Muslimah, Kamu Tak Bisa dapat Predikat Cantik, Jika Belum Menjaga ini

Lumayan susah dan berat

Kenapa kok susah dan berat? karena ini salah satu kebiasaan muslimah yang jarang bisa dijaga dan kebanyakan gagal, jika kamu bisa menjaga kamu dapat predikat cantik dari Allah Swt.

“Mulutmu adalah harimaumu”, apakah anda pernah mendengar kalimat ini? Jawabannya pasti pernah.

Perkataan adalah suatu tindakan lisan yang dapat berpengaruh bagi diri kita maupun orang lain. Tentunya muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat, misalnya ghibah.

Baca juga : Menambahkan Nama Suami di Belakang Nama Istri Apa Benar Akan Dapat Laknat Allah?

Allah ‘Azza wa Jalla sangatlah membenci perkara ghibah, maka dari itu hendaknya muslimah menghindarinya. Orang yang berghibah ibarat memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat [49]: 12).

Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan dalam ayat tersebut bahwasanya ghibah adalah hal yang sangat dibenci oleh-Nya, sebagaimana dikutip dari ruangmuslimah.com.

Lisan menjadi salah satu kecantikan yang harus dimiliki setiap muslimah, memiliki lisan yang terjaga adalah sebuah anugerah bagi siapapun yang mendapatkannya.

Allah ‘Azza wa Jalla dengan tegas menyatakan bahwa ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya.

ika dihina maka mereka sabar, memaafkan dan tidak membalasnya, akan tetapi mereka mengeluarkan kata-kata yang lemah lembut dan tidak ada unsur dendam. Sebagaimana dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla.

 

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

 

“Dan hamba-hamba Rabb Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan.“ (QS. Al-Furqaan [25]: 63).

 

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh umat muslim dalam menjaga lisan, yaitu:

1) Tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia.

2) Berkata jika ada kebaikan di dalamnya dan manfaat bagi agamanya.

3) berfikirlah dulu sebelum berbicara

 

Sumber: wajibbaca.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *