Orangtua Kaget Melihat Banyak Darah di Popok Anaknya, Dugaan Mengarah ke Susu Palsu

Perhatian kepada orang tua, agar jangan asal memberikan makanan kepada anak.

Lihat benar-benar kandungan dan pembuatan makanan itu.

Jangan sampai makanan yang dimasukkan ke perut anak malah membahayakan kesehatannya.

Pastilah semua orang tua tidak ingin anaknya jatuh sakit.

Semoga kejadian yang dialami warga Malaysia ini tidak menimpa kalian.

Melansir dari Worldofbuzz (14/12/2017) orang tua bayi ini menemukan banyak darah saat mengganti popok anaknya.

Mereka kaget melihat popok anaknya sudah berlumuran darah.

Bayi itu mengeluarkan kotoran berdarah.

Warga yang berasal dari Bukit Mertajam, Penang ini lantas membagikan kisahnya ke Facebook.

Peristiwa ini terjadi setelah bayi laki-lakinya minum susu Enf*l*c.

Insiden susu formula bayi palsu ada di seluruh media sosial sekarang.

Pihak berwenang sekarang sedang mengusut permasalahan tersebut.

Begini cerita orang tua si bayi selengkapnya:

“Pada malam kejadian, saya menyeka bagian belakang dan mengganti popoknya”

“Saat itu saya menemukan bahwa popoknya berlumuran darah.”

“Suhu tubuhnya naik menjadi 39,4 derajat Celsius”

“Saya memberinya obat demam.”

Segala sesuatu yang terjadi di depan matanya terlalu berat bagi sang ibu untuk ditangani.

Karena ini adalah anak pertama kalinya.

Pada tanggal 10 Desember, bayi tersebut dirawat di rumah sakit akibat radang usus.

“Dokter khawatir itu ada gesekan di usus yang menjadi alasan mengapa bayi mengeluarkan kotoran berdarah.”

“Mereka bahkan melihat kemungkinan melakukan operasi pada bayi itu.”

Adanya kemungkinan dokter melakukan operasi pada bayinya membuat orang tua ini jadi menangis.

Serangkaian X-ray dan ultrasound kemudian dilakukan dan untungnya, bayi tersebut terhindar dari operasi.

“Keesokan harinya, dokter bertanya apakah bayi saya minum Enf*l*c.”

“Saya bilang iya. Dokter itu menatapku dengan mata terbelalak.”

“Dia bertanya apakah saya tahu apa yang terjadi dengan masalah susu bubuk palsu baru-baru ini; Sekali lagi, saya bilang iya.”

Tidak banyak yang bisa dilakukan dokter kecuali pemberian antibiotik pada bayi.

Syukurlah, si kecil sedang dalam perjalanan menuju pemulihan, dan ibu tersebut telah beralih ke susu formula bayi lainnya.

Ibu yang bersangkutan juga sudah menghubungi bagian perawatan Enfalac untuk klarifikasi.

Tapi tidak ada yang mengangkat teleponnya.

Dia kemudian menekankan bahwa posting Facebook-nya tidak menyalahkan pihak Enf*gr*w karena dia tidak dapat menentukan keaslian susu bubuk.

Namun dia juga telah menyerahkan semua laporan ke Kementerian Kesehatan untuk tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan.

Sementara itu, pihak berwenang telah menyatakan bahwa pemeriksaan atas kasus susu bubuk palsu ini akan memakan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *