dan seisinya, menikah dengan tujuh puluh dua bidadari, dan dia dapat memintakan syafaat bagi tujuh puluh kerabatnya.”

Dari Ibnu Abbas r.a, dia berkata, “Seseorang dari shahabat Rasulullah mendirikan kemah di atas sebuah kuburan, dan dia tidak menyangka bahwa di tempat itu ada kuburannya. Ternyata itu adalah kuburan orang yang membaca surat Al-Mulk hingga selesai ketika meninggalnya. Maka shahabat itu menemui beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah di atas sebuah kuburan dan aku tidak menyangka bahwa di tempat itu ada kuburannya. Ternyata itu adalah kuburan orang yang membaca surat Al-Mulk hingga selesai ketika meninggalnya.”

Maka beliau bersabda, “Surat Al-Mulk adalah pencegah dan penyelamat, yang menyelamatkan orang itu dari siksa kubur.”

Di dalam Musnad Abd bin Humaid, dari Ibrahim bin Al-Hakam, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a, bahwa dia berkata kepada seseorang, “Sudikah engkau jika aku menyampaikan sebuah hadits yang membuatmu merasa senang?”

Orang itu menjawab, “Ya.”

Ibnu Abbas berkata, “Bacalah surat Al-Mulk, hapalkanlah ia dan ajarkan pula kepada istrimu, anakmu, anggota keluargamu dan tetangga-tetanggamu, karena surat Al-Mulk adalah penyelamat dan penentang yang menentang pada hari kiamat di sisi Rabb-nya bagi kepentingan pembacanya, ia meminta agar Allah menyelamatkannya dari siksa neraka jika ia berada di dalam neraka, dan agar Allah menyelamatkannya dari siksa kubur.”

Lalu Rasulullah bersabda, “Aku ingin sekiranya hal itu ada dalam hati setiap orang dari umatku.”

Abu Umar bin Abdil-Barr berkata, “Ada riwayat yang shahih dari Rasulullah, beliau bersabda, “Sesungguhnya surat (Al-Mulk) sebanyak tiga puluh ayat dapat memberi syafaat kepada pembacanya, hingga dosanya diampuni.”

Di dalam Sunan Ibnu Majah disebutkan dari hadits Abu Hurairah r.a, dan dia memarfu’kannya, “Barangsiapa meninggal dunia karena sakit perut, maka dia meninggal sebagai syahid dan dia dilindungi dari siksa kubur, diberi makan dan diberi keuntungan berupa rezeki dari surga.”

Di dalam Sunan An-Nasa’i disebutkan dari Jami’ bin Syaddad, dia berkala, “Aku pernah mendengar Abdullah bin Yasykur berkata, “Aku pernah duduk bersama Salman bin Sharshad dan Khalid bin Urfuthah, lalu banyak orang yang bercerita tentang seseorang yang meninggal karena sakit perut, sementara Salman dan Khalid ini ingin sekali menyaksikan jenazah orang itu. Maka salah seorang di antara mereka berdua berkata kepada temannya, “Bukankah Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meninggal karena sakit perut, maka dia tidak disiksa di kubur.”

Ada pula hadits tentang sesuatu yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur, yaitu hadits yang diriwayatkan Abu Musa Al-Madini, yang alasannya dijelaskan di dalam kitabnya, At-Targhib wat-Tarhib, dan dia pun menguraikannya. Dia meriwayatkannya dari hadits Al-Faraj bin Fudhalah, dia berkata, “Kami diberitahu Hilal Abu Jabalah, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abdurrahman bin Samurah, dia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam mendatangi kami, yang ketika itu kami berada di Shuffah, tempat yang biasa dihuni orang-orang fakir miskin, di Madinah. Beliau berdiri di hadapan kami seraya bersabda, “Semalam aku bermimpi yang benar-benar menakjubkan. Aku melihat seorang laki-laki dari umatku yang dikepung syetan-syetan. Dia didatangi dzikir kepada Allah, yang membuat syetan-syetan itu terbang menjauhinya.

Aku juga melihat laki-laki lain dari umatku yang dikepung para malaikat adzab. Dia didatangi shalat, yang membuatnya selamat dari tangan-tangan para malaikat itu. Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang menjulur-julurkan lidahnya karena kehausan. Setiap kali dia mendekati kubangan air, dia dicegah dan diusir. Lalu dia didatangi puasa bulan Ramadhan, yang membuat bisa mendapatkan air minum hingga kenyang.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku dan para nabi yang duduk membentuk suatu lingkaran. Setiap kali orang itu mendekat ke lingkaran para nabi itu, maka dia dicegah dan diusir. Lalu dia didatangi kesuciannya dari junub, yang menghela tangannya dan mendudukkannya di sisiku.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang dikelilingi kegelapan, dari depan, belakang, samping kiri dan kanannya, atas dan bawahnya, dan dia dalam keadaan bingung dalam kegelapan itu. Lalu dia didatangi haji dan umrahnya, lalu mengeluarkannya dari kegelapan itu dan memasukkannya ke tempat yang terang bercahaya.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang ketakutan oleh kobaran api dan jilatannya. Lalu dia didatangi shadaqahnya, sehingga shadaqah itu menjadi tabir antara dirinya dan api, dan juga menjadi lindungan bagi kepalanya.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berbicara kepada orang-orang Mukmin, tapi mereka tidak mau berbicara kepadanya. Lalu dia didatangi silaturrahimnya, yang berkata, ‘Wahai semua orang Mukmin, dia adalah orang yang suka bersilaturrahim. Maka berbicaralah kepadanya.’ Maka mereka pun berbicara kepadanya dan menyalaminya, sehingga dia pun menyalami mereka.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang dikepung kalajengking. Lalu didatangi amar ma’ruf nahi munkar-nya, sehingga dia selamat dari sengatan kalajengking itu.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berlutut, yang antara dirinya dan Allah ada tabir. Lalu dia didatangi akhlaknya yang baik, sehingga dia dituntun Allah dan dibawa ke sisi-Nya.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang Shahifahnya akan menuju tangan kirinya. Lalu dia didatangi ketakutannya kepada Allah, sehingga Shahifah itu berada di tangan kanannya.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang ada di belakang timbangannya. Lalu dia didatangi anak-anaknya yang mati ketika masih kecil, lalu mereka memindahkan timbangan itu.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berdiri di bibir neraka Jahannam, lalu dia didatangi pengharapannya kepada Allah, sehingga dia diselamatkan dari tempat itu dan dia menyingkir dari sana.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang sudah berada di dalam neraka. Lalu dia didatangi tangisnya karena takut kepada Allah, lalu dia diselamatkan dari sana.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berdiri di atas Ash-Shirathul-Mustaqim yang gemetaran di atasnya sebagaimana pelepah daun yang bergoyang-goyang karena diterpa angin kencang. Lalu dia didatangi persangkaan baiknya terhadap Allah, sehingga dia menjadi tenang dan dapat menyeberanginya.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang merayap di atas Ash-Shirath, terkadang dia merangkak dan terkadang bergantungan. Lalu dia didatangi shalatnya, sehingga dia bisa berdiri tegak di atas Ash-Shirath dan dapat melaluinya.

Aku juga melihat seorang laki-laki dari umatku yang berhenti di ambang pintu surga, dan pintu itu ditutup di hadapannya. Lalu dia didatangi syahadatnya, hingga pintu itu pun dibukakan baginya, lalu dia dimasukkan ke dalam surga.”

Menurut Al-Hafizh Abu Musa, hadits ini hasan, diriwayatkan dari Sa’id bin Al-Musayyab dan Umar bin Dzarr serta Ali bin Zaid bin Jud’an.*/Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dari kitab Ar Ruh.

Sumber : kabarmakkah.com

 

Bule Ini Akhirnya Takluk Dalam Pelukan Kang Mad Yang Hanya Pemuda Kampung, Foto-foto ini Bakal Bikin Kamu Melongo

Daya pikat orang luar negeri memang tak perlu ditanyakan lagi. Bisa menjadikannya sebagai pendamping hidup bahkan menjadi kebanggan tersendiri.

Namun, bukan berarti daya pikat orang Indonesia bisa dikalahkan. Buktinya, banyak orang Indonesia termasuk kalangan artis bisa mencuri hati baik orang Barat maupun orang Timur. Nah, salah satunya ada pemuda kampung asal Bojonogero yang kini namanya tengah viral.

Adalah Mad Salim, atau akrab dipanggil Kang Mad, yang telah berhasil menggaet seorang bule cantik dari Selandia Baru, Kirby Ana, sebagai istrinya.

Yang jauh lebih membanggakannya lagi ialah Mad Salim bisa mengarahkan istrinya untuk memeluk agama Islam.

Ya, sebelum melakukan akad nikah, Kirby terlebih dahulu mengucapkan kalimat dua syahadat di masjid Ponpes Roudhotut Tholibin, dengan disaksikan oleh warga bersama keluarga Mad Salim,

Setelah resmi menjadi mualaf, Kirby pun akhirnya mengganti namanya menjadi Nur Fatimah.

Nah berikut potret Nur Fatimah, bule cantik yang kelepek-kelepek dalam pelukan Kang Mad Salim.

Potret saat Nur Fatimah menerima piagam masuk Islam

Nah ini momen saat akad nikah nih

Btw, wajah mereka mirip ya. Memang jodoh deh!

Semoga pernikahan mereka diberkahi dan dianugerahi sakinah mawaddah warahmah, Aamiin

[ Sumber: siarberita.com ]

Memilukan, Bocah Sekecil Itu Rawat Sendiri Ayahnya Yang Lumpuh, Tolong Viralkan Agar Segera Mendapat Bantuan!

Kisah bocah bernama Kendar ini sungguh memilukan. Dia setiap hari seorang diri merawat ayahnya yang terbaring tak berdaya karena lumpuh. Bagaimana ceritanya?

Mungkin banyak bagi mereka ataupun diri kita, yang ingin membahagiakan kedua orang tua, dan jawaban yang diberikan pastinya ketika menunggu kita sukses terlebih dahulu. Padahal orang tua akan sangat bahagia meskipun kita melakukan hal kecil untuk mereka. Karena mereka akan sangat bahagia ketika tahu bahwa anak mereka bisa dibanggakan meskipun dari hal yang sepele.

Namun, lebih dari hal sepele dan malah sangat luar biasa. Inilah kisah seorang bocah bernama Kendar yang dilansir dari laman NewsDetik, sanggup merawat ayahnya yang terkena musibah yakni lumpuh seorang diri. Tak banyak anak yang seperti itu, dan inilah kisah Kendar yang diharapkan mampu menginsipirasi kita semua.

Memang, pagi itu, Kandar terlihat sangat sabar menyuapi makan ayahnya, Rasim (42), yang terkulai lemah tak berdaya di tempat tidur kayu di rumahnya di RT 06 Dukuh Pucung, Desa Karang Bawang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Rumah mereka memang sangat sederhana, terbuat dari kayu dan anyaman bambu serta beralaskan tanah.

Setelah menyuapi ayahnya makan dengan nasi dan camilan warung ala kadarnya, Kendar pun bersiap berangkat ke sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri 1 Karang Bawang. Meski tubuhnya kecil dan masih duduk di bangku kelas IV SD, umur Kendar saat ini sudah sekitar 13 tahun.

Enam tahun sudah Kendar merawat seorang diri ayahnya yang menderita kelumpuhan. Seluruh urusan rumah tangga, mulai menyediakan makanan hingga memandikan serta mengurus keperluan sang ayah lainnya dilakukannya sendiri, yang akhirnya mengakibatkan dirinya banyak tertinggal pelajaran di sekolah.

“Sehari-hari ya mengambilkan makanan untuk Bapak, nyuapin Bapak, mandiin, nyuci pakaian, nyuci piring, merapikan rumah. Saya ikhlas ngurusin Bapak,” kata Kendar, Sabtu (11/3/2017).

Memang ke mana ibunya? Menurut Kendar, ibunya, Tasmini (40), terpaksa merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai pembantu agar keluarganya tetap bisa makan. Sedangkan kakaknya, Darmanto, dimasukkan ke sebuah pesantren gratis oleh warga sekitar untuk meringankan beban keluarganya.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, nunggu kiriman. Kalau Ibu kirim, bisa makan. Tapi, kalau belum kirim, saya utang dulu di warung,” sambung anak kedua di keluarganya ini.

Kendar berharap ayahnya bisa segera sembuh dari kelumpuhan agar masa depannya tidak hilang. Dia berharap bisa terus bersekolah agar kelak bisa bekerja dan ikut menopang perekonomian keluarga.

“Harapannya, Bapak cepat sembuh biar Bapak bisa merawat aku dan kakakku lagi. Pinginnya Bapak kayak dulu lagi. Sudah lama Bapak sakit,” ujarnya lirih.

Sebelum mengalami kelumpuhan, Rasim jadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai penderes nira untuk membuat gula jawa. Tapi, semenjak 2010, dirinya terkena gejala penyakit cikungunya hingga dirawat selama 1 minggu di rumah sakit.

“Berobat 1 minggu di RS tidak sembuh. Jadi pulang, sampai uang habis, tidak bisa berobat lagi,” ujar Kasim. Sejak saat itulah Kendar berperan merawat dirinya, sementara istrinya merantau ke Jakarta jadi pembantu rumah tangga untuk menyambung kehidupan mereka. Karena kondisi itu, Kendar terpaksa sering izin kepada gurunya karena tidak bisa berangkat ke sekolah untuk mengurusinya.

“Saya kasihan sama Kendar. Semuanya ditangani Kendar. Jadi saya nelangsa (sedih) sekali, kepingin nangis. Soalnya, anak kecil itu belum waktunya ngurusin saya, tapi sudah bekerja berat, ngurusin saya semuanya,” kata Rasim, yang tergeletak lemah sambil meneteskan air mata. Apalagi Kendar juga diduga memiliki gejala penyakit yang mirip seperti dirinya. Terbukti anak ini kesulitan beraktivitas seperti saat jongkok, kakinya tidak bisa menekuk, dan kedua tangannya tidak bisa menggenggam.

“Punya anak dua sakit semua. Yang cacat Darmanto dan Kendar, tangannya tidak bisa genggam, dua-duanya, terus kaki tidak bisa nekuk, dua-duanya sakit semua. Sakit apa saya juga tidak tahu,” ucapnya.

Darsim, tetangga Rasim, mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk membantu keluarga tersebut. Hingga akhirnya istri Rasim terpaksa bekerja ke Jakarta sebagai tulang punggung keluarga.

“Bantuan untuk mengobati Rasim hingga saat ini tidak ada, paling bantuan yang sifatnya umum, seperti BLT. Akhirnya istrinya terpaksa berangkat ke Jakarta bekerja sebagai pembantu. Kalau untuk sekolah, mungkin sudah ada bantuan dari dana BOS atau apa, jadi guru-guru Kendar juga ikut bantu,” ujarnya.

Wantoro, guru sekaligus wali kelas Kendar di SDN 1 Karang Bawang, mengatakan Kendar merupakan anak yang rajin dan suka membantu orang tua. Meskipun kadang sering terlambat dan tidak masuk sekolah, tapi dia selalu izin.

“Terlambat sering, karena harus merawat bapaknya, tapi dia anak yang rajin,” ucapnya.

Wantoro menjelaskan Kendar juga anak yang jujur. Kendar jujur jika kakinya selalu sakit sehingga meminta izin agar tidak pakai sepatu atau sandal saat berangkat ke sekolah.

“Paling saat olahraga dia sering minder, mungkin karena fisiknya, ya. Untuk kedewasaan, dia lebih dewasa dibanding teman-temannya. Dia juga anak yang berani dan sopan. Pernah dia izin ke saya kalau kakinya sakit dan tidak mau pakai sepatu sama pakai sandal. Saya bilang tidak apa-apa, yang penting kamu sekolah,” jelasnya.

“Beruntung juga teman-teman Kendar baik dan peduli. Tingkat sosial teman-temannya juga tinggi. Teman-temannya juga ikut membantu, misal Kendar terlihat termenung, teman-temannya pada jajan, akhirnya itu teman-temannya pada kasih dan menghibur Kendar,” sambungnya.

Semoga kisah Kendar ini mampu memberikan gambaran kepada kita bahwa orang tua adalah segalanya dalam hidup kita. Kehadiran orang tua sangatlah memberi ketenangan, cinta, serta kasih sayang tersendiri yang bersemi di hati segenap insan yang berakal. Mereka biarkan kesedihan dan keletihan demi senyuman buah hatinya. Mereka curahkan segenap pengorbanan demi kebahagiaan sang buah hati. Mereka adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka adalah sekotak permata paling berharga, sekeping emas termahal yang dapat mengantarkan kita ke surga-Nya.

[ Sumber: siarberita.com ]

Menangis Tak Henti-Henti, Anak ini Terjepit di Eskalator. Lihat Videonya

Hati-hati saat membawa anak ke mall….

Mulai sekarang stpo atau lebih perketat untuk mengawasi anak saat diajak ke mall. Jangan sampai kejadian yang menimpa anak ini terjadi pada anak bunda…..

Baru-baru ini sedang viral vidio anak yang terjepit ESKALATOR di suatu mall.

Dalam kejadian yang terjadi di sebuah pusat pembelanjaan di bandar Davao, Filipina.

Korban anak kecil perempuan berusia enam tahun hanya mampu menangis, sementara ayah dari anak perempuan tersebut terlihat mencoba memeluk dan memenangkan sang anak.

Video yang diupload oleh Vannesa Padernal Baguio kami lansir dari oralucu.com, sejak jam 11 malam telah ditonton lebih dari .8 juta kali dan di bagikan 120,000 lebih oleh pengguna Facebook.

Sementara itu di media sosial, netizen juga turut bersimpati dengan nasib anak perempuan tersebut, namun banyak yang mempersoalkan mengapa tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa gunting untuk melepaskan anak perempuan tersebut.

Tidak diketahui bagaimana keadaan anak perempuan itu sekarang. Para orang tua sebaiknya tetap mengawasi anak-anak terlebih ketika mengajaknya berpergian.

Berikut Video Lengkapnya:

https://youtube.com/watch?v=yXYsitoR5xc

[ Sumber: wajib acara.com ]


 

Innalillahi, Ustadz Abdul Somad Ditolak Masuk Hongkong, Ini Penjelasan Ditjen Imigrasi Kemenkumham

Ustaz Abdul Somad mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat berkunjung ke Hongkong. Ulama lulusan Mesir dan Maroko itu dilarang masuk ke wilayah itu sehingga harus membatalkan ceramah.

Bagaimana tanggapan dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengenai penolakan tersebut?

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno, mengatakan penolakan masuk ke sesuatu negara merupakan absolut soveregnity atau kewenangan mutlak negara yang bersangkutan.

Sehingga, kata dia, negara itu berhak menentukan seseorang masuk atau tidak ke wilayah tersebut. Negara asal tidak berhak turut campur melarang warga negaranya masuk ke negara lain.

“Yang terjadi peristiwa rutin keimigrasian. Itu kewenangan negara,” tutur Agung Sampurno, Minggu (24/12/2017).

Insiden penolakan Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke negara lain bukan yang pertama.

Pada beberapa waktu lalu, pemuka agama lainnya, Ustaz Solmed pernah ditahan di Bandara Changi Singapura.

Sedangkan, penasehat hukum senior, Adnan Buyung Nasution, juga pernah ditahan oleh petugas imigrasi di bandara serupa pada tahun 2008.

Menurut Agung Sampurno, upaya pihak imigrasi itu merupakan peristiwa rutin keimigrasian.

Menurut dia, pihak Imigrasi Indonesia juga pernah melakukan hal serupa kepada warga negara lainnya. Namun, tidak ada kewajiban memberitahukan kepada negara asal.

“Tidak ada data penangkapan ke negara lain. Tidak perlu menjelaskan satu-satu. Tidak perlu memberikan keterangan ke negara asal,” tambahnya.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat berkunjung ke Hongkong. Ulama lulusan Mesir dan Maroko itu dilarang masuk ke negara itu sehingga harus membatalkan ceramahnya.

Melalui akun media sosial, Facebook, Ustaz Abdul Somad, menceritakan pengalaman tidak menyenangkan itu. Dia bersama dengan rombongan baru tiba di salah satu bandara di Hongkong pada Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Penolakan terhadap Abdul Somad kembali terjadi. Kali ini, dai kondang tersebut ditolak saat akan menghadiri undangan dakwah di Hong Kong.

Menurut Abdul Somad, kejadian itu berlangsung saat ia bersama dua rekannya baru keluar dari pintu pesawat. Kala itu, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadangnya dan menarik secara terpisah.

“Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Di antara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab,” tulis Abdul Somad melalui fanspage facebooknya pada Minggu, (24/12/2017).

Setelah itu, lanjut dia, petugas menanyakan terkait identitas. Pertanyaan tersebut dijawabnya sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya,” kata Abdul Somad.

Proses interogasi tersebut dilakukan sekitar 30 menitan. Setelah itu, petugas setempat menegaskan bahwa Hong Kong tidak menerima kehadiran Abdul Somad.

“Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta,” tulis Abdul Somad.

Atas ketidakhadirannya, ia meminta maaf kepada semua pihak yang mengundangnya. Dai alumni Kairo dan Maroko ini menyatakan ada hikmah di balik peristiwa tersebut.

“Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da’wah,” tulis dia.

Setelah memberi penjelasan secara rinci, kata Somad, imigrasi Hong Kong secara sepihak melarang dirinya masuk ke Hong Kong. Sementara dua asistennya diminta kembali ke Indonesia pada Minggu (24/12).

Ia mengaku langsung dibawa menuju kembali ke pesawat yang ditumpanginya untuk kembali ke Jakarta dari Hong Kong pada 17.00 waktu setempat.

“Tanpa alasan mereka langsung mangantar Saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 10.00 WIB ke Jakarta,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Somad meminta maaf kepada pihak yang mengundangnya untuk berdakwah, serta kepada seluruh TKI di Hong Kong.

“Kami hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua,” ujar Somad.

KLARIFIKASI DARI USTADZ ABDUL SOMAD

1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya rubah).

2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah; saya, Sdr. Dayat dan Sdr. Nawir.

3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab.

4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya.

5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta.

6. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua.

7. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da’wah.

8. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hongkong.

9. Semoga tulisan singkat ini mampu menjadi klarifikasi.

6 Rabiul Akhir 1439
24 Desember 2017
Abdul Somad

[ Sumber : kabarmakkah.com ]

Ajaib! Pria Ini Menusuk “Buah Lemon Dengan Paku”, Tidak Disangka Beberapa Detik Kemudian “Hal Mengherankan Ini” Terjadi, Bahkan Banyak Netizen Tidak Percaya Mata Sendiri!

Buah lemon mengandung banyak manfaat bagi manusia. Tapi, tahukah kamu buah lemon ternyata juga bisa menyalakan api? Seorang netizen YouTube North Survival memperlihatkan bagaimana cara menghasilkan api dari lemon.

Caranya juga tidak susah, siapkan lemon, kawat, paku seng, kabel dan klip tembaga.

Tusuk lemon dengan klip tembaga. pastikan klip tembaga tidak saling bersentuhan. Diseberangnya tusuk lemon dengan paku.

Ambil kawat dan sambungkan klip tembaga pertama ke paku kedua dan selanjutnya.

Pasang kabel pada klip tembaga terakhir dan pada paku pertama

Nah selesai deh!

Listrik pada lemon dihasilkan melalui oksidasi reduksi, reaksi kimia yang terjadi ketika seng larut melalui kandungan asam pada lemon, sehingga menghasilkan listrik.

Walau video tersebut hanya beberapa menit, namun telah mengundang jutaan penonton lho. Yuk mari kita simak videonya:

Semoga artikel ini bermanfaat, yang penasaran silahkan dicoba. Jangan lupa SHARE kepada teman-temanmu.

 

 

Sumber: cerpen.co.id

Ini Nih 174 Nama Bayi Perempuan Yang Indah Dan Artinya, Akan Beruntung Di Dunia Dan Akhirat

Apabila anda menjadi calon ibu atau calon orang tua yang mempunyai seorang putri kecil yang cantik dan sedang mencari nama untuk sang buah hati, anda berada di tempat yang tepat. Berikut kami hadirkan 174 nama-nama bayi perempuan yang indah dan juga artinya.

Nama bayi Awalan A

1. AFIFA FITIYA
Anak perempuan yang suci dan memiliki harga diri
2. AFRA NAILA ARKARNA
Anak perempuan sebagai anugerah di malam ke-13 bulan purnama yang menerangi hati
3. AINA TALITA ZAHRAN
Mata seorang gadis yang berkilau
4. AINIYA FAIDA AZMI
Anak yang memiliki ketegaran hati dan bermanfaat bagai pohon rimbun yang bersemi
5. AINUN MAHYA
Mata yang bersinar
6. AISHA ALIFA
Keramahtamahan yang hidup
7. AISHA FARHANA
Anak perempuan yang hidup dan bergembira
8. AKIFA NAILA
Wanita yang raji beritikaf di masjid dan suka memberi
9. ANNISA FAIHA
Anak perempuan yang memiliki banyak kelebihan
10. ANNISA KASTURI NAIM
Anak perempuan penghuni surga yang harum bagai bunga kasturi
11. ARIQA FATINA
Anak perempuan baik budi dan menarik hati
12. ASKANA SAKHI
Anak perempuan yang baik hati dan murah hati
13. ASSYIFATU HAIFA
Anak perempuan yang bagaikan obat penawar dahaga
14. ATHIFA FARIHAN WARDA
Anak perempuan yang memiliki perasaan gembira bagai bunga mawar
15. ATIKA BALQIS AZIZAH
Ratu mulia yang pemurah
16. ATIKA ZAHRA RATIFA
Anak perempuan yang berakhlak baik, pemurah dan berseri- seri
17. ATIQA FAIRUZ KHALISA
Anak perempuan yang cantik bagai permata murni
18. AULIA IZZATUNNISA
Anak perempuan yang penuh rasa cinta dan kemuliaan

Nama bayi Awalan B

19. BADRIYYA SHALIHA
anak perempuan yang cantik dan shalihah
20. BAHIYYA ATIQA FAIHA
anak perempuan yang cantik yang memiliki keindahan dan banyak kelebihan
21. BAITI DURRIYA
Rumahku adalah cahaya mutiara
22. BALQIS ADZRA
Ratu yang terhormat
23. BARIA KAMILIA
Anak perempuan yang bagaikan pepohonan yang selalu hijau dan unggul
24. BASIMA SHALIHA
Senyuman anak perempuan yang shalihah
25. BASIMA WARDATUL ZHAHIRA
Anak perempuan yang tersenyum bagai bunga mawar yang bercahaya
26. BASYASYA AFIFA
Anak perempuan yang memiliki wajah berseri-seri sedang mensucikan diri
27. BILQIS FAIHA RIFDA
Ratu yang memiliki banyak kelebihan pemberi pertolongan
28. BILQIS UFAIRA
Ratu yang pemberani
29. BURAIRA BALQIS FAIHA
Ratu yang memiliki banyak kelebihan dan selalu berbuat baik
30. BUSYRA FITRIYANI
Kabar gembira dari anak perempuan yang suci
31. BUTSAINA IFTITAH NAILA
Permulaan dari anak perempuan yang cantik adalah anugerah

Nama bayi Awalan D

32. DALIYA ZAHRA KHASIEB
Anak perempuan yang bagaikan bunga pohon anggur yang subur
33. DARY ARRIFDA
Anak perempuan pemberi pertolongan yang lemah lembut
34. DARY AZZALFA
Anak perempuan yang bagaikan permukaan mutiara yang lembut
35. DIANA DURRIYATUL JANNA
Agama yang bercahaya bagai mutiara surga
36. DIANA SYAUQIA
Anak perempuan yang bagaikan agama yang dirindukan
37. DURATU ANNASIHA
Mutiara nasihat
38. DURATUL HIKMAH
Mutiara Hikmah
39. DURRATUL JINAN
Mutiara Surga
40. DURRRIYA NAILA TALITA
Gadis yang suka memberi bagaikan cahaya mutiara
41. DZAKIRA AFTANI
Anak perempuan yang memiliki ingatan yang mengagumkan
42. DZAKIRA TALITA ZAHRA
Gadis yang berzikir bagai bunga
43. DZAKIYYA TALITA SAKHI
Gadis cerdas yang murah hati

Nama bayi Awalan F

44. FADYA JAMIL ANNIDA
Seruan indah yang menyelamatkan
45. FAIDA ANNAILA
Pemberian yang bermanfaat
46. FAIHA NADA ZALFA
Anak perempuan yang bagaikan embun di kulit mutiara yang banyak kelebihannya
47. FAIZA ALYA AZIZA
Pemenang yang tinggi dan mulia
48. FAJRA NADA NADIFA
Anak perempuan yang bagaikan embun pagi yang bersih
49. FAKHIRA SALWA NABILA
Burung puyuh yang bagus dan cerdik
50. FANY AZHAR AZIZA
Bunga yang fana dan mulia
51. FARAH AZHAR
Anak perembuan yang bagaikan Bunga-bunga dan kesenangan
52. FARHANA RAQWANI
Kemajuan yang menggembirakan
53. FARIDA KAMILA ZUHDI
anak perempuan yang bagaikan permata yang mahal dan sempurna yang rendah hati
54. FATIHA RUSYDA ADDIEN
Agama pembuka jalan yang lurus
55. FAUZIA RAFIFA
Anak perempuan yang berakhlak baik adalah kemenangan yang gemilang
56. FITRI SYAFIA
Anak perempuan yang suci dan sehat

Nama bayi Awalan G

57. GHAZIYA HAFIZA
anak perempuan pejuang yang menjaga kesuciannya

Nama bayi Awalan H

58. HAFIZA KHAIRA LUBNA
Kebaikan dan kecerdasan yang terpelihara kesuciannya
59. HAIFA AISH FAIHA
Anak perempuan yang ramping dan memiliki banyak kelebihan
60. HAMDA SAKHIA Anak perempuan yang banyak bersyukur dan murah hati
61. HANA AISH SALMA
Anak perempuan yangyang bahagia dan selamat
62. HANA KHAIRUNNISA
Sebaik-baiknya anak perempuan yang bahagia
63. HANIA SYAKIRA
Ucapan selamat dan rasa syukur
64. HANIFA RASYIDA
Muslimah yang teguh dan tegar
65. HASNA NABILA
Anak perempuan yang cantik dan cerdik
66. HAURA NAZHIFA
Anak perempuan yang berkulit putih dan bersih
67. HUSNIA RANI ZAHRA
Bunga yang indah dan mempesona

Nama bayi Awalan I

68. IFFA ASTILA RAHMA
Anak perempuan yang memiliki keturunan yang baik, rasa hormat dan kasih sayang
69. IFTINA ASSYABIYA RAFIFA
Gadis kecil yang berakhlk baik yang mengagumkan
70. ILMI SUHAIMA
Anak perempuan yang memiliki ilmu tentang keberuntungan
71. IMA SHABIRA
Pemimpin yang penyabar
72. INAYA AZMI ATHIFA
anak perempuan yang memiliki perhatian, keteguhan hati dan perasaan
73. INAYA AZMI ATHIFA
anak perempuan yang memiliki perhatian, keteguhan hati dan perasaan
74. INAYA RAFA
Anak perempuan yang memiliki perlindungan yang tinggi
75. INSYIRA FAUZIA
Kegembiraan atas kemenangan yang gemilang
76. IRTIA NAZIHA
Kesenangan yang jauh dari hal-hal yang buruk
77. IZA NAJDA
Anak perempuan yang memiliki keberanian dan kehormatan diri

Nama bayi Awalan J

78. JAMILA RAFIF LUTHFIA
Anak perempuan yang cantik dan lembut yang berakhlak baik
79. JANNATU SAUQIYA
Anak perempuan bagaikan surga yang dirindukan
80. JARIA SALSABILA
Amal yang tak terputus laksana mata air surga
81. JAUHARA ZAHRANI

anak perempuan yang bagaikan permata yang berkilauan
82. JAUZA JAHIRA
Anak perempuan yang bagaikan buah kenari yang berkilau
83. JIHAN TALITA ULFA
Gadis berwawasan luas yang ramah
84. JUHAINA ZAKIYA
anak perempuan yang bagaikan kebun yang tumbuh dengan baik

Nama bayi Awalan K

85. KALILA RIFDA
Anak perempuan yang memberi pertolongan dengan lemah lembut
86. KAMILIA ULFA
Persahabatan yang sempurna
87. KARIMA HAURA ZUHDA
Anak perempuan berkulit putih yang mulia dan rendah hati / Wanita berkulit putih yang mulia dan rendah hati
88. KHADZIYA NISRINA
Bunga mawar putih yang harum baunya
89. KHAIRA TALITA
ADSENSE Link Ads 200 x 90
RUMI
Gadis yang baik hati laksana seorang penyair Ibnu Rumi
90. KHAIRUNNISA SALSABILA
Sebaik-baiknya wanita laksana mata air surga
91. KHALIFA SAKHI
Anak perempuan sebagai pemimpin yang murah hati
92. KHANSA SABIHA
Semoga seperti seorang pejuang muslimah yang wajahnya berseri-seri
93. KHATAMI SAHIRA
Mata air terakhir
94. KHAZANA RIDHA NAILA
Anak perempuan yang suka memberikan hartanya dengan ikhlas

Nama bayi Awalan L

95. LABIBAH ZAKIYYA
Anak perempuan yang cerdik dan cerdas
96. LAILA FAIHA
Malam yang memiliki banyak kelebihan
97. LAIMUNA HAURA HASNA
Gadis berkulit putih yang cantik laksana jeruk yang manis
98. LATIFA QOTRUNNADA
anak perempuan yang lembut bagaikan tetesan embun
99. LUJNA KAMILA
Bukit datar yang ditumbuhi pepohonan yang selalu hijau
100. LUQYANA FARHA
Perjumpaan kita yang menggembirakan
101. LUTHFIA NISRINA
Gadis yang lembut bagaikan bunga mawar putih
102. LUTHFIA ZAHRA TALITA
Gadis lemah lembut yang selalu berseri-seri

Nama bayi Awalan M

103. MAHDIYATU SYAUQIYA
Anak perempuan yang selalu rindu mendapatkan hidayah
104. MAHIRA HASNA KAMILA
Kepandaian dan kecantikan yang sempurna
105. MAISYARA SALSABILA
Ketenangan mata air surga
106. MARDIYATU EL-HAZIMA
Anak perempuan yang teliti dan mendapatkan keridhoan Allah
107. MAWADDATU SHIFWA
Kasih sayang seorang sahabat akrab
108. MUAZARA ULFA
Anak perempuan yang mendapatkan pertolongan dari persahabatan
109. MUFIDA SALSABILA
Anak perempuan yang bermanfaal laksana mata air surga

Nama bayi Awalan N

110. NABILA HASNA AMIRA
Kecerdikan dan kecantikan seorang ratu
111. NADA FAJRIA SALSABILA
Embun pagi dari mata air surga
112. NADHIFATUL AZHAR
Bunga-bunga yang bersih
113. NAFLA SYAKIRA
Bunga matahari yang pandai bersyukur
114. NAILA MUAZARA ULFA
Anak perempuan yang suka memberi pertolongan dan keramahan
115. NAJWA KHAIRA WILDA
Bisikan kebaikan dari seorang bidadari
116. NAURA HASNA ANNIDA
Anak perempuan yang mempesona bagai bunga yang indah
117. NAURA NADHIFA AKMAL
Bunga yang bersihnya lebih sempurna
118. NIDA RANIA FAJRIA
Seruan yang mempesona di pagi hari
119. NISRINA ARIJ HISANA
Bunga mawar putoh yang sangat harum dan cantik
120. NUDA BAHIRA RAMADHANI
Pelangi yang indah di bulan Ramadhan

Nama bayi Awalan Q

121. QONITA ISMAN TAQIYYA
Anak perempuan yang taat kepada suami dan bertaqwa kepada Tuhannya
122. QOSAMA AFKAR BASHIRA
Keindahan dari buah pikiran yang bijaksana
123. QOTRUNNADA SALSABILA
Tetesan embun dari mata air surga

Nama bayi Awalan R

124. RAFIA FATINA
Anak perempuan anggun yang menarik perhatian
125. RAFIFATU RIFDA
Anak perempuan yang berakhlak baik dan suka memberi pertolongan
126. RAHIMA TALITA SHALIHA
Gadis baik yang penuh kasih sayang
127. RAHMA SHAFIYYA
Kasih sayang dari seorang kawan yang tulus
128. RAIDA FAKHIRA
Pemimimpin perempuan yang membanggakan
129. RAIHANA YASMINA FAIHA
Bunga melati yang harum dan memiliki banyak kelebihan
130. RANIATU JANNA
Surga yang mempesona
131. RASYIDATU MARWA
Petunjuk jalan yang lurus di bukit Marwa
132. RASYIDATU NAJA
Petunjuk yang menuju keselamatan
133. RASYIDATU SHAFA
Petunjuk jalan yang lurus di bukit Shafa
134. RAUDHATU JANNA
Taman surga

Nama bayi Awalan S

135. SAHLA SAIDA
Anak perempuan yang mendapatkan kemudahan dan
kebahagiaan
136. SAKINATU MARWA
Ketengangan saat berada di bukit Marwa
137. SALIMA NAZIHA
Anak perempuan yang selamat dan bersih dari noda
138. SALSABILA NADHIFA
Mata air surga yang bersih
139. SALWA ZAKIYYA
Burung puyuh yang tumbuh dengan baik
140. SAYYIDA HAKAMA
Pemimpin perempuan yang bijaksana
141. SAYYIDATU HAIBA
Pemimpin perempuan yang berwibawa
142. SHOFIE SALSABILA
Mata air surga yang jernih
143. SUHAILA ILMA NAFIA
Kemudahan dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat
144. SUKAINA FARIHA
Anak perempuan yang tenang dan periang
145. SYAFIYYA RAHMA
Seorang teman yang tulus penuh kasih sayang
146. SYAWWAL HUSNAYAN
Bulan Syawwal yang penuh kemenangan
147. SYIFA SAUQIYA
Anak perempuan laksana obat penawar rindu

Nama bayi Awalan T

148. TAHANY SYAKIRA
Ucapan selamat dan rasa syukur
149. TALITA HASNA HUMAIRA
Gadis yang cantik yang pipinya kemerah-merahan
150. TAMIMATU EL-QAIDA
Pemimimpin perempuan yang kuat
151. TASMIRA KAMIL
Permata yang indah dan sempurna
152. TASNIM THUFAILA
Angin semilir yang lembut dan halus
153. TSABITA SHIFWA
Sahabat yang memiliki keteguhan hati

Nama bayi Awalan U

154. UFAIRA NUR AFIFA
Anak perempuan pemberani yang memancarkan cahaya kesucian diri
155. ULFA ALIYA FITRI
Anak perempuan yang memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan suci
156. ULFA KHAIRUNNISA
Sebai-baik wanita yang ramah terhadap orang lain
157. ULFA RAHMA HAYATI
Wanita yang penuh rasa persahabatan dan kasih sayang dalam kehidupanku
158. UZDA JAMILA
Anak perempuan yang memiliki kelebihan yang indah
159. UZDA SHAFIYYA
Kawan yang tulus dan memiliki kelebihan

Nama bayi Awalan W

160. WAFIYATU WARDA
anak perempuan yang bagaikan bunga mawar yang sempurna
161. WARDA FATINA
Bunga mawar yang mengagumkan
162. WAZIRA HUWAIDA
Menteri wanita yang lemah lembut

Nama bayi Awalan Y

163. YAFIA AZHAR
Bunga-bunga yang tinggi
164. YASMINA KHAIRUNNISA
The best woman like jasmine
165. YUMNA FARIHA
Anak perempuan yang mendapatkan beruntung dan bahagia
166. YUSRIYYA KAMILA
Anak perempuan yang bagaikan kemudahan yang sempurna

Nama bayi Awalan Z

167. ZAHIDA QALBI NADHIFA
Anak perempuan rendah hati yang memiliki hati yang bersih
168. ZAHIRA FAIRUZ
Anak perempuan yang bercahaya bagaikan permata
169. ZAHIYA KAMILIA
Indah bagaikan pepohonan yang selalu hijau
170. ZAHRA ALMAIRA RAHMAN
Putri (kerajaan) bunga yang penuh kasih
171. ZAHRA AMIRA RAHMANI
Anak perempuan yang bagaikan Bunga yang memimpin dengan kasih sayang penuh kasih
172. ZAHRATU NIDA
Bunga yang mempesona
173. ZALFA NAQIYYA
Permukaan mutiara yang jernih
174. ZARA NADIA AKHYAR
Fajar menyingsing yang mengawali segal Kebaikan

[ sumber : siarberita.com ]

Krupuk Ini Memang Enak Luar Biasa, Tapi Siapa Sangka Dibalik itu Ada Bahaya yang Mengancam Anda

Siapa Sangka Dibalik Gurihnya Kerupuk ini, Ada Segudang Bahaya yang Luar Biasa

Anda penggemar berat kerupuk putih? Anda pasti tak bisa lepas dari kerupuk ini ketika sedang makan, namun sekarang anda harus hati-hati, karena ini bahayanya mengkonsumsi kerupuk tersebut.

Sebagian orang menyangka bahwa kerupuk putih lebih aman dimakan karena dinilai bebas zat pewarna. Namun pada prakteknya, kerupuk putih jauh lebih berbahaya dibandingkan kerupuk yang warna warni.

Dari berbagai kabar yang beredar di internet menyebutkan kerupuk yang berbahaya akan menyala saat dibakar. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak perlu dibakar pun kerupuk berbahaya akan menyala. Bukan nyala api tentunya, tetapi nyala dari pendar warna atau fluoresensi.

“Warnanya ngejreng, berpendar atau berfluoresensi,” kata Kepala BPOM Lucky S Slamet dikutip dari laman Detik Health.

Lantas kerupuk putih bukankah tidak menggunakan pewarna? Ternyata bahaya kerupuk putih terletak pada proses penggorengannya. Pedagang biasanya mencampurkan plastik atu lilin ke dalam minyak panas agar kerupuk namapak putih bersih dan lebih tahan lama.

Dibandingkan dengan kerupuk berwarna, bahaya kerupuk putih lebih besar. Penambahan zat lilin atau plastik akan menimbulkan beberapa masalah sebagai berikut :

Merusak pencernaan
Lilin dan plastik yang ada pada kerupuk putih sangat sulit dan bahkan hampir tidak bisa dicerna. Dalam jangka waktu panjang, bahaya kerupuk putih dapat merusak usus dan lambung.

Pembusukan makanan yang penting

System penecernaan akan memprosess makanan berurutan dengan waktu masuknya ke dalam usus. Jika Anda mengkonsumsi kerupuk bersama makanan sehat, maka makanan sehat tersebut akan lama di cerna sehingga nutrisi baik di dalamnya akan hilang atau bahkan membusuk.

Rusaknya organ hati

Kandungan kimia lilin atau plastik dalam kerupuk putih akan dinetralisisr oleh hati. Namun jika kandungan polivynil chloride yang ada pada plastik berhasil masuk ke hati, hati akan mengalai kerussakan yang cukup parah.

Potensi gagal ginjal

Kandungan kimia dalam kerupuk putih tak hanya mengancam hati saja. Saat tubuh beruaha menetralisir kandungan kimia kerupuk putih, ginjal juga ikut berperan dalam proses penyaringan. Oleh karena itu, bahaya kerupuk putih juga menyangkut masalah gagal ginjal karena masuknya polivynil chloride dalam ginjal.

Merusak otak

Plastik menganndung senyawa styrene dan polysterine yang mampu menyerang syaraf pusat otak. Dalam jangka panjang, hal ini akan menimbulkan kekrusakan otak secara permanen.

Merusak hormone
Bahaya kerupuk putih lainnya adalah kerusakan hormone. Hormone yang berfungsi mengontrol kinerja organ nyatanya bisa rusak karena pengaruh polycarbonate dan bispherol A yang ada pada kerupuk putih berlilin.

Cara membedakan kerupuk putih berbahaya

Karena bahaya kerupuk putih sangat beragam, Anda harus tahu bagaimana cara membedakan kerupuk putih yang bahaya dan mana yang tidak. Kerupuk putih berbahaya umumnya memiliki warna yang lebih jernih dan tidak memiliki gelembung minyak dalam kerupuk. Jika diangin-anginkan, kerupuk putih berbahan kimia juga tak akan mudah mengempis. Jadi, akan lebih aman jika anda mengkonsumsi kerupuk gorengan sendiri atau memilih kerupuk dengan warna yang sedikit gosong.

Dari paparan tersebut tentulah tidak semua kerupuk berbahaya, hanya kerupuk yang memiliki ciri sebagaimana dijelaskan diataslah yang mengandung zat berbahaya. Yuk lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan sehat.

 

[ sumber : siarberita.com ]

Sakaratul Maut Itu “Pasti” Akan Menghampiri Kita, Penjelasan Imam Ghozali Ini Bikin Merinding

Siapakah yang ingin mengetahui besarnya penderitaan saat sakaratul maut. Pedihnya tidak dapat diketahui dengan sebenarnya kecuali oleh orang yang telah merasakannya. Dan kita, pada saatnya nanti akan merasakan kepedihan itu.

Maka saksikanlah bagaimana penuturan sang Hujjatul Islam, Imam Ghazali bagaimana kala ajal menjelang dalam Ihya Ulumuddin. Sang Imam menyebut sakaratul maut hanya akan dialami oleh makhluk yang memiliki ruh.

Ruh lah yang sejatinya merasakan kepedihan sakaratul maut. Jika badan seseorang terimpa luka maka bekas kepedihan fisik itu akan menjalar sampai ke ruh. Jika ia terbakar, maka rasa sakit yang dialami badan akan terasa jua oleh ruh.

Saat kepedihan pencabut nyawa menyerang ruh, rasanya akan menenggelamkan semuanya. Ruh lah yang ditarik dari badan. Dicerabut dari tiap urat badan, ditarik perlahan dari urat syaraf, dari sendi-sendi, dari pokok setiap rambut dan kulit dari ujung kepala hingga tapak kaki. Tergambar betapa menyakitkannya.

Manusia pada hari itu benar-benar kepayahan. Seorang penyair pernah berkata tentang sakaratul maut. “Sungguh kematian itu lebih sakit daripada pukulan dengan pedang, gergajian dengan gergaji dan guntingan dengan gunting.”

Sang Imam melanjutkan, akal manusia pada saat itu benar-benar kacau balau. Lisan telah dibisukan, tak sanggup berkata apa-apa tanpa pertolongan Allah SWT. Semua anggota badan telah dilemahkan. Tak ada upaya dan usaha kecuali hanya dari Allah SWT. Persis seperti zikir yang kita sebut setiap saat.

Jika saja ia mampu berteriak, maka ia akan berteriak karena rasa sakitnya. Namun ia tidak sanggup. Jika tersisa kekuatan pada seseorang yang dicabut nyawanya, tentu ia akan mengerahkan semua kekuatan untuk menahan rasa sakit.

Kepedihan itu semakin dalam menuju dua biji mata, naik terus ke pelupuknya. Kedua bibir sudah mengkerut. Anak jemarinya berubah menjadi kehijau-hijauan. Jika satu urat saja ditarik, sakitnya pun akan luar biasa. Apalagi ruh diangkat dari setiap inchi urat tanpa kecuali.

Lalu setiap anggota badan dari seluruh anggota badan mati secara bertahap. Dinginlah kedua tapak kakinya, lalu ke betisnya kemudian menjalar ke pahanya. Dari setiap badan ada anggota yang sekarat tahap demi tahap hingga mencapai kerongkongannya.

Jika sudah seperti ini maka terputuslah pandangannya pada dunia dan ditutup baginya pintu tobat. Rasulullah SAW bersabda, “Diterima tobat seorang hamba selama belum sekarat.” (HR Tirmidzi).

Maka lihatlah kesaksian Ummul Mukminin Aisyah RA yang menemani Rasulullah SAW hingga saat-saat terakhirnya. Beliau berkata, “Tidaklah aku iri hari kepada seseorang yang Allah memudahkan atas kematiannya sesudah yang aku lihat dari kesulitan wafatnya Rasulullah SAW..”

Benarlah jika kematian yang tiba-tiba itu sejatinya sebuah kenikmatan. Rasulullah SAW bersabda, “Kematian secara tiba-tiba adalah kesenangan bagi orang Mukmin dan penyesalan atas orang yang berbuat maksiat. ” (HR Ahmad)

Tidak ada yang lebih baik dibandingkan menyambut kepedihan sakaratul maut dengan terus tegap di atas iman. Kita tak pernah lagi tahu kapankah sakaratul maut itu akan bertamu. Kepedihan apa yang akan menghadap.

Seorang Mukmin sejati hakikatnya adalah mereka yang bahagia dengan perjumpaan dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menyukai perjumpaan dengan Allah, niscaya Allah menyukai perjumpaan dengannya, dan siapa saja yang tidak menyukai perjuampaan dengan Allah, niscaya Allah tidak menyukai perjumpaan dengannya.” (HR Bukhari Muslim)

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekuler, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahua’lam bis shawab.

Sakaratul Mautnya Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam,rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Dihari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.(QS.Al-An’am,6: 93) , (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri(sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apayang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam,kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS. An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang memaksa kami hadir melihat ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! ” Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Mautnya Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamualaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An-Nahl,16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Tiap kita pun sepatutnya terus berdoa, agar detik-detik sakaratul maut kita akan berakhir dengan khusnul khatimah. Sebuah cara yang paling indah untuk memulai perjuampaan dengan Zat yang menciptakan kita dari tanah lalu memberikan amanah besar untuk mengurus dunia ini.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang lurus, selalu istiqomah dalam keimanan, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya. Aamiin.

 

[ sumber : kabarmakkah.com ]